
Dihalaman belakang kakek sedang asik duduk bersantai menunggu kedatangan Varo dan Tania.
Melihat kakek Royan Tania mendekati dan memberikan sebuah selimut kecil dan hangat.
"Kakek,udara disini sangat dingin sekali.lagi pula kakek hanya memakai kaos lengan pendek.Nanti kakek bisa masuk angin.Tania mulai dengan celotehan halusnya dia sedikit cerewet kalo menyangkut kesehatan.
"Nah Varo tidak salah kan kakek memilih istri buatmu,kakek sudah lama mengenal Tania saat dia bekerja dulu.Kakek yakin dia wanita baik.kakek memuji Tania dihadapan Alvaro.
"Iya,,,apapun pilihan kakek pasti terbaik buatku,Varo melirik kearah Tania.
"Duduklah kalian berdua,ada yang mau kakek tunjukan.kakek mengambil sebuah amplop putih didekatnya dan memberika pada Alvaro.
Varo menyabutnya dengan penuh tanya
"Apa ini kakek?
"Buka dan bacalah" kakek tersenyum senang
Varo segera membuka amplop dengan perlahan dan membacanya.
"Tiket berlibur ke luar negri?????Tanya Varo setelah membaca isi amplop itu.
"Besok pergilah berbulan madu dengan istrimu".
"Kakek bukankah Papa tidak mengijinkan kami untuk liburan?Tanya Tania
__ADS_1
Varo menaikan alisnya
"Apa kamu sudah mengetahui rencana kakek Tania?
Tania hanya mengangguk,
"Aku kira kakek hanya merencanakannya tidak benar-benar melakukannya.ucap Tania
"Kamu belum mengenal kakek ku,dia selalu membuat kejutan mendadak dan kamu sudah harus terbiasa"Varo sedikit menjelaskan sifat kakeknya.
"Segera siapkan semua keperluan buat keberangkatan kalian besok,beristirahat lah lebih awal jangan bergadang simpan tenaga kalian buat disana.kakek sedikit menggoda cucunya
"Kakek,,,teriak Tania dan varo bersamaan
Kakek hanya tertawa renyah berhasil membuat kedua pengantin baru itu wajahnya merona merah.
"Ayo kita pergi kedalam,kakek mau segera mengistirahatkan mata yang mulai mengantuk ini.akhir-akhir ini kakek lebih sering mengantuk.Kakek memusut matanya pelan.
Tania dan varo pun saling pandang,mereka terlihat sekali mengkhawatirkan kondisi kakek saat ini.
"Varo akan mengantar kakek dulu,pergilah duluan kekamar nanti aku menyusul.Perintah Alvaro pada istrinya.
Taniapun segera menurut ucapan suaminya.
Tania membaringkan tubuhnya di tempat tidur dia mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa.masih memikirkan keadaan kakek.
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku meninggalkan kakek untuk berbulan madu sedangkan kondisinya kurang sehat."Tania terus berpikir dikepalanya.
Alvaro mengetuk pintu kamar nya kemudian masuk melihat Tania berbaring diranjang,dia mendekati istrinya.
"Apa kamu sudah tidur Tania? tanya nya perlahan
"Aku hanya memejamkan mata sebentar,jawab Tania lalu bangkit dari tidurnya.melihat wajah sedih varo Tania pun balik bertanya.
"Apa ada yang salah kenapa wajahmu terlihat murung,Tania mencoba mendekati suaminya perlahan walau rada masih sangat canggung sekali .
Varo menarik nafas dalam.
"Aku hanya bingung mana yang harus kita utamakan,keinginan kakek untuk kita berbulan madu tapi aku sangat mencemaskan kesehatannya sekarang.
"Dipikiran kita sama varo,aku ikut apapun keputusan mu.
Varo menatap Tania lekat
yang ditatap mulai jadi salah tingkah
"Tapi Tania sebelum aku kembali tadi,kakek meminta kita harus tetap berangkat.dan dia akan merasa sedih bila rencana nya batal buat kita".
Mereka berdua berpikir keras saat ini.
"Baiklah kita pergi berbulan madu,semoga ini keputusan yang tepat buat semua".Alvaro langsung mengambil keputusan dan sesuai ucapan Tania dia mengikuti apapun keputusan suaminya.
__ADS_1