
Setelah puas berkeliling mengenang masa-masa SMA Laura mengajak Tania untuk pulang.
Gibran membuka pintu mobil untuk Laura,dan Varo menerima telpon dari kakek Royan bahwa mereka harus berhati-hati.
"Apa perlu ku tembak Sekarang,Ronal bertanya pada bos besarnya melalui Video call"
"Kalo waktunya tepat,jangan ragu tembak saja"perinta Bosnya
Ronal mengarahkan bidikan senjata tepat dikepala Tania
"Ini akan jadi berita Menggemparkan,Menantu kesayangan keluarga Mahardika mati tertembak"Ronal Berucap dan tersenyum sinis.
Selang beberapa waktu
Duarrrrrr!!!!!!!!!!!!!!!!!!!terdengar suara tembakan keras
"Kyaaaaaaaaa!!!!!!!!!"teriak semua orang yang berada disana kaget dan panik.
"Sial,,,harus gagal!!!!!!!!!!"Tembakannya meleset
"Angkat tanganmu"Suara seseorang memerintah pada Ronal dan dengan cepat mengambil senjata Ronal.
"Siapa kalian"Tatap Ronal tajam tanpa perlawanan karena dia kalah jumlah
"Tidak perlu tau siapa kami,Sekarang ikut kami memborgol tangan Ronal dan menyeret paksa Ronal keluar"
__ADS_1
Varo dan Tania yang masih shock dan terdiam mematung.
"Sayang"Varo merengkuh istrinya kepelukannya
"Varo,Tania Kalian gak apa-apa kan"Gibran memastikan mereka berdua tidak terluka.
"Ta,,Nia,,"Suara Laura bergetar ia tidak bisa membayangkan kalau saja Sahabatnya tertembak
"Gibran cari dimana penembak itu,mereka gak boleh lolos"Dan bersamaan para bodiguard yang sudah kakek tugaskan keluar membawa Ronal dan rekannya.
Sebelum penembakan
Setelah menutup panggilan dari kakek Royan
Varo membuka pintu untuk Tania tanpa sengaja Tania menjatuhkan Ponsel ditangannya dan reflek
Melihat Ronal keluar dengan tangan terborgol
Varo dan Gibran langsung mendekat dan memberikan bogem mentah dan tumbukan pada perut Ronal.
Akibat pukulan kuat Ronal tersungkur dan mengeluarkan Darah segar dari mulutnya.
"Siapa yang menyuruhmu!!!!!!"Varo bertanya dengan penuh amarah
"Bawa dia kekantor polisi nanti kita korek informasi lebih lanjut lagi"Saran Gibran karena melihat kondisi yang panik dan kacau disini.orang-orang semua terlihat shock dan ketakutan dengan apa yang terjadi..
__ADS_1
"Tania hiks,hiks,hiks"Laura terus memeluk Sahabatnya itu.
Tania masih diam membisu.
"Gibran antar mereka berdua pulang,aku akan ikut para bedebah ini kekantor polisi"perintah Varo"Dan tetap waspada"lanjut Varo lagi.
"Baik nanti aku akan menyusulmu"Gibran Mendekat kearah Tania dan Laura.
"Sebaiknya kita pulang dulu,aku akan mengantar kalian habis itu aku menyusul Varo kekantor polisi"
Laura mengangguk setuju dengan pelan menyuruh Tania duduk didalam Mobil.dengan cepat Gibran mengendarai mobilnya tidak memerlukan waktu lama Mereka sampai dikediaman Mahardika.
Bunda Bella yang sudah menerima informasi dari Kakek Royan menunggu dengan cemas dan Saat melihat Mobil Varo masuk halaman Bunda Bella langsung berlari ingin memastikan Tania dan semua Baik-baik saja.
Gibran membuka pintu mobil dan Tania perlahan turun,Bunda Bella memeluk Tania erat.
"Kamu baik-baik saja kan Tania"air mata Bunda Bella sudah mengalir deras.
Tania hanya mengangguk,saat ini ia masih Shock dan belum mampu untuk berbicara.
"Bunda bawa Tania masuk,dia perlu beristirahat,Aku akan menyusul Varo ke kantor polisi,dan kamu Laura aku meminta bantuan mu temani dulu Tania"
Laura menganggukkan kepalanya dan Gibran secepatnya kembali menemui Varo.
"Pantas saja Zain hari ini rewel tidak seperti biasanya,ternyata ada kejadian ini"ucap Bella masih berurai air mata.
__ADS_1
Laura ikut menggandeng Tania menuju kamarnya.