
"Kak Zio ikut gak kepanti"Tanya Zia yang masih sibuk memasukan beberapa bingkisan untuk anak-anak panti.
"Kak Zio gak ikut hari ini Zia,coba ajak Abang Zain"
"Abang Zain harus ikut papa hari ini keluar kota,papa dapat telpon dari Om Andre ada sedikit masalah sama perusahan cabang"
Zia sedikit cemberut karena hari ia sangat membutuhkan Zio untuk membantunya mengangkat semua bingkisan yang lumayan berat untuk ukuran gadis kecil seperti Zia.
"Kok kak Zio gak tau ya???"
"Iya lah Kak Zio udah terbang ke alam mimpi tadi malam,Saat Papa dapat telpon".
"Oh,,,"Zio mengangguk mengerti
"Kak Ikut ya,Kasian aku,mama dan Sya harus mengangkat semua ini"Tunjuk Zia pada box-box yang sudah berisi beberapa keperluan panti.
Zio terbelalak melihat semua barang yang sudah siap angkut kedalam mobil itu.
"Astaga kapan kalian menyiapkan semua ini"Zio geleng-geleng kepala
"Ya saat kak Zio masih dialam mimpi juga,Bangun nya kesiangan".Cibir Zia
"Ya sudah Kak Zio ikut"
"Nah gitu donk kembaranku yang ganteng,baik hati dan tidak sombong"Puji Zia dengan terpaksa sebenarnya.
"Ya elaaahhh,,,ada maunya"Zio memencet hidung Zia
"Kak,,,Zio!!!!!!"Zio pun langsung ngacir
__ADS_1
"Kalian berdua ini ya adu mulut terus"Zain menghampiri Zia dan mengacak rambut Adik kesayangannya itu pelan
"Astaga rambutku udah rapi malah di acakin lagi"Rengek Zia
"Maaf"Zain pun membetulkan lagi rambut Zia yang sedikit berantakan karena ulahnya.
"Iya,,Zia gak bisa marah kalo sama Abang Zain"
Zain tersenyum mendengar perkataan Adiknya itu.
"Zia,,,,,,Zia,,,,,,"Teriak seseorang dari arah depan
"Iya,,,aku diisini"Balas Zia
"Zia,,,eh ada Abang Zain kapan pulang"Sya berlari menghampiri Zain dan Zia
"Kemaren sya,,Apa kabar Sya???"Tanya Zain
"Kabar Sya baik bang"Sya sudah Zain anggap seperti adik kandungnya sendiri
"Kamu sama siapa kesini,Kan aku bilang mau jemput"Tanya Zia
"Sama Mommy dan Daddy dan adik aku Ronal,mereka juga rencana mau Ikut Zi".
"Ah syukurlah,,,Rame-rame lebih seru".
"Oke ayo buruan udah siang nih,Bang Zain juga ikut ya??"
"Engak Sya,,Bang Zain sama papa mau keluar kota".jawab Zain
__ADS_1
"Mmmmmmmm,,,padahal aku mau kenalin Abangku ini sama Cewek cantik"celetuk Sya
"Eh,,,cewek cantik siapa????,Ngaco disana itu anak-anaknya dibawah umur semua Sya"protes Zia
"ih,,,,ada tau dan dia seumuran bang Zain kok,dan kamu kenal sama dia Zia"
"Siapa?????"Zia semakin penasaran
"Udah Jangan bahas lagi,Bang Zain mau menemuin papa,kalian hati-hati dijalan ya nanti"Zain pun berlalu dari hadapan kedua adik perempuannya itu.
"Sya,,siapa sih"
"Kak Ara lah,siapa lagi".
"Aku kira siapa Sya,,aku mau cepat kepanti jadi gak sabar ketemu sama kak Ara dan para bocah dipanti". Zia pun bersiap-siap
Zio kembali lagi untuk mengangkat semua Box dalam mobil dengan dibantu beberapa pelayan.
"Eh dua ratu Cerewet sudah bersatu"Zio kembali mengerjai Zia dan Sya
"Kak Zio aku udah megang sabuk hitam lho!!!!!!"Ancam Sya pada Zio
"Terus kenapa"Zio masih ingin mengganggu kedua adiknya itu.
"Mau jadi kelinci percobaan Sya gak"
Sya tersenyum menyeringai
"Em,,,,,gak terima kasih"Zio bisa menebak apa yang ada dipikiran Sya saat ini.
__ADS_1
"Hahahahahhaah,,,Kak Zio takut juga rupanya"Zia tertawa terbahak-bahak