
Dirumah sakit "Cahaya bintang"Rumah sakit yang terkenal para dokter yang ahli dan peralatan juga lengkap.Dengan cepat para team medis segera membawa Tania,Varo memaksa ingin masuki ruangan darurat.ingin menemani istrinya tapi ditahan Gibran.
"Varo tenang lah,biar kan para dokter bekerja,aku yakin mereka akan melakukan yang terbaik jadi kendalikan dirimu,mencoba menenangkan varo
"Kamu gak ngerti Bran,Tidak ada yang bisa kupercaya sekarang ini,Semua penghianat.aku tidak bisa menjaganya dengan baik,aku udah janji sama Adiknya Tania tidak akan membuatnya terluka,tapi apa aku membawanya kedalam masalah yang mengancam nyawanya,Pukul aku Bran,Varo memohon dengan suara rintihan penyesalannya
"Apa dengan memukulmu keadaan bisa kembali seperti semula,sadar lah Varo kuatkan dirimu.bangkit lah yakin pada dirimu kalo Tania akan baik-baik saja.Gibtan memberi nasehatnya pada Varo.
"Sabar cucuku,kuatkan dirimu....,kakek tidak kuasa menahan tangis saat Varo menumpahkan semua kesedihannya.kakek memeluk varo erat.
Disela Isak tangis nya yang sudah hampir tidak terdengar menyisakan serak di kerongkongannya.
"Kakek lihat darahnya semua ada dibajuku,istriku kehilangan banyak darah kek.
Varo menunjukan bajunya.
Semua melihat masing-masing dibaju mereka penuh dengan warna merah karena beberapa kali Tania menyemburkan darahnya dimobil.
Bella terlihat cemas,"Dimana mas Rendi dan Mba Rosi?????
"Belum ada yang memberitahu Rendi tentang ini,tanya kakek
"Belum pa,kejadiannya sangat cepat aku mengira mba Rosi akan memberi kabar.
__ADS_1
Bella mencoba menghubungi ponsel Rendi tapi tidak tersambung
"Tidak aktif,Bella kembali menelpon Rosi tapi tidak diangkat
Rosi asik berendam di bathtub kamar mandinya dan tidak mendengar dering ponselnya.
"Pa aku sama mas Denian harus kembali kerumah sebentar,aku akan menyiapkan semua baju ganti buat kalian.
"Iya pa,aku akan menyuruh beberapa pengawal untuk kesini,ucap Denian
Kakek hanya mengangguk.
Beberapa jam berlalu akhirnya para team medis dan dokter zidan keluar.
"Dokter zidan gimana Istriku ???
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin Racun sudah menyebar sedikit terlambat membawanya,pasien banyak kehilangan darah.dengan berat hati kami menyampaikan ini pasien mengalami koma,hanya sebuah keajaiban saja Yang akan membuatnya bisa bangun lagi.
"Kau berbohong kan dokter,kenapa kalian berkata seperti itu,bukankah kalian dokter hebat,Varo tidak bisa lagi mengontrol emosinya.menarik baju dokter Alberto
"Varo,,Hentikan Jangan lakukan ini,Dokter zidan dan Gibran mencoba melerai varo yang ingin menghajar dokter Alberto karena kesal dengan informasi yang dia berikan.
"Bukan itu yang Aku mau dengar dari mulut kalian,aku ingin istri ku sehat kembali,varo mengacak rambutnya keras,kenapa tidak membunuhku saja!!! kenapa harus istriku!!!!dia tidak bersalah,aku yang bodoh.Varo meronta dengan rasa penyesalan dihatinya
__ADS_1
"Kami akan memindahkan Nona Tania kalian bisa membersihkan diri dulu karena ruangan harus steril,perintah para perawat ramah saat melihat kondisi mereka semua penuh darah.
Bella sudah datang dengan membawa beberapa perlengkapan ganti baju untuk papanya dan Varo juga membawa baju Tania.
"Gimana kondisinya Tania,Bella melihat ke arah varo yang sudah seperti seseorang yang tidak punya selera hidup.persis seperti dirinya dulu saat harus kehilangan janinnya.
"Tania koma,,Gibran berkata lirih
"Ya Tuhan,,Bella pun menangis mendengarnya dan Denian memeluk istrinya untuk menenangkan.
"Bawa mobil ini Gibran kamu juga perlu ganti baju sekarang,ada Dirga dirumah,dia sedang menyelidiki, Racun berasal dari makanan yang dimakan Tania,dan pelakunya adalah pelayan baru itu Gina.
"Kami sudah mencurigainya tapi tidak menyangka secepat itu dia bertindak.Gibran juga merasa sangat menyesal.
"Om Denian dan Tante Bella tolong jaga Varo,sekarang dia tidak bisa mengontrol emosinya.
"Pergilah,aku akan mengawasinya disini.
Gibran pun berlalu pergi.
"Mas aku juga merasa bersalah disini,kerena aku menerima lamaran pelayan itu tanpa melihat latar belakangnya dulu.sesal Bella
"kita semua merasa bersalah,Tapi kita harus lebih tegar beri semangat pada Tania agar dia bisa berjuang untuk hidup,banyak orang yang menyayangi ya disini".
__ADS_1
"Kamu Tidak pernah berubah mas Denian,selalu memberi motivasi tanpa kesabaran dan dukungan mu saat itu aku mungkin saja akan mengakhiri hidupku.
"Stttttt,mas tidak suka kamu ngomong Begitu".