
Sebulan berlalu Zain disibukan dengan berbagai urusan dikantor Ayahnya.
sesibuk apapun dirinya tak lupa ia pada Kinara dan menyempatkan diri selalu mengunjungi Kinara.
Hari ini kepulangan Ayahnya Kinara dari singapura setelah mejalani pengobatannya.
Zain menjemput Kinara sebelum meyambut kepulangan pak Toni.
"Ra,,aku ikut ya,rindu sekali sama paman"Fikri sudah berdiri disamping Zain.
Kinara sudah bersiap sebelumnya"Boleh kak,,mau ikut bareng dimobil Zain?"Tanya kinara
"Ga usah Ra,,aku sama Vina naik mobil sendiri aja".Tolak Fikri melihat malas kearah Zain.
"Nih Fikri kenapa kalo ngeliat aku seperti gak suka ya"Zain mulai berpikir karena setiap bertemu sikap dingin selalu ditunjukan padanya padahal Zain ingin sekali berkenalan dan bisa ngobrol bersama Fikri.
"Ya sudah kita berangkat sekarang"Ajak Kinara dan Zain membantu Kinara untuk berjalan menuju mobilnya.Fikri menatap lekat kepergian Kinara dan Zain
"Haredang,haredang,haredang,,,,,,,,,,"Vina bersenandung kecil namun masih didengar jelas oleh Fikri.
__ADS_1
"Kamu ngejek Kak Fikri ya Vin????"
"Kok ngerasa kak"Kata Vina merasa tak bersalah
"Terus buat apa kamu nyanyi gitu,kebetulan hati kak Fikri sedang panas nih dan cemburu".Melihat kedekatan Kinara dan Zain yang semakin sering bersama membuat Fikri merasa jauh dan tersingkir.
"Baperrrrr,,,bleeeeee"Vina berlari cepat sebelum Kak fikrinya menjetik kepalanya.
"Kak,,"panggil Vina yang melihat Kakaknya hanya diam dan fokus menyetir
"hmmmmmm"jawab Fikri
"Vin kamu tau kan kalo Ara menganggap aku tak lebih dari seorang kakak baginya,aku takut Ara tak mempunyai perasaan apapun padaku dan karena itu Kakak Gak ingin merusak persahabatan kita karena Perasaan ini"lirih Fikri
"Jadi kakak lebih memilih mencintai dalam diam"
"Kalo itu membuat aku dan Kinara bisa tetap bersama walau sebagai sahabat,kakak Gak masalah.Karena Ara butuh kita Vin untuk melindunginya"Vina setuju dengan perkataan Fikri
"Seandainya Kak Ara menyukai Kak Zain gimana Kak????,apa hati Kak Fikri sudah siap ikhlas???",pertanyaan Vina sangat susah untuk dijawab oleh Fikri.
__ADS_1
"Jujur kakak belum ikhlas"Jawab Fikri mantap
"Ikhlas aja Kak,,jadi kalo Kak Ara menikah dengan Zain,,aku ada alasan untuk mengunjunginya dan bertemu Pangeran Zio,,,Vina yakin Zio jodohnya Vina"Kata Vina dengan percaya dirinya membuat Fikri sedikit kesal dengan pemikiran adik nya itu.Kinara sudah cerita pada Vina tentang keluarga Zain yang ternyata mamanya adalah nyonya Tania.
"Kamu tuh ya,,,jadi cewek jaim dikit kenapa"Akhirnya Vina mendapat sentilan Fikri dikepalanya.
"Sakit kak"Vina cemberut
"Biarin,,,biar sadar mimpinya kejauhan"
"Sudah Kakak fokus nyetir aja,,,"Vina memilih memasangkan headset untuk mendengarkan lagu-lagu favoritnya.Kalo mengikuti perderdebatan kedua kakak adik itu bakalan panjang ceritanya.
Fikri pun melengos panjang dan fokus mengendarai mobilnya mengikuti Mobil Zain yang sudah berada didepan mobil nya.
Fikri yang sudah terbiasa dengan kehadiran Kinara dimobilnya,dan selalu mencuri pandang lewat spion padahal kalau mau liat langsung tidak masalah.namun Fikri merasa terhibur dengan apa yang dia lakukan.
"Rasa nya Beda Ra,,,seringnya ada kamu duduk dibangku belakang".lirih Fikri menatap spion kosong tak ada kehadiran Kinara dibangku belakang.
Kinara selalu menolak duduk dibangku depan bersama Fikri.
__ADS_1