Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.119


__ADS_3

Gibran dan para pengawal varo sibuk dibagian Bakarin ikan,kepulan asap sudah menjulang tinggi gak sampe kelangit.Tania membatu menyiapkan piring dimeja lengkap dengan gelas yang sudah tersusun Rapi.


"Beres"Tania menepuk tangannya tanda ia sudah menyelesaikan tugasnya.


Bi Ulfa membawa sambel dan sayur buat lalapan.Varo mengisi air minum dengan Es jeruk yang sudah disiapkan nenek Mora.


Leon menyiapkan backsound buat karauke.


malam ini nampak cerah mendukung suasana makan-makannya.


"Apa aku perlu mengerluarkan wine,pikir Leon


Dia mendekati Varo dan sekedar basa basi,karena jujur ia sedikit canggung bila harus bicara pada Varo.


"Aku punya wine,didalam kita bisa minum-minum malam ini"ucap Leon pada Varo yang masih sibuk mengisi es batu.


Varo hanya fokus pada tugasnya,suasana hatinya lagi terombang ambing terasa naik perahu dilautan lepas yang terkena gelombang pantai laut selatan.


"Hei,,Varo!!!! Leon sedikir kesal akan sikap Varo yang cuek padanya.


Dengan berat hati Varo menatap Leon dan menjawab singkat.


"Aku tidak minum beralkohol".


"Kalo Gibran gimana?tanya Leon lagi


"Gibran juga sama dengan ku tidak minum alkohol.


"Yahhh,sayang sekali tidak ada yang bisa menemaniku minum,Leon agak kecewa.

__ADS_1


"Lagi pula istriku pernah bilang padaku,ia tidak suka bau alkohol dan asap rokok,karena itu aku tidak pernah mau mencobanya".


"Akhhh kenapa aku tidak pernah terpikir akan hal itu,apakah Tania tidak menerimaku dulu karena ia tidak suka cowok perokok sepertiku,kalau saja aku tau mungkin aku bisa berhenti merokok waktu itu.Leon dengan pemikiran dan penyesalannya.


Gibran pun sudah siap menghidangkan ikan-ikan yang sudah dibakarnya.


"Mari makan"sorak Gibran


Saat mereka semua asik menikmati hidangan sambil ngobrol santai seorang gadis datang dan langsung menyapa Leon.


"Haii Leon,sorry telat.


memeluk Leon


"it's okay,Ayo langsung gabung aja Tiara."Ajak Leon dan memberikan tempat duduk yang masih kosong disebelahnya.


Kakek hanya menganggapi dengan senyum kecil dan nenek Mora menyibukan dirinya menyuapin makan cucunya Geo.terlihat sekali mereka tidak menyukai Tiara.


"Kenali ini Tiara sahabatku,Leon memperkenalkan Pada semua orang.


"Baru nyadar banyak cowok ganteng disini,Tiara tersenyum menggoda.


Varo dan gibran menanggapi hanya dengan senyum kecil saja.


"Owh iya ini Tania,Tunjuk Leon


" Adik kelas idolaku saat SMU,Tania agak tidak nyaman mendengar ucapan Leon


"Idola apa bucinmu dulu hahaha,tawa Tiara

__ADS_1


"Dua -duanya,jawab Leon cuek


"cantik sih pantes Leon bucin,Pikir Tiara melihat Tania dari bawah sampai atas.


Varo menjadi tidak selera makan,Leon sudah mulai berani terang-terangan memuji dan terus mengingatkan masa lalunya pernah menyukai istrinya.


"wah siapa ya cowok ganteng disebelahnya,pengen kenal lebih dekat emmm tapi orang nya cuek dan dingin kelihatannya,aku udah tampik seksi gini gak dilirik sama sekali.Tiara terus menatap Varo penuh kekaguman.


Gibran terus memperhatikan gelagat kedua orang itu Leon dan Tiara.


Leon sedang memperhatikan Tania,dan Tiara menatap Varo lekat.yang diperhatikan hanya sibuk makan tanpa sadar lagi pusat perhatian.


"Geo udah kenyang nek,dan Geo ngantuk"


"Oh cucu nenek sudah ngantuk rupanya,ayo ikut nenek kekamar ,ajak neneknya pada cucu kesayangannya itu.


Geo menggeleng


"Kan Geo mau tidur sama Bunda dan Ayah,tolaknya pada neneknya.


"Bunda,desis Tiara ia sedikit kaget mendengar Geo memanggil bunda pada Tania.


"kamu udah Nikah sama dia,menunjuk Kearah Tania.


"Ko gak ngundang aku sih Leon".


Varo memberhentikan makannya dan menatap tajam kearah Tiara.


"uhuk,uhuk", Leon terbatuk mendengar ucapan Tiara.

__ADS_1


__ADS_2