Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Capter Bonus 2


__ADS_3

Waktu operasi Alea memakan waktu hampir 4 jam,Sempat terjadi sedikit insiden namun dengan sigap Dokter Juna turun tangan membantu dan akhirnya operasi berhasil.


Wajah lega menghampiri semua Dokter dan tenaga medis yang terlibat langsung saat operasi berlangsung.Sungguh keputusan besar dan sulit yang harus berani mereka semua ambil.Dan terbayar sudah Alea bisa terselamatkan dan menunggu masa pemulihan.


"Anda hebat Dokter Zio"Puji Suster Fifi


"Selamat atas keberhasilannya Dok"yang lain juga memberi selamat pada Dokter Zio.


Dokter Juna memberi sekilas pelukan untuk sahabatnya itu"Congrulation bro"


Dokter Zio merasa terharu "Aku juga sangat berterima kasih dengan kerja sama kalian,aku berhasil karena atas izin Allah dan dukungan kalian semua".Ucap Zio tulus.


Semua pun merasa bersyukur Para Suster pun bersiap untuk memindahkan Alea dari ruang Operasi keruang perawatan khusus.


Dokter Zio memilih untuk membersihkan diri terlebih dulu sebelum ia kembali keruang perawatan Alea untuk memantau perkembangan.


Ibu Alea yang cemas menunggu kabar tentang Putrinya sangat bahagia saat melihat Alea sudah keluar dari ruang operasi dibawa oleh para tenaga medis.


"Operasinya berjalan lancar Bu,Alea akan dibawa keruang perawatan menunggu sampai ia sadar kembali".Suster Fifi menghampiri Ibu Alea.

__ADS_1


"Terima kasih Suster"Ibu Alea merasa lega saat mendengar kabar putrinya.


"Kami akan memindahkannya sekarang Bu, Ibu bisa menjenguknya saat kami sudah selesai saya akan memberitahu Ibu".Ucap suster Fifi


Ibu Alea pun mengangguk mengerti.ia hanya bisa mengikuti keruangan mana Alea dibawa oleh Team medis.


Dokter Zio memandang wajahnya dicermin didepan wastafel setelah membersihkan wajahnya dengan air.


Akhir-akhir ini ia sering lembur di rumah sakit,Untunglah Mama Tania dan Papa Varo bisa mengerti kesibukan Zio.


"Ini seperti mimpi aku melakukannya,terima kasih Ya Allah atas ijin mu aku bisa menolong anak itu"Ucap Zio dengan rasa haru yang tak bisa ia ungkapkan dihatinya.


Setelah selesai membersihkan diri Zio pun bergegas untuk kembali,Ia ingin melihat perkembangan Alea.


"Cepat sadar ya Alea"Doa Suster Fifi


Ibu Alea terus menunggu didepan pintu menunggu Suster Fifi menyuruhnya untuk masuk melihat keadaan Putrinya.


Dokter Zio berjalan mendekati ruang perawatan bersama Dokter Juna.Namun langkahnya terhenti dengan panggilan seseorang.

__ADS_1


Seseorang itu adalah Ibu Alea.


"Dokter apa boleh saya masuk sekarang,saya ingin melihat Alea"Pinta Ibu Alea pada Dokter Zio yang baru masuk ingin memeriksa perkembangan Alea.


"Kami akan periksa kondisi Alea sebentar ya Bu,nanti kalo Alea sudah dinyatakan aman nanti Ibu sudah boleh masuk".ucap Dokter Juna ramah.


Lagi-lagi Ibu Alea hanya mengangguk dan dengan sabar menunggu para Dokter mempersilahkannya untuk masuk.


"Gimana tekanan darah nya Alea?"Tanya Zio pada Suster Fifi yang masih mengganti kantong infus yang baru.


"Normal Dok,dan detak jantungnya mulai stabil"Lapor Suster Fifi


"Jangan lupa juga perhatikan bekas jahitannya,Kita akan menunggu sampai ia sadar kembali"Ucap Dokter Juna


"Iya Dok"Balas Suster Fifi


"Tadi aku sempat menelpon Dokter Hardi,menanyakan apa tindakan selanjutnya dalam masa pemulihan Alea,nanti setelah Alea sadar,segeralah selang pernapasannya dilepas,bantu Alea untuk batuk dan mengambil napas panjang setiap 1 jam sekali. Proses ini mungkin akan terasa nyeri, tapi sangat penting dilakukan agar tidak terjadi penumpukan dahak di paru-paru yang dapat menyebabkan pneumonia".Dokter Zio memberi penjelasan lebih detail pada Suster Fifi jika nanti Alea sudah sadar.


"Baik Dok"Sahut suster Fifi

__ADS_1


"Hari ini aku serahkan semua tugas padamu Dokter Juna,aku udah janji makan malam bersama keluargaku"Ucap Zio


"Siap laksanakan"Balas Juna


__ADS_2