Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.169


__ADS_3

Om Bran dan Tante Ina keluar ruangan Laura dengan tertawa kecil melihat wajah Gibran dan Laura yang kebingungan.


"emang enak Daddy kerjain,kalo gak gini mana kita tau perasaan Laura pada Gibran"


"Dari mana Daddy mendapat ide seperti itu"


"Ini kerjaan Putri mu yang satunya,Daddy sebenarnya gak tega,tapi biar prank dulu,dan gimana akting Daddy sayang"


"Tania,maksud Daddy ????"


Om Bran mengangguk "Dia menelpon Daddy saat ia tiba dikantor suaminya dan Daddy setuju idenya itu,dan kita berhasil kan Mom"


"Ya,,,Brilian walau mommy tadi sempat khawatir Daddy tidak menyukai Gibran"Om Bran memeluk istrinya lembut."Mommy harus mengucapakan terima kasih pada Putriku Tania"


"Kalau Dimata kamu Gibran adalah sosok pria yang cocok untuk putri kita,Bagaimana Daddy bisa gak setuju,selain itu Daddy sudah menyelidiki latar belakang dari Gibran"


"Kenapa Daddy ingin sekali Laura cepat menikah"Akhirnya rasa penasaran Tante Ina ia tanyakan pada suaminya karena selama ini tidak ada pembahasan tentang perjodohan.


"hmmmmm usia kita udah gak muda lagi,dan jujur Daddy ingin memiliki cucu-cucu yang menggemaskan selama ini Daddy sangat senang melihat Kerabat dan sahabat Daddy membawa Cucu-cucu mereka,dan Daddy juga ingin melakukan itu".

__ADS_1


"Mommy juga,udah lama gak mendengar tawa dan tangis bayi,maafin Mommy ya Hanya bisa memberi Daddy satu anak"ucap Ina lirih mengingat saat ia memilih mempertahankan Laura didalam kandunganya karena ada masalah pada kehamilannya saat itu,tidak mau kehilangan bayinya Tante Ina mengambil keputusan Besar walau resiko ia gak akan bisa memiliki anak lagi setelah Laura lahir.


"Jangan mengingat nya lagi sayang,Laura adalah hadiah terbesar buat kita"Om Bran merasa bersalah dengan ucapannya sebelumnya yang mengingatkan kembali kenyataan pahit istrinya.


"Hanya karena alasan itu Daddy ingin Laura menikah"


"Daddy ingin pensiun dan menyerahkan semua perusahaan dan tanggung jawab terhadap Laura,karena anak kita itu keras kepala gak mau mengambil alih kedudukanku sebab itu Calon menantuku harus siap dengan keputusanku".


"Sebaiknya bicarakan dulu pada mereka berdua,bagaimanapun Gibran salah satu orang yang berperan penting di Perusahaan Varo".


"Iya,aku tau itu sayang"


Didalam ruangan Gibran terus tersenyum menatap Laura


"Apa itu penting"Laura mulai mengeluarkan sikap tegas nya lagi.


"Tentu,aku penasaran"goda Gibran


"Aku tidak pernah tau kapan menyukaimu,mungkin hanya terlalu fokus pada duniaku,sehingga aku tidak pernah menyadari seperti apa rasanya menyukai seseorang"terang Laura

__ADS_1


Gibran menggenggam tangan Laura dan menatapnya lembut "Mau kah kamu menikah dengan ku"Gibran berucap dengan tulus dan berharap Laura menerima lamarannya.


"Silahkan lamar aku melalui orang tuaku"Jawab Laura santai


"Aku akan melakukannya,ahhhh ingin sekali aku memeluk dan mencium keningmu karena rasa bahagia ini"Dengan tegas Laura menolak


"Heiiii,,tunggu sah dulu,aku hanya ingin membiarkan orang lain menyentuhku dan menciumku adalah suami sah ku"tegas Laura


Gibran senang dengan penolakan Laura dan yakin Gadis ini adalah pilihan terbaik untuknya.


"Terima kasih"


"untuk"


"Membiarkan Aku menyentuh tangan mu"


"Laura yang sadar langsung menarik tangannya"


Gibran tersenyum melihat rona malu dipipi Laura.

__ADS_1


"Terima kasih mau menerima dan membalas perasaanku"Ucap Gibran lagi ia sudah gak sabar memberitahu Varo dan Tania tentang keadaannya saat ini.


Laura mengangguk Malu.


__ADS_2