Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 212(Ctb)


__ADS_3

Ditempat lain terjadi sebuah kecelakaan Mobil.Zain yang kebetulan melewati jalur itu harus memberhentikan mobilnya karena kemacetan yang ditimbulkan.


Zain pun terjebak diantara kemacetan memilih keluar dari mobilnya dan mendekat sedikit kearah terjadinya kecelakaan.


Zain memperhatikan sosok yang diangkat petugas medis yang terluka parah,merasa mengenal nya.


"Pak Toni"Setelah meyakinkan apa yang dilihatnya Zain dengan cepat berlari kearah korban namun langkahnya dihentikan petugas yang berjaga sekarang.


"Mas,,,jangan mendekat,jangan menggangu kerja para team medis".


Zain tersadar dari keterkejutannya."Maaf pak tapi Saya mengenal Sosok korban".


"Kabar baik,kami bisa memberikan informasi pada keluarga beliau,apa anda keluarganya??"Tanya petugas itu.


"Saya pernah menjadi pelanggan Taxi online nya pak"Zain hanya mengenal pak Tono sebatas itu saja.


Petugas itu mengangguk mengerti.


"Cari ponsel korban pasti disana ada kontak keluarganya"perintah petugas itu pada anak buahnya.


"Siap komandan"


"Pak kerumah sakit Mana pak Toni dibawa,Saya ingin menyusulnya".


"Rumah sakit Kasih ibu,yang terdekat dari sini".


"Baik pak terima kasih informasinya"Zain tak membuang waktu lagi dan memilih untuk memutar balik mobilnya.karena ada jalan lain lagi menuju rumah sakit tersebut walau agak jauh.


Di rumah Ara


Drtttttt,drrrtttttt

__ADS_1


Panggilan nomor dari ponsel Ayahnya


Pelan Ara mengangkatnya."Hallo,Assalamualaikum yah" Sapa Ara


"wa'alaikum salam Dengan Saudari Ara",tanya suara laki-laki dari sebrang telpon.


"Iya saya sendiri,ini siapa ya"Ara sedikit takut mendengar suara lelaki yang terdengar suara baritonnya.pikirannya sudah tak tenang.kenapa Ponsel Ayahnya dipake orang lain.


"Saya dari pihak kepolisian"


Deg,,,jantung Ara terasa berhenti mendengar perkataan Lelaki itu.


"Iya ada apa Pak polisi"suara Ara bergetar karena kegugupannya.apa Ayahnya sedang berurusan dengan kepolisian sekarang,pikir Ara.


"Segera kerumah sakit Kasih Ibu,Ayah dari Saudari Ara mengalami kecelakaan barusan"


Tanpa sadar Ara menjatuhkan Ponselnya sontak Fikri menangkapnya cepat.melihat panggilan masih terhubung.


"Ayah !!!!!!!"teriak Ara histeris membuat Vina dan Fikri kaget dan semakin khawatir.


Fikri menghubungi Nomor Ayah Ara kembali namun tak tersambung lagi,beterai ponsel Ayah Toni kebetulan habis.


"Kak,tenang lah ada apa kak Ara"Vina memeluk Ara mencoba menenangkannya.


"Hiks,,hiks Ayahku mengalami kecelakaan Vin"Ara pun tak bisa lagi membendung air matanya.


"Apa ada informasi dimana kejadiannya"Tanya Fikri


Ara berusaha tenang dan menjelaskan


"Tadi pak polisi sempat bilang ayah dibawa kerumah sakit kasih ibu"Jelas Ara suaranya terdengar serak.

__ADS_1


"Ayo kita segera kesana,Vin..bantu Ara bersiap,kakak akan ambil Mobil dan sekalian memberitahu papa dan mama kabar ini".


"Baik kak,,"Vina pun menuntun Ara untuk masuk dan bersiap-siap pergi kerumah sakit.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Ara terus menangis tanpa suara.


"Kak,semoga Paman baik-baik saja"Hibur Vina dan menggenggam tangan Ara


Ara pun mengangguk pikirannya sangat kacau sekarang.dan berharap Tak ada luka serius menimpa Ayah nya.


Dirumah sakit Zain mondar mandir didepan ruang operasi.iya mengambil keputusan cepat untuk menyetujui tindakan operasi,melihat keadaan pak Toni yang kritis.dan berbohong mengakui dirinya Sebagai pihak keluarga dari pak Toni.


"Suster dimana Korban kecelakaan bernama Pak Toni "Tanya Fikri saat mereka tiba diruangan rumah sakit.


"Pak Toni berada diruang operasi,keadaanya kritis harus secepatnya ditangani".


mendengar perkataan suster Ara terduduk lemah kelantai.


"Kak yang sabar dan kuat ya".


Vina dan Fikri membantu Ara berdiri kembali.


"Suster kalo boleh tau,siapa yang menyetujui operasinya"tanya Fikri


"Seorang pemuda,katanya dia keluarga Korban".Ara,Vina Fikri merasa heran karena Ara tak punya keluarga dikota ini.karena Ayah dan Ibunya adalah pendatang yang merantau.


"Terima kasih informasi nya suster"


"Ra apa kamu ada mengenal keluargamu disini"


"Ga ada fik,,mungkin ada tapi aku tak mengenalnya,tapi siapapun dia aku harus mengucapkan terima kasih karena sudah mengambil keputusan tepat untuk ayahku"

__ADS_1


__ADS_2