
Setelah melakukan pemeriksaan Darah dan ternyata cocok,akhirnya operasi pun berjalan lancar,Yudis melewati masa kritisnya.
Dokter Zio dan Dokter Juna mengucap syukur atas keberhasilan operasinya hari ini.
"Telat sedikit saja pasien bisa kehilangan nyawanya".Ucap Dokter Juna
"Siapa jadi pendonor darahnya"Zio sedikit penasaran karena suster Susi belum sempat memberi taunya.
"Dokter mengenalnya"Suster Susi memberitahu
"Siapa????"Tanya Zio dan Juna bersamaan
"Mba Felisha"Jawab Suster Susi santai.
"Apa!!!!"Lagi-lagi Zio dan Juna berucap bersamaan.
"Kalian ini kompak sekali,,mungkin setelah aku memberitahu kenyataan bahwa Felisha itu adalah istri dari Pasien itu,kalian akan bertambah kaget lagi".Ucap suster Susi.
"Astaga apa ini sesuatu kebetulan,,kalau aku tau tadi adalah suami Felisha,aku memilih tidak menolongnya"Ucap Juna kesal
"Apakan Dokter harus bersikap seperti itu"Tegur Zio pada sahabatnya itu.
"Hehehehe Maaf,Aku hanya Kesal,,,"Ucap Juna sambil menggaruk tengkuk lehernya.
__ADS_1
"Dimana Felisha sekarang???"Tanya Zio
"Tadi katanya mau menemui Sakka yang sedang bersama Suster Fifi".
Zio melihat dari kejauhan Felisha sedang berbicara pada seorang wanita paruh baya.
"Ayo kita pulang Nak,,Jangan pergi lagi Sakka masih kecil ia masih butuh kasih sayang Papanya".Bu Lora terus membujuk menantunya itu.
"Aku belum siap Bu,,aku masih mau berdua sama Sakka saja dulu".Tolak Felisha
"Kamu mau pelakor itu semakin merajalela dan akan menghancurkan rumah tanggamu Feli,Yudis sudah berubah Feli Ibu bisa jamin itu".
Felisha gelisah karena ia masih ragu akan perubahan yang dimaksud ibu mertuanya.
"Feli akan memikirkannya lagi Bu,Tapi jangan paksa Feli memutuskannya sekarang".Ucap Felisha memohon.
Felisha tampak ragu memberitahu dimana ia tinggal sekarang,hanya takut Ibu mertuanya itu salah paham.
"Maaf mengganggu,tidak sengaja saya mendengar pembicaraan kalian berdua.saya Dokter Zio yang menangani operasi Pak Yudis dan saya teman Felisha".Ucap Zio
"Senang bertemu dokter disini,saya belum mengucapakan terima kasih tadi"Ucap Bu Lora
"Felisha tinggal di apartemen saya Bu,,hanya berdua sama Sakka karena ia tak memiliki tujuan dan saya tidak tau keluarganya dimana jadi sementara saya memintanya untuk tunggal di apartemen kosong milik saya".
__ADS_1
"Sekali lagi terima kasih Dokter,karena sudah berbaik hati pada menantu ku Feli".Ucap Bu Lora tulus
Felisha bersyukur ibu mertuanya tak berpikiran negatif tentangnya.
"Dokter boleh saya berbicara sebentar sama Anda"Tanya Bu Lora
Zio mengangguk setuju Felisha dan Zio berpikir Bu Lora akan membicarakan tentang kesehatan Yudis.
"Bu,,,Feli tinggal sebentar ya,mau melihat Sakka dulu"Pamit Felisha
Setelah melihat Felisha pergi Bu Lora langsung mengatakan sesuatu pada Dokter Zio.
"Dokter Zio boleh ibu minta tolong,bujuk Felisha untuk kembali pulang bersama ibu".
"Maaf Bu itu di luar wewenang saya,Semuanya itu Felisha lah yang lebih berhak menentukan keputusannya,kalau boleh saya memberi saran mungkin Felisha butuh waktu,kesehatan Sakka belum sembuh total pasti pikiran Felisha sekarang belum tenang,biarkan saja dulu ia memenangkan dirinya".
Bu Lora pun hanya bisa bernafas berat.
"Apa ada penyakit serius pada cucuku Dokter???,kenapa Feli tak mengatakan apapun tentang Sakka???"Tanya Bu Lora khawatir
"Sakka harus menjalani operasi usus di usianya yang masih kecil,dan kesehatannya akan terus kami pantau sampai ia benar-benar sembuh".Jawab Zio
"Harusnya ia mengatakannya,astaga Feli kenapa kamu menanggungnya sendirian".Lirih Bu Lora
__ADS_1
"Mungkin waktunya belum tepat saja Bu,karena sekarang ibu pasti sedang khawatir tentang putra ibu dan Felisha tak mau membebani ibu dulu".Zio memberi penjelasan.
Bu Lora menganguk setuju ia pun tak akan maksa Felisha untuk waktu dekat ini untuk pulang.