Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 230(Ctb)


__ADS_3

Kinara melihat lagi


Inilah saat yang paling ditunggu Zain dan Tania,Dokter akan melepas perban pada mata Kinara.


Dengan detak jantung yang tak menentu Zain terus fokus pada Dokter imanuel yang dengan perlahan membuka perban Kinara,sedikit demi sedikit perban mulai terlepas.


"Buka mata Secara perlahan Nyonya Kinara"Dokter imanuel memberi instruksi saat semua perban sudah terlepas sempurna.


Kinara pun membuka matanya perlahan dan pandangannya masih terlihat samar-samar pada sosok pria berbaju Biru Dongker dihadapannya.sampai akhirnya ia bisa melihat dengan jelas siapa pria itu adalah Suaminya Zain yang tersenyum manis padanya.Sedikit berubah dari Wajah Zain namun Kinara masih mengenalinya,semakin terlihat tampan.


"Mas aku bisa lihat kamu"Kinara berucap airmatanya sudah mengalir deras dipipinya.


Zain langsung memeluk istri tercintanya.


"Jangan nangis,Mas bersyukur kamu bisa melihat lagi"Zain terus mencium pucuk kepala Kinara.


Tania pun menghapus airmata yang juga jatuh dipipinya ia terharu dan juga bahagia atas keberhasilan operasi mata Kinara.Tania pun tak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada dokter yang selama ini sudah memberikan perawatan terbaik untuk menantunya.


Zain melepas pelukannya dan menghapus airmata Kinara.

__ADS_1


Dokter imanuel kembali memerikasa mata Kinara dan tersenyum senang setelah melihat hasilnya.


"Selamat Tuan Zain,Nyonya Kinara sudah melihat dengan Normal kembali,hanya perlu beberapa hari lagi melihat perkembangan nya,Setelah itu sudah bisa pulang".ucap Dokter Imanuel


"Terima kasih Dokter Imanuel"Ucap Zain dan menyalami Dokter Imanuel sebagai ucapan terima kasih karena, selama ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan mata istrinya.


"Sama-sama Tuan Zain"Dokter Imanuel itu tersenyum ramah.


"Aku ingin lihat mama"Pinta Kinara


"Sayang ini mama"Tania mendekat kearah Kinara dan mengusap pipi Kinara lembut.


"Mama cantik sekali,akhirnya Kinara bisa lihat mama"ucap Kinara ia sangat bahagia bisa melihat semua orang yang ia sayangi.


"Mama akan beritahu papa,dan Ayahmu Kinara"Tania mengusap lembut rambut Kinara dan meraih ponselnya untuk memberi kabar Kinara saat ini.


Semua keluarga merasa bersyukur atas lancarnya operasi Kinara dan tidak sabar untuk menunggu kepulangan mereka bertiga.


Setelah hampir tiga hari keadaan Kinara semakin menunjukan perkembangan yang baik pada matanya.Dokter Imanuel pun memberi izin Keluarga mahardika bisa pulang kembali ke Indonesia.

__ADS_1


Setelah semua siap Zain pun membawa pulang Kinara ke hotel tempat mereka menginap selama si Singapura.


Tania pun memilih lebih dulu masuk kekamarnya untuk berbenah sebelum Meraka bertiga kembali pulang.


Zain masih menggandeng tangan istri nya menuju kamar mereka.


Zain dan Kinara pun langsung segera membersihkan diri dikamar mandi.


Zain terus memandangi wajah istrinya yang sekarang lebih terlihat sering tersenyum.


Zain memeluk istrinya saat Kinara menyisir rambut nya didepan cermin.sambil terus mencium tekuk leher Kinara.


"Mas geli"Lirih Kinara


"Boleh kah mas memintanya sekarang"Zain sudah terbawa suasana,selama ini ia mencoba menahan semuanya,karena kinara setelah menikah belum memberikan kewajibannya pada suaminya.


Karena awal menikah Kinara sedang kedatangan tamu bulanan setelah itu Zain sibuk untuk mempersiapkan keberangkatan istrinya operasi,Jadi sangat sedikit waktu untuk bermesraan mereka.dan sekarang adalah waktu yang tepat buat keduanya.


"Sayang boleh kah"Zain menatap Kinara

__ADS_1


Kinara mengangguk setuju


__ADS_2