
Zia dan Tama sudah bersiap untuk makan malam bersama keluarga besarnya.Kalau sudah di Jakarta Sikembar Zulfi dan Zalfa akan disabotase oleh Opa dan Oma nya.
Belum lagi Jika ada keponakannya Zaki datang,Zaki yang terus saja menempel dengan si kembar.
"Tadi Zio pergi kemana ma"Tanya Zia pada Mama Tania yang asik bermain dengan Zulfi.
"Mau menjemput Felisha"Jawab Mama Tania
Zia yang sudah mendengar banyak tentang Felisha dari keluarganya pun mengangguk mengerti.
Zain dan Ara pun datang,Zio menghampiri kakaknya dan melepas rindu.
Zain dan Ara baru tiba tadi siang dari berpergian mereka ke Singapura.
"Aunty mana sikembar"Tanya Zaki antusias ia tak sabar ingin bermain dengan kedua sepupunya itu.
"Zulfi sama Oma dan Zulfa sama Opa".Zia memberitahu dan Zaki pun segera mencari keberadaan Oma dan Opa ya.
Tak berapa lama Zio sudah membawa Felisha dan Sakka ke rumah.
Zia mempersilahkan Felisha masuk dan tersenyum ramah.
Beberapa hidangan makan malam sudah tersedia di meja makan.
Felisha nampak kikuk saat berhadapan dengan keluarga Zio.
__ADS_1
Tania pun mengajak Felisha untuk duduk.
"Anggap saja ini rumah kamu sendiri,Kami sudah banyak mendengar kamu dari Zio,Tante sudah lama meminta Zio untuk membawa kalian berdua kesini".Ucap Tania ramah
Felisha sangat terharu mendapat sambutan yang ramah dan bersahabat dari keluarga Zio,walau ini pertemuan pertama mereka dan semua belum mengetahui banyak tentang latar belakang dan masa lalunya.
"Terima kasih untuk undangan makan malamnya Tante"Ucap Felisha tulus.
"Sama-sama sayang,terima kasih sudah mau hadir".Balas Tania
Setelah saling memperkenalkan diri mereka pun segera makan malam bersama.
Setelah selesai makan malam bersama Keluarga Tania yang sudah terbiasa akan bercengkrama diruang keluarga.
"Boleh Kak Ara gendong anakmu Feli??"Tanya Ara
"Boleh Kak"Felisha pun mengangkat Sakka dari pangkuannya dan memberikan nya pada Ara.
"Liat bayi gini mau hamil lagi"Ucap Ara dan mencium lembut pipi Sakka.
"Moga hasil dari Singapura jadi Yang".Ucap Zain dan mendapat cubitan dari sang istri Ara sedikit malu membicarakan itu dihadapan keluarganya.
Zain hanya pura-pura meringis kesakitan,padahal Ara tidak menyubitnya keras.
"Iya kalian cepat nambah momongan,biar cucu mama makin banyak,mama sangat kesepian akhir-akhir ini".Ucap Tania lirih
__ADS_1
Zain,Zio dan Zia merasa sedih mendengar ucapan Mama mereka.
Wajar saja Tania merasa kesepian
Zain memilih untuk tinggal di surabaya karena perusahaan disana yang dipimpin oleh Kakek Denian sudah diserahkan sepenuhnya padanya.
Zia pun sudah menetap di Kalimantan bersama suaminya Tama dan Zio yang sangat jarang untuk pulang karena kesibukannya dirumah sakit.
"Gimana kalau Felisha dan bayinya tinggal sama Mama".Tania mendapatkan Ide
Felisha sedikit kaget mendengar ucapan Tania.
"Zio sih setuju ma".ucap Zio ia merasa Felisha lebih aman jika tinggal bersama kedua orang tuanya.
"Jangan Dok,nanti saya dan Sakka malah ngerepotin"Felisha tak enak hati
"Kalau diluar Rumah sakit panggil saja namaku".Zio memberitahu karena Felisha selalu memanggilnya dengan sebutan Dokter.
"Baik Dok,eh,,,Kak Zio saja ya lebih sopan".
"Oke itu lebih enak didengar".Zio tersenyum
Semua keluarga memperhatikan Zio dan Felisha dan semua pikiran mereka sama.
"Apakah mereka jodoh"š°š¤µ
__ADS_1