
Terbangun,,,,,,
"Hah mimpi apa itu"Tanpa Zain sadari ia sedang tertidur diruangan kantornya,karena rasa lelah mengurus Kantor dan bolak balik kerumah sakit merawat istrinya.Namun ia tak pernah merasa keberatan selama ia mampu melakukan keduanya.
Perasaan tak nyaman pun membuat Zain dengan cepat menyambar ponsel dan menghubungi Kinara namun ponselnya tidak aktif.Zain pun teringat adiknya yang juga berada disana dan langsung menghubungi Zia.
"Hallo bang Zain"sapa Zia dari seberang
"De,,kamu masih dirumah sakit???
"Kenapa ponsel Kinara tidak aktif??"Tanya Zain langsung.
Zia melihat ponsel Kinara yang terletak dinakas.
"Ponsel kak Ara mati kak,baterainya sepertinya habis,dan Kak Ara sedang tidur sekarang".jelas Zia
"kapan bang Zain balik.tidak lama lagi kak Ara akan masuk keruang operasi".
"Sekarang Kak Zain sudah bersiap pulang,Jaga Kak Ara ya Zia".Pesan Zain
"Pasti Bang"ucap Zia
__ADS_1
Zain pun mengakhiri panggilan telponnya perasaan khawatir masih membayangi nya memikirkan mimpi buruk yang baru saja ia alami.
"Aku harus yakin istri dan anakku akan baik-baik saja"Zain meyakinkan dirinya setelah cukup tenang ia pun segera menuju kerumah sakit.
Setengah berlari Zain pun memasuki ruangan Kinara,disana sudah ada Ayah mertuanya,Mama Tania dan Oma Bella.
"Kenapa saat seperti ini masih mementingkan pekerjaan!!!!"Tania sedikit kesal dengan Zain baru kali ini ia memarahi Zain.
"Ada rapat penting Ma,dan Zain harus menghadirinya,maaf".Zain melirik sekilas kearah Kinara yang masih tertidur.
"Satu jam lagi istrimu akan melakukan operasinya,kamu bersiaplah menemaninya nanti"Tania pun kembali seperti sikap nya semula berkata lembut.
"Iya ma,,"Zain pun memilih duduk disamping Mertuanya dan berbincang-bincang sebentar.
"Tenanglah nak,berdoalah agar proses kelahiran anakmu berjalan lancar"Toni menyemangati Zain walau ia sendiri juga merasa cemas.
"Makasih yah"ucap Zain.
"Pergilah membersihkan dirimu,ini mama udah siapkan baju gantimu"Tania menyerahkan baju yang ia bawa untuk anaknya.
Zain pun memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya dan dengan cepat.
__ADS_1
Zio dan Bella yang baru saja kembali dari membeli sesuatu sudah berada diruangan kinara.keluarga yang lain akan segera menyusul juga.
Kinara pun membuka matanya perlahan.Sosok pertama yang ia cari adalah Suaminya Zain.
"Ma,kak Ara udah bangun"Zia memberitahu Tania.
"Apa suara kami membangunkanmu sayang"Bella mengusap lembut kepala Kinara.
Kinara menggeleng dan tersenyum"Dimana Mas Zain Bunda,apa ia sudah kembali".
"Dimana anak itu??,apa ia masih bekerja sekarang??"Tanya Bellabia juga mencari keberadaan Zain.
"Zain disini Oma,apa Oma merindukan ku"Zain yang sudah berpakaian rapi mendekati Kinara dan menciumnya sekilas.
"Anak nakal,,dari mana saja"Bella memukul pelan pundak Zain.
"Aku baru saja dari kantor Oma,ada rapat dan berkas penting yang harus aku yang menghadiri".Zain juga merasa bersalah meninggalkan istrinya namun ia memang tak bisa diwakilkan oleh siapapun.
"Jangan marah Oma,,sekarang aku udah kembali dan siap menemani Kinara".Zain memeluk Bella,Oma kesayangannya.
"Iya itu baru cucu Oma".
__ADS_1
Tanpa terasa waktu operasi Kinara sudah akan tiba.Para perawat mulai membawa Kinara memasuki ruangan operasi dan Zain pun ikut bersama mereka.
"Semoga mimpi buruk itu hanya bunga tidur,ya tuhan lancarkan persalinan istr dan kelahiran anakku"Doa Zain