Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 227(Ctb)


__ADS_3

Zia sudah kembali lagi dan masakan sudah tersedia dimeja.Karena sudah merasa laper Zia pun langsung menyantap masakannya.


Tama memperhatikan Zia,pemandangan indah tadi hanya terpampang sementara namun membekas diingatan Tama.


"Enak ya,ternyata kamu pintar masak ya Zia".puji Tama


"Hmmmm"Jawab Zia singkat


Tama merasa tenggorokannya tercekat dengan jawaban Zia.


"Sering aja nginap disini,Zia memang hobi masak".keusilan Zio mulai lagi.


Zia melepaskan sendok dan pisau yang ia pakai untuk makan dan menatap tajam Zio.


dan Zio pura-pura ga tau dan terus memakan steak Yang ada dipiringnya.


Tama pun memilih diam tanpa suara dan melanjutkan makannya yang sempat tertunda.


Setelah mereka bertiga menyelesaikan makan nya Zia terlebih dulu meninggalkan meja makan dan ingin segera kembali kekamarnya.


"Zio,,gimana cara agar Zia menyukaiku???"Tanya Tama pada Zio setelah Zia tak terlihat lagi.


"Ya,,,,usaha"jawab Zio singkat


"Baru mau usaha aja aku udah ciut duluan,adikmu cuek,galak,dingin tapi aku suka".


"kalo Zia mendengar ucapanmu,pasti kamu udah kena terkam".


Tama bergidik mendengar ucapan Zio.

__ADS_1


"Sebaiknya lupakan adikku,aku rasa ia tak pernah menaruh perasaan padamu"Ucapan Zio bukan untuk menyinggung Tama,ia hanya ingin sahabatnya itu sadar dan membuka matanya,bahwa Zia tidak pernah merasa simpati pada Tama.


"Gak semudah itu Zio,Aku menyimpan perasaan ini bertahun-tahun"Lirih Tama


"hmmmmmm aku tak bisa memberimu jalan keluar juga,aku juga tidak berpengalaman soal mengejar wanita dan aku belum merasakan jatuh cinta".ucap Zio


"Aku perlu belajar dari Bang Zain,gimana cara ia meluluhkan hati kak Kinara".Tama mencetus ide.


"Kisah cinta kalian berbeda,cara mendekatinya juga berbeda,ayo sebaiknya kita tidur besok aku harus menjemput keluargaku dihotel".Zio mulai berdiri dari kursi.


"Oke,,aku juga sepertinya sudah mengantuk".Tama pun menyusul langkah Zio menuju kamar.


Keesokan harinya.


Zain dan Kinara Sudah bersiap untuk sarapan pagi bersama keluarganya.


Tania dan Varo sudah menunggu kedatangan anak dan menantunya.


pak Toni asik mengobrol bersama Varo.


"Pagi semua"sapa Zain pada keluarganya Zain Mengandeng pinggang Kinara.


"Pagi sayang"Bella tersenyum melihat pengantin baru itu tampak mesra.


Zain berjalan kearah Tania dan mencium pipi Mamanya sekilas.


"Sini dudukan istrimu disamping Mama"pinta Tania dan Zain mengangguk setuju ia perlahan mendudukan istrinya dikursi disamping Tania.


Perlahan Ara duduk dan memberikan senyum manisnya,didalam hatinya ia ingin sekali melihat semua wajah anggota keluarga barunya sekarang.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu makan sayang"Tanya Tania


"Ara senang makan Udang goreng Ma".Zain menjawab.


"Wah hebat anak Mama udah tau selera istrinya".puji Tania pada putranya.


"Sudah dari dulu ma,,Ara kalau Zain ajak makan menu andalannya selalu itu".


"Oh iya kalian dulu satu sekolah di SMA ya"Tanya Bella


"Iya Oma"balas Zain


"Kapan rencana kalian bulan madu".Tanya Bella lagi


"Emmmm kami sepakat untuk menunda dulu Oma,Ara setuju menjalani operasi mata".


"Benarkah itu Nak???"Pak Toni ayah Ara nampak senang "Ara kamu benar setuju kan sayang"Toni menyakinkan lagi apa yang ia dengar.


"Iya Yah,,Ara ingin melihat lagi,Ara ingin melihat kalian semua"Ucapan Ara membuat semua orang terharu.


"Syukurlah"Toni merasa senang akhirnya Ara mau juga mengobati matanya.


"Papa akan cari Dokter hebat yang akan menangani langsung pengobatan Ara".


Ucap Varo


"Tapi Pak Varo,Bu Tania.tabungan saya pasti tak akan cukup kalau "Ucap Pak Toni lirih dan berterus terang


"Jangan khawatir soal biaya sekarang kita adalah keluarga,dan Ara sudah menjadi tanggung jawab dari Zain suaminya untuk membiayai semua yang Ara butuhkan".Bella memberi penjelasan pada Toni.

__ADS_1


"Sekali lagi terima kasih,keluarga kalian sudah banyak membatu kami".Pak Tono menangis haru.


__ADS_2