
Seminggu berlalu,setelah berkonsultasi pada dokter yang menangani Ara dulu,akhirnya Zain memutuskan untuk pengobatan istrinya di negara singapura.
Hari ini Keberangkatan Zain dan Ara kesingapura,Tania ikut mendampingi anak dan menantunya.ini pertama kali Tania pergi tanpa suami disampingnya.
Karena beberapa urusan Varo tak bisa ikut bersama istrinya.
"Kami pamit pa"Zain menghampiri dan memeluk Varo.
"Iya,Jagain mama dan istri kamu ya"pesan Varo
"iya pa pasti Zain menjaga mereka dengan baik"Zain melepas pelukannya.
"Bang Zain,,Zia mau ikut"Zia merengek karena ia tak bisa jauh dari mamanya.
"Kamu sedang ujian akhir sekolah gak bisa ikut,belajar yang benar"Zain memeluk adiknya dan memberi kecupan pada kening adik kesayangannya.
Tania yang sudah berpamitan pada suaminya pun menghampiri Zio,"Nak Jagain adikmu selama mama pergi"Ucap Tania pada Zio.
"Siap Ma"Sahut Zio
"Kamu juga jaga diri,kalo ada waktu senggang bantu papamu dikantor ya".
__ADS_1
"Kalo itu Zio gak bisa janji ma"Tania tau anaknya itu tidak terlalu berminat pada pekerjaan Papa dan keluarganya geluti bertahun-tahun.
"Biar Zia yang bantuin papa ya ma"Zia sangat senang bila berada dikantor papanya.
"Iya sayang"Tania memeluk anak Zia gadisnya dan memberi ciuman bertubi-tubi.ia akan merindukan anak-anaknya.
Tania,Zain dan Kinara segera masuk dalam pesawat yang akan membawa mereka kesingapura.
Didalam pesawat Zain menggenggam tangan istrinya,sesekali mencium kening kibar lembut.
kinar tersenyum manis mendapat perhatian dari suaminya.
Setelah menempuh perjalanan,Akhirnya mereka tiba di bandar udara internasional Changi Singapura.
Semua fasilitas mereka sudah diatur oleh Varo,dari kendaraan dan tempat mereka menginap sudah tersedia.
Sampai dihotel,Tania memilih untuk beristirahat dan akan menelpon suami dan keluarganya untuk memberitahu mereka sudah sampai.
"Kalian beristirahat dulu,nanti temui mama saat jam makan malam ya"Tania mendekati anak dan menantunya itu memberi pelukan hangat untuk keduanya.
"Ara gugup ma"ucap Ara dipelukan Tania
__ADS_1
"Ada mama dan Zain disini,Kamu tenang aja ya sayang,semua akan berjalan lancar dan berdoa lah supaya operasi ini berhasil sepenuhnya".Tania mencoba memberi semangat pada Kinara.
"Makasih ma"Ara menangis dipelukan Tania.
Zain yang melihat semuanya merasa terharu dan ikut memeluk Istri dan mamanya.
"Iya sayang,Zain bawa istrimu beristirahat.Ara pasti lelah".
"Baik ma".Zain dan Ara pun berpamitan pada Tania untuk beristirahat sebentar.
Ara dan Zain membersihkan badan mereka terlebih dahulu.dah Ara segera membaringkan tubuhnya di ranjang Hotel dibantu oleh suaminya.
"Mas,besok sudah mulai pemeriksaan untuk mataku kan".Tanya Kinara saat Zain sudah berada disampingnya.
Zain menatap wajah istrinya terlihat cemas.
"Iya besok awal pemeriksaan,jangan takut Mas dan Mama akan selalu dampingi kamu".Zain mengelus wajah Mulus Kinara.sesekali mengecup lembut kening istri yang sangat sayangi.
Kinara pun akhirnya memiliki keberanian setelah mendengar ucapan suaminya.
"Makasih mas,,"Kinara merapatkan pelukan nya pada Zain,ia merasa bersyukur memiliki sosok suami yang sangat mensuport serta memberi dukungan yang penuh padanya.
__ADS_1