
Gibran melajukan mobilnya cepat ke arah rumah sakit terdekat.
"Laura bertahan lah,kumohon bertahanlah,,,,"Suara Gibran terdengar pilu melihat gadis yang ia cintai bertaruh nyawa.
Mobil Gibran sudah memasuki halaman tepat di depan UGD Gibran segera berlari kedalam meminta bantuan.
para team medis dengan cepat mengeluarkan Laura dan menuju ruang operasi secepatnya.
Gibran hanya bisa menunggu diluar,pikirannya sangat kacau sekali.
"Ya tuhan selamatkan Laura ku"Pintanya
Varo dan Tania ikut menyusul dan beberapa Bodiguard dibelakang mereka.Varo terpaksa mengijinkan Tania karena istrinya memohon ingin menemui sahabatnya yang sudah berkorban nyawa untuknya.
"Gimana Laura"Tania terisak saat melihat Gibran yang penuh darah dari Laura
"Gibran"Tania mengguncang bahu Gibran yang hanya menangis
"sayang ku mohon tenang lah"Varo memeluk Tania
"Gimana aku bisa tenang,sahabatku"Tania menangis dipelukan suaminya.
__ADS_1
"Berdoa lah agar Laura selamat"Varo terus menyemangati Tania
"Semua gara-gara aku"Tania merasa bersalah
"Jangan menyalahkan dirimu lagi,Saat diposisi Laura kamu juga akan melakukan hal yang sama kan"
"Aku gak siap kalau terjadi apa-apa dengan nya Varo".lirih Tania dan memeluk suaminya erat.
Varo sebenarnya cemas dan merasa bersalah juga karena dirinya lah penyebab dari semua masalah ini.dan semua orang yang tidak berdosa menjadi Korban.
Menunggu beberapa jam akhirnya dokter keluar dari ruang operasi.
"Dokter gimana keadaan Laura"Gibran langsung menghampiri.
mendengar penjelasan dokter Gibran merasa sedikit tenang.
"Kami bisa menemuinya kan dokter"ucap Tania antusias ia ingin segera menemui sahabatnya itu.
"Tunggulah sebentar ia juga belum sadarkan diri,Nanti setelah dipindahkan keruang rawat kalian boleh menemuinya"pesan dokter Tania pun mengangguk mengerti.
Laura didorong keluar menuju ruang perawatan dengan wajah yang pucat pasi.Air mata Tania mengalir deras melihat keadaan sahabat nya.
__ADS_1
"Sayang apa kamu sudah menghubungi Orang tua Laura"Varo baru sadar
"Sudah mereka ternyata berada diluar kota dan akan segera kembali secepatnya".ucap Tania lirih
"Ya sudah tenang lah,sekarang Laura sudah melewati masa kritisnya,ayo kita keruangan nya".
"Apa yang harus ku katakan pada Ayah dan ibu Laura"lirih Tania
"Aku akan ikut memberitahu mereka kejadiannya,tenang lah aku bersamamu"Varo mencium kening istrinya lembut.
Tania bersyukur Varo selalu memberinya semangat yang membuat ia juga harus kuat.
Gibran lebih dulu masuk diruangan Laura.melihat dengan rasa haru gadis yang ia kagumi sejak lama harus terbaring lemah.
"Cepat sadar ya"bisik Gibran ditelinga Laura dan mengusap kepala Laura lembut.
Varo dan Tania pun memasuki ruangan Tania.memperhatikan Gibran dengan perasaan senang.Tania yakin Gibran adalah pendamping yang tepat buat Laura mereka memiliki banyak sekali persamaan rela berkorban demi orang yang ia sayangi salah satunya.
"Kita beri waktu buat gibran ya sayang"ucap Tania,dan Varo setuju lalu membawa Tania keluar dan duduk di depan ruang inap Laura.
Dari jauh polisi mendatangi Varo dan memberi kabar Sarah juga selamat namun masih dalam keadaan kritis.
__ADS_1
"Perketat penjagaan,aku tidak mau dia berusaha mencelakai orang lagi"Perintah Varo
Polisi itu pun mengerti dan pamit untuk pulang kembali.