
Beberapa bulan ini Kesibukan Zio sebagai dokter semakin bertambah,banyak pasien yang harus ia tanganin.
bahkan ia sering lembur dan menghabiskan waktu dirumah sakit.Bersyukur sekali ia memiliki keluarga yang sangat mengerti kesibukannya.
Hari ini ada pasien bayi berusia dua bulan dalam keadaan kritis.Dokter Zio memeriksa riwayat sang bayi yang ternyata lahir secara prematur.
"Dimana keluarga bayi ini keadaannya sudah sangat lemah dan perlu tindakan operasi segera??"Tanya Zio
"Tadi yang mengantar bayi ini hanya Ibu nya Dok dalam keadaan menangis meminta ku menyelamatkan bayi nya".Ucap suster Susi yang bertugas hari ini.
"Dimana ibunya"Tanya Zio lagi
"Saya akan mencarinya Dok,tadi saya memintanya untuk menunggu diluar".Suster Susi pun segera mencari keberadaan Sang ibu bayi.
"Maaf apa anda ibu dari bayi tadi"Tanya suster Susi ragu ia baru memperhatikan Ibu bayi itu ternyata masih sangat muda
"Iya sus,gimana keadaan bayi ku"Tanya gadis itu sambil berlinangan air mata.
"Harus dioperasi segera ususnya mengalami masalah,tapi anda harus menyelesaikan administrasi dulu dan tanda tangan persetujuan untuk melakukan operasi".
Gadis itu nampak tertegun sesaat.ia bingung harus membayar operasinya dengan apa,sekarang ia tak punya uang yang cukup untuk membayar administrasinya
Namun ia tak ingin Bayinya dalam bahaya.
__ADS_1
"Suster saya tidak punya uang cukup sekarang,bolehkan saya membayarnya nanti,bisa kah saya menyicilnya".Pinta ibu bayi itu
"Maaf saya tidak punya wewenang untuk itu,saya hanya menyampaikan prosedur dirumah sakit ini aja Bu".balas suster Susi
"Dimana saya harus meminta pertolongan Sus,saya tak punya keluarga"
Suster Susi merasa iba,tapi tak ada yang bisa ia lakukan untuk membantu sang ibu bayi.
"Maaf suami mba dimana??"Tanya Suster Susi
"Jangan tanyakan lelaki brengsek itu Sus,bagiku ia sudah mati".Wajah si Ibu bayi menjadi marah saat suster Susi menanyakan keberadaan suaminya.
"Maaf saya tidak bermaksud menyinggung"Ucap Suster Susi tulus.
Dokter Zio melihat Suster Susi sedang menenangkan seseorang yang menangis histeris.
"Mba tenang ya,nanti saya bicarakan dengan para Dokter gimana solusinya".Suster Susi nampak kewalahan menenangkan Ibu sang bayi yang menangis.
"Ada apa ini???"Tanya Dokter Zio
"Dok,ini ibu dari bayi yang akan kita operasi"Sister Susi mencoba menjelaskan
Dokter Zio mengangguk dan mencoba ikut menenangkan Ibu sang bayi.
__ADS_1
"Masih sangat muda sekali"Bathin Zio saat melihat wajah sang ibu bayi.
"Saya dokter yang akan mengoperasi bayi anda Nona,Bayi Nona kritis.ambil keputusan secepatnya agar kami bisa langsung segera bertindak".
"Saya mau bayi saya selamat dok,tapi kata suster harus membayar administrasi berupa uang,Saya gak punya uang cukup tapi saya janji akan menyicilnya dok".
Dokter Zio mencerna setiap ucapan dari ibu sang bayi.
"Dimana keluarganya"Dokter Zio sedikit berbisik pada Suster Susi.
Suster Susi meminta dokter Zio agar menjauh sedikit dari Ibu sang bayi,karena ingin memberitahu Dokter Zio pelan tentang kejadian sebelumnya kenapa sampai Ibu muda itu menangis.
"Bawa bayi keruang operasi segera"Ucap dokter Zio
"Tapi dok,Nona itu belum membayar administrasi".
"Tadi kamu denger dia akan menyicilnya,ia sedang kesulitan sekarang,tugas kita membantunya".
"Bagaimana kalau dia berbohong Dok".Ucap suster Susi ragu
"Seorang ibu akan melakukan apapun demi keselamatan anaknya,aku bisa melihat kejujuran dimatanya,walaupun ia tak bisa membayar aku yang akan menanggung semua biaya operasinya,anggap saja ini sebagai amal buat kita".Ucap dokter Zio tulus.
Suster Susi hanya bisa mengangguk setuju dengan ucapan Dokter Zio.
__ADS_1