
"Berani sekali kamu mengatakan perasaan mu pada putri kesayanganku"Om Bran sengaja meninggalkan suaranya.
Laura dan Gibran sama terkejutnya mendengar ucapan Om Bran
"Sejak kapan Daddy disini"Desis Laura
"Sejak awal pria ini bilang ia menyukaimu sejak lama,bukan kah dia tau kamu akan dijodohkan,kenapa ia masih nekad mengatakan perasaannya"Om Bran mengacak pinggang dan menatap
tajam mata Gibran
Tante Ina ingin sekali tertawa melihat akting suaminya yang sangat natural dan melihat wajah Gibran gak kalah lucu kaget campur malu.
"Maafkan Gibran Om,udah lancang"Gibran meminta maaf tulus
"Daddy jangan marahin Gibran"Laura memohon ia juga merasa tersakiti saat Gibran dibentak dan dipermalukan
"Kamu tau kesalahannya Laura,jangan tertipu atas kebaikannya selama ini sama kamu,ia melakukan itu hanya ingin mendekatimu"
Gibran merasa tak terima atas tuduhan Om Bran.Memang ia menyukai Laura tapi tak terbeslit sedikitpun dihatinya untuk memanfaatkan keadaan ia tulus merawat Laura.
"Sayang hentikan ini sudah keterlaluan"Bisik Tante Ina di telinga suaminya
"Laura yakin,Gibran bukan seseorang seperti itu Daddy"Bela Laura ia juga tak terima ucapan Daddy nya.
"Gibran tulus merawat Laura Om"tegas Gibran
"Gibran hanya mencoba jujur tentang perasaan Gibran"
Ingi sekali Laura berdiri memeluk Gibran saat ucapan tulus dari mulutnya.
__ADS_1
"Setelah ini jangan mengganggunya lagi,ia akan secepatnya menikah".
"Sebelum pergi bolehkah aku mengetahui perasaan Laura padaku,anggap permintaan terakhirku sebelum Laura menikah"Lirih Gibran
"Apa itu penting"Om Bran masih saja mengeluarkan kata-kata pedasnya
"Cepat pergilah"Usir Om Bran
"Daddy"air mata Laura sudah tak terbendung lagi dan ia pun akan mengatakan perasaannya sebelum Gibran pergi.
"Jujur Laura bingung dengan perasaan Laura tapi saat berada dekat dengan Gibran ada kebahagian tersendiri,ia dengan sabar merawatku layaknya seorang kakak pada adiknya,dia juga tau batasannya,aku belum pernah jatuh cinta bahkan menyukai orang lain sebelumnya tapi didalam hatiku merasakan kerinduan bila jauh darinya ada rasa kehilangan saat ia tidak datang siang tadi"Tangis Laura pecah dan Tante Ina memeluk putrinya
Om Bran tersenyum mendengar ucapan Laura.
"Apa itu sudah cukup menjawab pertanyaanmu anak muda"Tanya Om Bran pada Gibran yang masih tidak percaya Kata-kata yang keluar dari mulut Laura gadis yang selama ini cuek terhadapnya.
"Om berikan aku kesempatan,aku janji akan membahagiakan Laura"tekad dan kepercayaan diri Gibran meningkat saat mendengar ucapan Laura.
"Aku berusaha ikhlas,namun tetap saja aku khawatir apakah calon suaminya nanti akan menyayanginya dan tidak akan menyakitinya".
"Kamu gak perlu khawatir aku yang akan terus mengawasi putriku,bila sampai ada yang menyakitinya aku gak segan-segan membuat perhitungan dengannya"
"Tante yakin calon suaminya pasti akan menyayanginya sepenuh hati,pilihan Tante tidak akan pernah salah"
"Gibran merasa tenang kalau begitu,boleh aku berbicara sebentar dengan Laura"pinta Gibran
Setelah mendapat anggukan dari Tante Ina dan Om Bran.
Gibran mendekati Laura dan berucap" semoga kamu bahagia,kamu tau kan aku akan bahagia bila melihat gadis yang ku cintai bahagia,terima kasih sudah merindukanku,bila ada yang menyakitimu datang lah padaku aku tanpa segan akan memberinya pelajaran"Gibran mencoba kuat menahan air mata yang akan keluar dari sudut matanya.
__ADS_1
Laura ingin sekali memeluk Pria dihadapannya,namun ia sadar itu akan menambah luka dihati Gibran.ucapan Laura secara tidak langsung memberi harapan untuk Gibran.
"Sepertinya kalian saling mencintai"Om bran mendekat kearah Laura dan Gibran yang masih saling mengunci pandangan mereka.
"Setelah Laura sembuh cepatlah lamar putriku"
Laura dan Gibran sangat terkejut menatap Om Bran tidak percaya
"Sebelum aku berubah pikiran"Om Bran mengerjai Mereka berdua lagi
"Gibran akan secepatnya melamarnya Om"Seru Gibran antusias
"Daddy,,bukan Laura gak mau,bukankah Laura sudah dijodohkan".Laura merasa bingung dengan keputusan Daddynya
"Apa kamu pernah dipertemukan dengan calon jodohmu sayang"Tanya Tante Ina pada putrinya
Laura menggelengkan kepalanya
"pria yang ingin mama jodohkan dengan mu sekarang ada dihadapanmu"
Laura dan Gibran saling pandang dengan tatapan bingung
Laura malah berpikir akan dipertemukan dengan calonnya nanti setelah ia sudah sembuh.
"Mom,jelaskan sama Laura"
"Pikir aja sendiri,Ayo Daddy kita keluar"Tante Ina menggandeng suaminya pergi tanpa merasa berdosa membiarkan Laura dan Gibran dengan masih kebingungan.
"Om sudah membantu mu sampai sini,selanjutnya berjuanglah"Om Bran menepuk pundak Gibran
__ADS_1
Yang membuat Gibran semakin bingung dengan perubahan sikap Om Bran