Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.73


__ADS_3

Dihotel Tania merasa gelisah karena Varo belum ada kabar hari sudah semakin malam.


Ponselnya dihubunngi juga tidak bisa.


Berkali-kali menanyakan pada bodiguard dan tidak ada yang mengetahui keberadaan varo.


Varo melihat ponselnya beterai habis


"Tania pasti menelpon ku,,,,dengan segera menyambung USB dimobilnya untuk mencarger ponselnya.setelah terisi sedikit varo segera menyalakannya dan tertera dilayar ya 20 panggilan tak terjawab.


"Ya,Tuhan pasti istriku sangat khawatir saat ini.varo segera menelpon balik istrinya.


Melihat kelayar ponsel Varo calling ,Tania dengan cepat mengangkat telponnya.


"Va,,,rooo kamu dimana?????Tania sudah mulai menangis


"Sayang tenang lah aku sudah dijalan pulang,tunggu aku sebentar lagi sampai,maaf ponselku kehabisan baterai".


"Aku takut,terjadi hal yang buruk padamu.hiksss hiksss Tania masih menangis


"Aku baik-baik saja sayang sedikit ada masalah dengan mobilnya ,ucap varo berbohong


"Cepatlah pulang,aku menunggumu". Tania berhenti terisak mendengar penuturan suaminya.

__ADS_1


'Iya sayang,jangan lupa pesan makan malam kebetulan aku lapar sekali ini.


"iya,jawab Tania singkat


"Ya sudah ponsel sedang aku charger,aku sudah segera pulang


mereka pun sama-sama menutup sambungan telponya.


Tania sedikit bernafas lega.


Disuatu tempat seseorang sedang berbicara dengan serius.


"Gimana hasil penyelidikan mu apa ada perkembangan siapa yang membuat Bella kecelakaan,istriku meninggal bukankah kamu sudah menyelidiki kasus nya bertahun-tahun kenapa belum menampakan hasil sampai Sekarang!!!!!Kakek Royan terlihat gusar


"Aku sudah banyak menghabiskan uang buat kalian agar bekerja lebih efektif,aku mempercayai kalian karena anjuran dari menantuku Rosi,kalau saja aku tahu lebih awal kerjaan kalian sangat kacau sudah lama aku menendang kalian keluar dari penyelidikan ini,aku sangat membuang waktuku selama ini.Kakek terlihat sangat sedih dan kecewa


"Kami akan bekerja lebih optimal lagi ,beri kami kesempatan pria itu memohon pada Kakek".walau permohonan mereka tidak ikhlas


"Aku tidak mau mengulangi kesalahan pada orang yang sama lagi Bobi ,mulai saat ini kamu dan anak buahmu tidak ada lagi hubungan dengan keluarga Mahardika".Ucap kakek lantang


Bobi merasa gelisah,,memikirkan bagaimana cara agar bisa tetap mendapatkan kepercayaan Tuan mahardika.


Melihat semua pada bengong, kakek berucap lagi

__ADS_1


"Apalagi yang kalian tunggu cepat angkat kaki dari hadapanku.usir kakek


"Dasar kakek tua tunggu saja pembalasan ku"


Gumam Bobi karena harga dirinya merasa di injak-injak.


Sarko mendekati kakek "Akhirnya tuan besar mengambil keputusan tepat".ucapnya pada kakek


"Seharusnya aku lebih mendengarkan mu dari pada Rosi yang selalu meyakinkan aku mereka para penyelidik handal".


"Tapi sekarang ini aku tidak bisa mempercayai siapapun lagi,hal sebesar ini saja kalian semua merahasiakannya padaku.ada wajah kecewa Dimata kakek Royan


Sarko menyadari kesalahannya.


"Maaf kan saya tuan besar,kami tidak bermaksud menyembunyikannya darimu,tapi kami sangat mengkhawatirkan kondisimu".


"Sebab itu aku hanya mengirim Gibran,aku sangat percaya sepenuhnya padanya,tapi malah dia yang terluka,demi menyelamatkan Nona muda".Sarko mencoba memberi penjelasan


Kakek kali ini hanya diam,karena dia sedikit bosan dengan alasan kesehatannya.


"Jadi tuan besar mau kemana?


"Sebenarnya ingin sekali mengunjungi cucu-cucuku tapi karena sudah malam sebaiknya kita pulang saja aku juga mengkhawatirkan Gibran dirumah kondisinya belum benar pulih".Kakek pun berjalan pelan menuju mobil dan Sarko segera mengikuti langkah Tuan besarnya.

__ADS_1


__ADS_2