
Varo menekan tombol untuk memanggil dokter dan petugas medis Rosalinda sudah mulai kesusahan bernafas dan memandang varo dengan tatapan sayu.
"Maafkan bibimu ini varo,,,ucapnya dalam hati dan pandangan matanya mulai kabur.
Team Dokter dengan cepat memasuki ruangan Rosalinda.
Varo memilih keluar dengan segala pertanyaan yang berkecamuk dipikirannya sekarang.
"Tuan muda Ada apa??? sesuatu terjadi didalam".Sarko memberi pertanyaan saat melihat varo keluar dari ruangan.
Varo tidak menjawab pertanyaan Sarko memilih duduk dan menundukan kepalanya.
"Wanita yang mengaku bibiku itu pasti sedang berbohong padaku ,,mama tidak mungkin berani melakukan ini,di tau konsekuensi nya bila kakek mengetahui ini apa yang akan kakek lakukan,membayangkan nya saja Varo merasa mengerikan.
"Ya aku harus mendatangi danau itu,bagaimanapun caranya agar aku tidak di ikuti oleh bodiguard,aku belum siap mengatakan ini sebelum memiliki bukti yang kuat.Akhhhhhh kenapa harus ada situasi menyulitkan ku seperti ini".Varo meremas rambut bagian depannya.
Sarko masih menunggu penjelasan Varo yang masih berdiam diri tidak berkata apapun.
Dokter akhirnya keluar dan menyatakan wanita itu sudah meninggal dunia.
__ADS_1
Varo masih diam tidak bergeming dari duduknya.
Kakek Royan akhirnya sampai dirumah sakit
disusul Darko.
"Apa wanita itu masih kritis,tidak ada yang dia sampaikan pada kalian"Kakek segera menghampiri Sarko dan Varo
"Wanita itu sudah meninggal,Dia tetap tidak mau mengatakan apapun pada kami,terang Sarko
"Padahal dia satu-satunya harapan terakhir kita,kakek merasa kecewa.
"Ada apa dengan bocah ini???kenapa dia diam saja.Kakek menegur Varo yang sama sekali tidak menyapa kedatangan kakeknya.
"Kapan kakek datang?!tanyanya di balik keterkejutannya.
"Baru saja kakek datang,kenapa kamu melamun,apa wanita itu sempat mengatakan sesuatu padamu,kakek sangat berharap varo mengetahui siapa dalang pembunuhan karena dari laporan Darko wanita itu hanya akan berkata jujur pada cucunya.
Varo menggelengkan kepalanya,dan kakek paham maksud dari gelengannya itu.
__ADS_1
"maaf kan aku kakek,aku belum siap mengatakan ini,aku belum mempercayai kata wanita itu,aku akan mencari tau kebenarannya".bathin varo
"Sudah tidak usah kamu pikirkan lagi,kakek akan terus menyelidiki kasus ini,Lusa persiapkan dirimu kita pulang ke Indonesia".Kakek menyangka varo kecewa karena tidak mendapatkan keterangan dari wanita itu.
"Apakah ada pihak keluarga yang datang menemuinya?kakek bertanya pada Sarko
"Tidak ada keluarga yang mencari wanita itu Tuan besar,Dari informasi yang kita terima dari kepolisian semua data yang dia gunakan semua adalah palsu,Dan wanita ini sudah beberapa kali mengganti wajahnya dengan melakukan operasi plastik.Dia sudah banyak membunuh orang lain tapi selalu lolos dari jerat hukum.dibelakangnya pasti bukan orang sembarangan.Sarko menjelaskan dengan rinci.
Kakek menarik nafasnya "Kalian urus semua untuk pemakamannya.perintah kakek Royan
"Siap,tuan besar jawab Sarko dan Darko bersamaan.
"Varo ayo kita kembali ke hotel istrimu pasti menunggu mu kan,tebak kakek karena melihat tidak ada Tania berada diantara mereka.
Varo hanya mengikuti langkah kakeknya pelan.
"Apa tuan muda baik-baik saja,apa wanita itu memberitahunya sesuatu???? pikir Sarko
Tapi segera mungkin membuang semua pikirannya itu.
__ADS_1
"Darko ayo bersiaplah pengurusan pemakaman wanita itu".
"Iya Kak,semua sudah tampak sibuk untuk pemakaman.