
Dikediaman Sarah
"Rini,,,Bosan"Keluh Sarah
Rini melihat Sarah uring-uringan di tempat tidurnya
"Terus kita mau kemana"
"kekantor Varo"jawabnya Sarah santai
"Hah,,,Ga jera ya kita kena usir"Rini menggelengkan kepalanya heran dengan pikiran sahabatnya itu.
"Hari ini kita datang dengan damai"Celetuknya lagi
"Serah kamu deh"Lagi-lagi Rini pasrah aja
"Aku chat istrinya Varo lagi ya"
"Ehhhh kamu memang nekad ,apa baiknya kita hentikan aja ya Sarah"Saran Rini dan tentu Sarah menolak
"No......Udah separo jalan nih"seru Sarah
"Pikirkan lagi akibatnya buat kita,mereka itu keluarga berbahaya"Rini merasa ragu akan tindakan mereka
"Aku gak percaya itu,hanya omong kosong belaka,nyatanya orang dalam sendiri yang berbuat kejahatan mereka gak tau"Sarah berucap sombong
"Jadi apa rencanamu selanjutnya".
"Aku akan minta Om Andre menolongku"Sarah mengambil ponselnya dan menghubungi Andre
"Siapa dia????"
"Sumber keuangan Ku lah"Ucap Sarah cuek
"Kalo tau tujuanmu apa kamu yakin dia akan membantumu???"
"Sttttt kamu makin lama tambah cerewet"Gumam Sarah
"Diamlah aku mau menelpon Nya sebentar"
terdengar sambungan telpon
__ADS_1
"Hallo baby"Andre menyapa Sarah
"Hai sayang,Aku kangen"Suara Sarah manja
Rini ingin muntah mendengarnya
"Pasti menginginkan sesuatu"Tebak Andre ia sudah hafal sifat kekasihnya itu.
"uang ku sudah menipis,,,"Suara Sarah memelas
"Bukan kah kemaren sudah aku transfer seratus juta".
Sarah menggaruk kepalanya yang ga gatal. alasan apa lagi kali ini yang harus ia katakan masih belum terpikirkan
"bisakah kita bertemu"Sarah ingin bicara langsung saja saat ini.
"Aku sibuk sayang,Lusa aku harus berangkat keluar negeri lagi".
"Jadi kamu lebih penting kan pekerjaanmu dari pada aku.Baru aja datang udah kembali lagi"Sarah kesal
"Bukan begitu sayang,mengertilah.nanti aku transfer lagi".
"Baiklah,jangan lupa oleh-oleh ku nanti dari luar negeri"pinta sarah manja
"Tentu sayang,ya sudah ya"Andre menutup Telpon nya.
Sarah melempar ponselnya ke sofa didekat Rini duduk.
"Kesel ya Bu,,,,,,"
"Kesel banget!!!!!!!"
"kemall yuk"ajak Rini
"Tunggu transferan masuk ya,aku mau belanja"Sarah berdiri dan bersiap untuk mandi.
"Okey"Rini juga mau bersiap
Dikantor Varo
"Dimana Andre,Bukannya tadi kamu bilang dia sudah datang"Rendi bertanya pada Denian
__ADS_1
"Tadi dia sudah berada disini,pergi kemana dia"Denian melihat kesekitar ya.
"Mencariku"Andre masuk keruangan Rendi
"Apa kabar Ren"Tanya Andre dan memeluk sahabatnya itu.
"Dari mana saja"tanya Denian
"Aku habis menerima telpon"jawab Andre
"Sudah lama gak bertemu kamu Semakin awet muda ya"Puji Rendi
Andre tersenyum mendengar ucapan Rendi
"Oh iya Gimana kabar anakmu Varo,terakhir aku bertemu dengannya saat ia masih SMA"
"Sekarang dia sudah punya Varo Junior"Rendi berucap dengan antusias
"Dia sudah menikah kenapa aku gak dikabarin"
"Ceritanya panjang,Apa kamu ingin menemui Varo sekarang"Ajak Rendi
"Nanti aja,aku ingin mengobrol banyak dengan mu"tolak Andre
"Kalo ada waktu mampir kerumah,Papa sering menanyakan kabarmu".
"Iya pasti,aku ingin juga bertemu Kakek,besok aku harus kembali keluar negri lagi".
"Cepat sekali kita baru saja bertemu"Denian yang sibuk dengan laptopnya menghentikan kegiatannya
"Istriku harus menjalani operasi keduanya"Ucap Andre lirih
"Semoga nanti operasinya lancar"Doa Rendi dan Denian
"Semoga saja,Aku harap istriku bisa pulih seperti sedia kala,Setelah selesai operasinya aku akan segera kembali secepatnya".
"Maaf ini mendadak,harusnya kita sudah mulai tanda tangan kontrak kerja sama".
"Kami akan menunggumu,istrimu membutuhkan dukungan mu"Rendi menepuk pundak Andre.
"Kalian memang sahabat terbaikku".ucap Andre
__ADS_1