
Flash back kejadian ditangga
"Bisakah jalan mu lebih cepat Nona,apa kamu sengaja memperlambat waktu ku,Wanita itu merasa muak dengan Tania
"Kenapa dia bisa menebak jalan pikiranku,gumam Tania didalam hatinya.
Dengan langkah yang gemetar Tania mempercepat laju langkahnya.
"Kalian dimana !!!!dia nampak menghubungi seseorang
"Gadis ini sudah bersamaku,cepat siapkan mobil aku sudah ditangga,waktu kita tidak banyak telat sedikit rencana kita bisa berantakan.Dia masih sibuk dengan ponselnya Tania menggunakan kesempatan ini untuk lari apapun resikonya dia harus berlari dengan kencang.
Wanita itu kaget saat melihat Tania berlari
"Gadis si,,lan!!!! umpatnya
"Berani bermain-main denganku!!!!Lihat saja kalo aku berhasil mengejarmu tak akan ku biarkan lolos begitu saja".Suaranya sangat mengerikan ditelinga Tania.
"Siapapun tolong aku,,,, "Tangis Tania disela dia berlari sekencang mungkin
Wanita itu sudah semakin dekat.
"Gadis bodoh,aku akan membunuhmu sekarang,Dia sudah tidak peduli pesan dari nyonya besar nya.
Pisau siap menghujam apapun dibagian tubuh Tania ,nyawanya sangat terancam
menutup matanya dan kata terakhir darinya.
"Varo aku mencintaimu"
brassssss pisau menancap sempurna diperut nya.
"Aaaaaaaaaaaaaa,tolonggggggggggggg teriak Tania kencang
Sesorang pria tersungkur didepannya dengan darah sudah keluar deras.
"Siapa pria ini dan dari mana dia datang,Wanita itu terlihat marah besar ingin mencabut pisau yang dia tusukan tapi dengan cepat pria itu menahan tangannya.
Flashback on
__ADS_1
"Tania,,,, suara teriakan varo
Mendengar ada yang datang,wanita itu tidak mau mengambil Resiko lebih besar lagi memilih kabur dengan hati yang sangat gusar dan geram.
Varo melihat keadaan istrinya yang kacau dan melihat darah sudah penuh dilantai dan Tania sedang memegang seorang pria yang tersungkur tak berdaya karena kehabisan banyak darah.
"Tania apa yang terjadi memeluk istrinya,kamu terluka"muka Tania sudah pucat pasi.
"Pria itu,,,,, Tania menangis dipelukan Varo.
"Tidak apa-apa kamu melakukan hal yang tepat membela diri dengan membunuhnya,Varo mencoba menenangkan istrinya.
"Aku tidak membunuhnya,dia melindungiku dan tertusuk oleh wanita yang ingin membawaku pergi".Tania mencoba menjelaskan kesalah pahaman Varo
"Cepat tolong dia Varo,dia sudah hampir kehabisan darah".Tania melepas pelukannya
Varo pun mencoba mendekati Pria itu dengan hati-hati membalikan tubuhnya
Dan betapa sangat terkejut bahwa pria itu adalah Gibran sahabatnya.
"Gibran!!!!!!sadarlah
"Siapa dia ,,kamu mengenalnya tanya Tania
"Nanti aku jelaskan" varo segera menggendong tubuh Gibran Yang sudah tidak sadarkan diri
"Tania ambil ponselku hubungi Pak Darko cepat"Varo sedikit berlari menuju lift terdekat
Orang - orang yang tidak sengaja berpas-pasan dengan mereka terlihat shock melihat mereka bertiga penuh dengan darah.
Tania sudah menghubungi pak Darko dan menceritakan singkat kejadian yang menimpanya dan Pak Darko sudah bersiap dengan cepat menghubungi Ambulance rumah sakit terdekat.
Sampai dilantai bawah pak Darko segera mengambil alih Tubuh Gibran.Varo menarik tangan Tania dan tidak mau dia lepas lagi.
Ambulance sudah siap dan pak Darko masuk didalam nya.
Para tenaga medis berusaha memasang peralatan medis yang tersedia mencoba menghentikan pendarahan.dan ambulance mulai menuju arah rumah sakit.
"Siapkan mobil,perintah Varo kita susul mereka" dengan cepat salah satu bodiguard mengambil mobil dengan baju penuh darah
__ADS_1
mereka segera menyusul.
Sampai dirumah sakit dengan cepat para perawat segera memasuki ruang emergency dan siap melakukan operasi.
Tania dan Varo segera turun dari mobil,menghampiri pak Darko
"Tuan muda,bukankah dia Gibran
Varo hanya mengangguk lemah.
"Apa nona tidak terluka,Pak Darko melihat keadaan Tania penuh darah.
"Saya baik-baik saja pak
"Syukurlah,maaf kan saya tuan muda dan nona muda karena keteledoran saya nyawa nona muda jadi terancam.Pak Darko terlihat sangat menyesal.
"Sudah lah pak,saya juga teledor dalam hal ini meninggalkan Tania sendiri".Sesal Varo.
"Pak,jangan beritahu kakek soal ini dulu,aku tidak mau kesehatannya terganggu".
varo mengajak Tania untuk duduk dan menunggu kabar Gibran
"Iya tuan muda,Kak Sarko juga menyampaikan itu".
"Baguslah,oh iya apa kalian menangkap para pelaku,seseorang dari mereka wanita.
"Kami mengamankan tiga pria mereka masih ditahan dihotel,sebentar pihak berwajib segera menjemput mereka.tapi wanita itu berhasil kabur.identitas wanita sudah berhasil dilacak.
"Introgasi mereka bekerja untuk siapa,
"Secepatnya tuan muda.
"Wanita itu sangat jahat varo,Tania mulai menangis lagi
"Tenang lah kita aman sekarang.Varo mencoba memberi ketenangan lagi pada istrinya walau sekarang hatinya sedang dilanda kecemasan.
Varo semakin gelisah menunggu kabar dari para team medis.
"Semoga dia tidak baik-baik saja,doa Varo.
__ADS_1