
Sepanjang perjalanan Varo hanya diam membisu,Sampai kakek membicarakan tentang kesembuhan Gibran hanya dijawab dengan menganggukan kepalanya.
"Apa kamu belum berniat untuk menemui Gibran varo,Saat sadar dia langsung menyebut namamu.Cerita kakek
"Hmmmmmmm,mungkin nanti saja kek,Hari ini aku sangat merasa lelah aku ingin cepat beristirahat".Tolak varo
Kakek ingin sekali menceritakan kebenaran tentang Gibran,tapi melihat kondisi cucunya sekarang dia pun mengulur nya lagi.
"Apa wanita itu mengatakan sesuatu padamu,beritahu kakek kebenarannya jangan ada yang kamu sembunyikan dari kakek.
"Iya kek,,tidak ada yang varo sembunyikan,varo hanya sedikit
"Kalian semua akhir-akhir ini terlalu banyak menyembunyikan sesuatu yang penting dariku,bisakah tidak selalu memikirkan kesehatan ku.ucap kakek lirih
Varo merasa tidak enak hati sekarang dia berada di situasi yang sulit kalau saja wanita itu menyebutkan orang lain tidak akan serumit ini dia harus menyembunyikan semua kebenarannya pada kakeknya.
Bahkan varo berharap orang lain yang tau tentang ini bukan dirinya.
Saat seperti ini Gibran lah orang yang bisa dia andalkan.Tapi dia belum bisa memaafkan Sahabatnya itu
"Apa kau meninggalkan istrimu dalam keadaan aman,situasi belum benar aman kita tidak tahu siapa lagi orang suruhan mereka".Kakek terlihat cemas
Mendengar ucapan kakek,varo pun merasa khawatir.
"Bisa bawa mobil nya lebih cepat lagi.perintah varo.
"Baik tuan muda
"Kenapa kakek tidak memilih menginap dihotel bersama kami,Tanya Varo
__ADS_1
"Aku lebih suka menginap di rumah ku sendiri,kakek membeli rumah itu saat mendirikan perusahaan perhotelan miliknya dinegara ini setiap berkunjung dia selalu memilih tinggal disana.
Waktu Varo mengajak istrinya jalan-jalan ingin sekali dia mengunjungi rumah itu.tapi Meraka memilih pulang karena keadaan tidak aman.
"Ajaklah nanti Tania,dirumah kakek ada Gibran,kamu harus datang ada yang perlu kakek sampaikan padamu.
"Iya kakek,setelah berpamitan varo segera masuk ke hotelnya dan ingin segera menemui istrinya.
Membuka pintu nya dengan perlahan,melihat istrinya sedang tertidur
Ingin sekali dia membangunkan istrinya untuk makan siang,tapi dia urungkan Tania sangat terlihat nyenyak sekali.
Diam memandang wajah istrinya.
"Disisi lain mamaku,disisi lain kakek dan keluargaku,disisi lain kamu istriku.keputusan semua berada ditangan ku saat ini.
Air mata varo tidak terasa mengalir di pipinya.
"Maaf sayang aku harus pergi lagi,aku harus menemukan surat itu.sebelum ada orang lain mengetahuinya,Varo segera keluar kamar dan berpesan pada seluruh bodiguard nya.
"Aku ada keperluan sebentar,Nanti siapkan makan buat istriku,sekarang dia masih tidur jangan sampai kalian lengah terus berjaga,aku tidak mau kejadian kemaren terulang lagi,ucap varo dengan wajah seriusnya.
"Siap tuan muda,jawab mereka serempak
Varo segera menjalankan mobil dan menuju danau hampir dua jam perjalanan yang harus dia tempuh untuk sampai ketempat itu.Detak jantungnya semakin kencang saat memarkirkan mobilnya.
Sebuah rumah terlihat sangat bersih dan terawat walau sederhana seorang wanita tua asik membersihkan halaman.
Varo menghampirinya "Permisi Nek,apa ini rumah bibi Rosalinda",varo dengan tidak sadar mengucapkan nama bibinya.
__ADS_1
Wanita tua itu memandang Varo dari atas sampai kaki.merasa asing dengan kehadiran orang lain
"Kamu siapa ???tanyanya dengan suara khas wanita tua.
Apa yang harus ku katakan pikir varo
sebuah ide mendadak muncul dikepalanya.
"Saya keponakan Bibi Rosalinda
"hah mungkin kah aku sudah tidak waras menganggap wanita itu benar bibiku.guman varo.
"Alvaro???
"Nenek mengetahui namaku,varo merasa keheranan.
Nenek itu mengangguk,melepaskan sapu yang dipegangnya dan mempersilahkan varo untuk masuk dan duduk di teras rumahnya.
Varo melihat sekeliling rumahnya tidak ada yang mencurigakan,varo sempat berpikir saat diperjalanan.mungkin saja wanita itu menjebaknya mendatangi sebuah rumah lalu beberapa penjahat menunggunya.ternyata yang ada dalam pikirannya sangat jauh berbeda.
"Nenek tinggal sendiri disini??
"ya,seperti kamu lihat,apa kamu tahu dimana Rosalinda sekarang??Tanya nenek pada varo
"Apa hubungan nenek dengan Rosalinda,varo tidak menjawab pertanyaan nenek itu
"Aku hanya ibu angkatnya,terakhir aku bertemu dengan nya Dua Minggu lalu kalau kamu bertemu dia suruh dia mengunjungiku.
Varo tertegun mendengar ucapan nenek apa yang harus dia katakan mengenai wanita itu.
__ADS_1
Bahwa wanita itusudah meninggal.