
Varo nampak sibuk Dengan beberapa berkas yang di serahkan Gibran padanya.
"Sepertinya aku harus lembur hari ini,Bran aku butuh seketaris semetara,Lisa cuti melahirkan 3 bulan ini"Varo terus membaca setiap berkas dihadapannya
"ya,nanti aku informasikan kebagian HRD"
Gibran mengangkat alisnya heran
"Semoga aja ada soalnya belum menemukan kinerja sebagus Lisa".ucap Gibran
Varo mengangguk setuju dengan ucapan Gibran.Lisa adalah sepupu dari Gibran.
"Mungkin sebaiknya aku mencari secepatnya"
"Iya secepatnya,aku tidak mau lembur terus.Aku merindukan Anak dan istriku"Ucap Varo
"Hmmmmmmm,bucin......."Gibran langsung ngacir sebelum Varo melemparkan pulpen padanya.
Gibran terus berpikir dimana ia akan mencari pengganti Lisa sementara.
Dibandara Laura sedang asik menenteng kopernya
"Ah rindunya setelah 3 tahun gak pulang,aku rindu Ayah,ibu dan Tania sekarang aku juga merindukan Zain yang sering ia video call setiap saat".
Laura berlari saat melihat Supir pribadinya sedang menunggunya.
"Selamat datang Non Laura"sapa supirnya
"iya,apa kabar pak Bimo??"
"Alhamdulillah baik Non..."
"Ayo Laura mau cepat langsung pulang pak"
Pak supir pun membukan pintu untuk Laura.
sepanjang jalan pulang laura membuka galerinya melihat foto Zain
"lihat saja kalo Aunty ketemu bakalan kena ciuman bertubi-tubi dan cubitan gemes"Laura sangat menyayangi Zain dengan hanya melihatnya foto dan video nya saja.
__ADS_1
"Zain lagi nunggu Aunty Laura pulang keindonesia"Pesan Tania saat mengirim foto Zain dua hari yang lalu.di galeri Laura penuh dengan foto Zain dari masih bayi.
Laura sudah sampai dirumahnya.saat masuk melihat Ayah dan ibunya.
Ayahnya sedang asik membaca koran dan ibu nya asik nonton Televisi.
Dengan pelan mendekati ibunya dan langsung memeluknya erat.
ibunya sangat Kaget mendapat pelukan mendadak dari putri semata wayangnya.
"Bocah nakal,Kau hampir membunuh ibumu"memukul punggung Laura pelan
"Putri kecil ayah tidak merindukan ayah"Ayah Laura pura-pura ngambek.
"Tentu Laura merindukan pria kejam ini"Ucap Laura bercanda.dan berpindah memeluk ayahnya.
"Kamu pasti lelahkan sayang.Istirahatlah nanti akan ibu buatkan makanan kesukaan mu"Tangan nya Mengelus Rambut Laura.
Laura pun pamit untuk beristirahat sebentar dikamarnya.
Gibran memasang iklan di internet mencari sekretaris yang berkompeten dan beberapa persyaratan lainnya.
Bukannya tidur,Laura iseng membuka lowongan pekerjaan,ia punya rencana ingin bekerja untuk menambah pengalamanya.Namun ia ingin bekerja di perusahaan lain gak di perusahaan ayahnya.
Dan menemukan satu lowongan pekerjaan lalu menelpon nomor yang tertera.
"Telpon tersambung"
"Hallo selamat sore,,,"Sapa seseorang dari ujung telpon.
"Sore"Sambut Laura ia merasa tidak asing dengan suara diujung telpon
"Dengan PT.king grup ????"
"Iya benar,Saya Gibran dari PT.king grup
"Gibran,Aku seperti pernah mengenal nama ini"Laura terdiam sesaat.
__ADS_1
"Hallo ada yang bisa saya bantu??"
"eh,,iya Aku ingin melamar pekerjaan di perusahaan Bapak".
"Dipanggil Bapak terasa tua sekali aku"gibran tersenyum kecut.
"Kamu melihat iklan di internet ya?"
"Iya" jawab Laura singkat
"Pasti sudah baca persyaratan apa saja yang dibawakan dan kriteria nya juga sudah jelas".Gibran memberi penjelasan
"Iya,aku sudah membacanya".
"Oke kamu bisa langsung seleksi besok,karena yang melamar pekerjaan ini juga banyak".Gibran merasa tertarik dengan Laura dari mendengar suaranya mengingatkannya pada seseorang.
"Alamat sudah jelas juga,datang lah lebih awal".Gibran memberi tahu
"Siap Pak,terima kasih"
"Siapa nama kamu?"Gibran penasaran
"Laura"
"Deg"jantung Gibran berdegup saat Laura menyebutkan namanya.
"Baiklah Laura Kita bertemu besok"
"Iya,sekali lagi terima kasih pak"
"Panggil saja aku Gibran,aku belum terlalu tua untuk dipanggil Bapak"Protes Gibran
Laura ingin sekali tertawa namun ia menahannya.
"Baiklah Gibran".
Laura pun memutuskan sambungan telponya.
Gibran masih dengan pemikirannya.
__ADS_1
"apakah dia gadis yang selalu ku rindukan?Semoga saja memang dia"