
"Tante lupa ingin memberikan ini padamu Tania,waktu pernikahanmu Tante belum memberikan apa-apa padamu.Tante Bella mengeluarkan sebuah kotak perhiasan didalamnya ada kalung berlian dan cicin berlian.
Tania ingin menolak karena perhiasan ini pasti sangat mahal tapi Alvaro memberi isyarat agar istrinya menerimanya.
"Pakaikan buat istrimu varo,perintah Tante Bella pada varo.
"Baik bunda,Varo mengambil kalung itu dan bersiap memakaikannya pada istrinya.
Tania masih terlihat Ragu-ragu mengangkat rambut nya yang tergerai.melihat leher Tania yang putih bersih membuat lelaki normal seperti Alvaro menelan slavinanya.darahnya berdesir sempurna dan berusaha mengendalikan nafasnya.
Sempat memejamkan matanya,Dia istri sahku tidak masalah kan aku menikmati pemandangan indah didepan mata gejolak bathin varo.
akhirnya varo memberanikan diri lagi membuka matanya dan dengan cepat memasang kalung nya.kalo tidak ada Tante Bella bisa saja varo khilaf.
"Wow,,,cantiknya,pakai juga cincinnya ya tania.dan ini ada lagi satu hadiah buatmu.
"Stttt ini nanti aja dibuka setelah kalian sampai di tempat bulan madu kalian ya,bisik Tante Bella pada Tania.
"Ini apa Tante?? Tania sedikit penasaran
"Isinya rahasia,janji ya dibukanya nanti dan ini wajib kamu bawa.
Dengan masih penasaran Tania menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Terima kasih Tante Bella buat semuanya"ucap Tania
"Sama-sama sayang,Oke bunda akan pergi dulu,kalian bersiaplah buat persiapan apa saja untuk besok.dan Tante Bella beranjak pergi meninggalkan Tania yang masih bingung dengan hadiah terbungkus ditangannya.
Tanpa pikir lagi segera memasukan hadiah kedalam koper bajunya.
"Varo aku belum mengerti baju mana saja yang harus ku siapkan untukmu?Tania bertanya pada suaminya yang masih belum bersiap apapun".
"Aku lebih suka pakaian yang terlihat santai,karena kita akan lebih banyak menghabiskan waktu dipantai.
Tania pun memilih baju buat suaminya tiba saat akan memasukan pakaian dalam Tania agak Ragu.
"Varo bisa kah kamu memasukan sendiri pakaian dalam mu,ucap Tania pelan dia takut menyinggung perasaan suaminya.
"kenapa tidak kamu saja yang masukan??? Varo sedikit ingin menggoda tania.
Varo bangkit dari duduknya dan mendekati Tania.
"Kamu punya adik sepupu laki-laki masa tidak pernah memegang pakaian dalam nya.
Tania menggeleng,"Buat apa aku memegangnya tanya Tania heran".
"Yah bukan apa-apa kamu tidak mencucikan baju adikmu?
__ADS_1
"Dari kecil kami berdua sudah dibiasakan bibiku untuk mencuci atau melipat baju sendiri.jadi aku tidak pernah mencucikan bajunya apalagi pakaian dalamnya"Tania menjelaskan panjang lebar.
"Ohhhhh,,,,ya sudah biar aku yang memasukan nya.
Mendekati Tania dan berbisik"Lain kali harus terbiasa dengan pakaian dalam ku" Varo sengaja menggoda istrinya itu.
Tania merasa akhir-akhir ini varo sering menggodanya.
Tidak mau berpikir terlalu jauh dengan cepat Tania menutup kopernya.dan berdiri dari duduknya.
"Varo aku ngantuk,bisa kah aku duluan tidur.
Tania berusaha mengalihkan pembicaraannya.
"Tidur lah dirimu terlihat lelah,siapkan tenaga mu buat bukan madu nanti,siap harus tiap malam lembur "varo masih mencoba menggoda istrinya lagi.
Tania dengan cepat menidurkan badannya dan menutupnya dengan selimut.Dia mengerti maksud ucapan suaminya itu.
Lama-lama dia bisa salah tingkah terus mendengar ucapan suaminya.
tanpa terasa dia tertidur dibalik selimut yang menutupi wajah malunya.
"Cepat sekali dia tidur,pikir varo melihat istrinya sudah tidak ada pergerakan pada selimut seperti tadi.dan dia pun menyusul untuk beristirahat.
__ADS_1
Membuka selimut pada wajah istrinya,
mencium keningnya dan mengucapkan selamat malam.