Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Capter Bonus 1


__ADS_3

Zio sekarang lebih fokus pada pekerjaannya,Keahlian dan kemampuannya sebagai Dokter tidak diragukan lagi.


Sifat cuek dan dinginnya mulai berubah semenjak Ia selalu dihadapkan dengan pasien anak-anak yang sedang berjuang untuk sembuh dari penyakit yang diderita para pasiennya.


Zio harus pandai mencari cara untuk menyemangati para Pasien nya dan memasang wajah ceria,sehingga kebiasaan untuk menghibur itu menjadi terbiasa ia bawa saat menghadapi para pasien dewasa sampai lansia.


Semua pasien sangat suka dengan kepribadian Dokter muda itu.


"Dokter Zio,ada pasien anak-anak baru masuk di UGD usia 10 tahun bernama Alea,dari catatan medisnya ia menderita gagal jantung".Suster Fifi memberitahu Zio.


Mendengar laporan langsung dari Suster Fifi Zio langsung segera berdiri dari kursi yang ia duduki belum lama karena baru saja selesai menjalankan operasi Usus buntu remaja usia 15 tahun.


"Aku akan melihat langsung keadaannya".Ucap Zio


Suster Fifi merasa tidak tega karena pasti dokter Zio sangat lelah hari ini,tapi kondisi mengharuskan Dokter Zio yang harus turun tangan Saat ini,Dokter Hardi Spesialis penyakit jantung sedang cuti sakit udah seminggu.


Suster Fifi pun mengikuti langkah Dokter Zio setengah berlari.

__ADS_1


Tiba diruang UGD Dokter Zio langsung memeriksa keadaan Alea yang sudah tak sadarkan diri.


Ibu Alea terus menangis histeris melihat keadaan anak semata wayangnya itu.


"Ibu tenang ya,dan berdoa untuk kesembuhan anak Ibu,Kami akan berusaha semampu kami untuk menyelamatkannya"Suster Fifi berusaha menenangkan Ibu Alea yang histeris


Ucapan Suster Fifi membuat Ibu Alea akhirnya bisa menenangkan dirinya walau air matanya belum bisa berhenti mengalir,tapi Histerisnya bisa Ia kendalikan.


"Dokter Zio apa yang harus kita lakukan,Detak jantungnya melemah,ia harus segera Operasi Jantung sekarang"Ucap Dokter Juna


Dokter Zio mulai berpikir keras,ia belum pernah mencoba Operasi Jantung,ini sangat beresiko bagi keselamatan pasien.


Karena rasa kemanusiaan dan yakin bahwa pertolongan Allah pasti ada Zio segera mengambil keputusan untuk operasi.


"Dokter Juna kita lakukan Operasi bypass Jantung segera".Perintah Dokter Zio pada rekan kerja sekaligus sahabatnya waktu kuliah.


"Baik Dokter Zio,Suster Fifi dan lainnya siapkan ruang operasi sekarang".Titah Dokter Juna pada semua suster yang ada diruangan UGD.

__ADS_1


"Siap Dok"Jawab mereka serentak


Setelah persetujuan dari Ibu Alea Dokter Zio dan Dokter Juna pun segera melakukan Operasi untuk Jantung Alea.


Semua alat medis sudah terpasang sempurna.


"Kita mulai,Bismillah"Ucap Dokter Zio dan mendapat anggukan dari para rekan kerjanya.


Dokter Zio memulai membedah jantung Alea.


Jangan ditanya jantungnya juga berdegup kencang,Hanya berbekal dari pengalaman melihat Dokter Hardi dan juga belajar dari beberapa buku akhirnya Zio memberanikan diri untuk melakukannya,apalagi Dokter Juna meyakinkan Zio ia pasti bisa.


Dokter Zio mulai melakukan pencangkokan pembuluh darah yang sehat dari bagian tubuh lain ke pembuluh darah jantung yang tersumbat.


Pembuluh darah baru ini kemudian akan menggantikan fungsi pembuluh darah jantung yang rusak untuk mengalirkan darah dan oksigen ke area jantung yang mengalami kekurangan pasokan darah.


Dokter Zio berharap operasi ini bisa berhasil karena ia sudah berjanji pada Ibu Alea akan melakukan yang terbaik untuk Alea.

__ADS_1


Suster Fifi terus mengelap keringat Dokter Zio dan Juna bergantian.


__ADS_2