
Beberapa bulan berlalu kandungan Tania sudah makin terlihat membesar Tania sedikit kewalahan saat harus turun dan naik tangga menuju kamarnya.
Varo meminta Bi Rumi menyiapkan Segala keperluan istrinya untuk dipindahkan kekamar bawah ia tak tega melihat perjuangan Istrinya hamil Sikembar ini.gerakan sikembar juga semakin aktif didalam perut ibunya.
Bunda Bella juga semangkin protektif pada Tania.dan pagi ini saat Tania ingin membuat sesuatu didapur.
Varo,Papa Rendi,dan kakek ada keperluan bisnis diluar kota selama Tiga hari.walau Varo merasa berat meninggalkan istrinya.Tania memaksanya untuk ikut karena sangat penting untuk kemajuan perusahaan keluarganya.
"Bilang bunda jangan masak,kalau mau apa bilang nanti Bunda yang buatkan"Bella berdiri dibelakang Tania dan melipat tangan nya didada dan mukanya memasang wajah tak bersahabat ini sudah beberapa kali Tania melanggar bukan tanpa sebab beberapa bulan yang lalu Tania hampir kehilangan bayinya saat terperleset minyak goreng yang tercecer di lantai.Bi Rumi belum sempat mengelap minyak yang tumpah dilantai Karena masih mencari kain pembersih lantainya.
Semua keluarga panik hingga sampai sekarang Tania dilarang mendekati dapur.
"Tania janji lebih hati-hati Bun"Tania menundukan kepalanya ia merasa bersalah."Maafin Tania ya bunda"Tania menatap pada Bunda Bella
Bella melihat dengan tatapan tak tega"Ya sudah bunda gak bisa lama-lama marah sama kamu,jangan diulangi lagi.Bunda sangat khawatir akan kondisi kandunganmu juga sudah semakin besar dan mendekati masa persalinan".Bunda Bella mengingat kan Tania
"Terima kasih bundaku sayang"Tania memeluk Bella karena bundanya begitu sayang dan perhatian terhadapnya.Selama Varo bekerja Bunda Bella yang ambil alih menjaga Tania.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu masak,buat bunda yang kerjakan"Bella melihat kearah meja yang sudah lengkap dengan bahan masakan serta potongan sayur-sayuran.
"Sup sayur,Tania ingin makan yang berkuah-kuah ini juga kesukaan Zain Bun".
"Dimana Zain sekarang,Bunda tidak melihatnya"
"Masih dikamar nya Bun,bersiap -siap mau pergi bersama Aunty Laura".Zain sangat antusias saat Laura menelpon Tania dan meminta ijin untuk membawa Zain ke taman hiburan.dan Tania mengijinkan nya soalnya Zain pergi bersama Aunty Laura dan Uncle Gibran dan sebelumnya Tania juga sudah memberitahu suaminya.
"Mangkanya Tania masak dulu buat Zain sebelum pergi bermain ketaman hiburan".
Tania pun menuju kamar anaknya,"Mama gak bisa ikut Zain pergi sama Aunty"tanya Zain pada mamanya disela Tania menyusutkan rambut putranya.
"Liat perut mama udah makin besar,kurang bebas berjalan dan bergerak"Zain melihat perut mama nya.
Zain melihat perut mama nya memang sudah sangat besar dan akhirnya Zain bisa memahami ucapan mamanya.
"Ayo sudah siap,tapi Zain makan dulu ya,Mama dan grandma Bella masak sup sayur kesukaan Zain".
__ADS_1
"Asikkk makan Sup sayur"Zain sangat menyukai sayur-sayuran seperti Papanya.
Tania pun turun perlahan dari tangga membawa putranya.terdengar suara bell pintu dari luar.
Bi Rumi yang baru saja selesai menjemur pakaian segera keluar dan membuka pintu.
"Selamat pagi Bi Rumi,"Sapa Laura saat pintu sudah terbuka
"Pagi Non Laura,pagi Tuan Gibran,silahkan masuk"Bu Rumi mempersilahkan
"Makasih Bi,,"Laura tersenyum ramah
"Sebentar Bibi panggilkan Non Tania".
"Aduh,,,,,sakit"Tania tiba-tiba meringis memegang perutnya
"Tania,,,,,"pekik Bunda Bella melihat Tania duduk dilantai memegang perutnya.
__ADS_1