
Gibran menyerahkan Kue pada Tania."Tadi aku,Varo dan Laura singgah ditoko kue bentar".Tania mengambil bungkusan kue ditangan Gibran
"Laura duduklah sebentar"
"Aku telpon ibuku dulu ya,aku lupa mengabari nya mampir kesini"Bisik Laura ditelinga Tania
"Iya,aku ingin menyiapkan kue-kue ini"
"Aku bantu ya"Laura meletakan kue khusus buat Tania dan keluarganya setelah selesai menata kue Laura menghubungi Ibunya.
Gibran terus memandang Laura dari kejauhan
"Dia gadis yang kamu suka kan"Bunda Bella mengagetkan Gibran
Gibran gak bisa mengelak karena tebakan bunda Bella sangat tepat.
"Bunda kok bisa tau"tanya Gibran
"keliahatan dari cara mu memandangnya"
Wajah gibran terlihat murung
"Lha kenapa murung"Tegur bunda
"Sepertinya dia sudah punya kekasih Bun"Lirih Gibran
"Masa sih,tadi dia bilang masih single kok"Protes bunda Bella
"Tapi katanya tadi mau nemuin si ganteng sebutan untuk pacarnya".Ucap Gibran
"Masa sih Laura bohong sama Bunda"pikir bunda didalam hati
"Ya sudah,yang sabar.stok gadis bunda masih banyak buat kamu kok"hibur Bella yang malah membuat Gibran menggeleng kan kepalanya tanda tidak setuju.
Laura sudah memberitahu ibunya dan kembali membantu Tania.
__ADS_1
"Tania Mana Zain,aku sangat ingin bertemu dengannya"ucap Laura
"Tunggu ya aunty cantik,Tadi Zain masih Bobo".
"Iya Aunty udah gak sabar ketemu Zain,pengen nyubit"Canda Laura
Tania tertawa kecil mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Gibran bisa aku meminta bantuan mu"Tania meminta Gibran untuk membawa kue ketaman belakang.
"Tentu"jawab Gibran dan membawa semua kue ketaman untuk mereka menikmati sore sambil minum teh hangat.
"Aku bantu ya"Laura tanpa sengaja memegang tangan Gibran karena hampir bersamaan ingin membawa kue.
Laura melepas langsung dan wajahnya sedikit bersemu merah jantungnya berdetak sedikit cepat
"Perasaan apa ini"Pikir Laura bingung
"Maaf"Ucap Laura singkat
Bunda Bella yang melihat tingkah mereka hanya tertawa kecil.
Varo sudah bersiap turun dan melihat Zain putranya keluar dari kamarnya
Varo mendekati putranya,"jagoan Ayah udah bangun rupanya"Varo langsung menggendong putranya.
"Ayah Zain belat"Ucapnya
"Ayah masih kuat gendong Zain"Varo menuruni tangga perlahan.
Tania baru saja ingin mengambil Zain melihat Suami dan anaknya malah sudah turun.
"Sayang langsung aja bawa Zain ke taman belakang"Tania pun segera kembali ke dapur untuk menyiapkan Minum.
Varo mengangguk dan menuju kearah taman belakang.
__ADS_1
Zain melihat seseorang yang dia kenal karena hampir setiap hari selalu melakukan panggilan Video call sama mamanya
"Aunty cantik"Teriaknya dan meminta Ayahnya menurunkannya dari gendongan
Laura menoleh mencari sumber suara dan melihat anak kecil berlari padanya
"Ya sigantengnya Aunty"membuka tangannya lebar untuk menyambut Zain kedalam pelukan nya.
"Zain ternyata ingat sama Aunty ya"Tanya Laura haru,karena mereka hanya sering bertemu lewat Video call.
Varo dan Gibran tersenyum senang melihat kedekatan Laura dengan Zain walau belum pernah bertemu langsung.
"Aku yakin Laura gadis yang penyayang,itu sebabnya aku menyukainya"gumam Gibran
"Eh tunggu dulu"Gibran memikirkan sesuatu "Tadi Laura memanggil Zain si ganteng,jadi yang Laura maksud itu Zain ya"Astaga melihat kearah Varo meminta pembenaran.
"iya siganteng itu Zain"jawab Varo
Gibran memukul Jidatnya,"Kalo aku tau,ngapain aku cemburu"
"Hahahahahaha itu tandanya cinta"goda Varo
"Benar juga ya"Ucap Gibran jujur
Varo tersenyum dan merasa senang karena Ia selalu berharap Gibran akan menemukan gadis yang baik dan Varo setuju Bila Gibran memilih Laura.
"Ganteng,ini Aunty bawakan kue.moga suka ya"Laura memberi sekotak kue rasa Vanila pada Zain
Zain mengambil pemberian Laura"Makacih Aunty"Ucapannya membuat Laura gemas dan menciumnya berkali-kali.
Tania datang dan meletakkan minuman didekat kue yang sudah tertata rapi dimeja taman.
"Zain langsung mengenalimu Laura"Tania tersenyum
"Gimana gak kenal tiap hari video call sama siganteng,mungkin Sampai dia bosan hehehehe"Laura mengajak Zain untuk duduk dan menyuapi kue kedalam mulutnya.
__ADS_1