
Bulan berlalu hari ini adalah acara kelulusan Zia dan Zio.
Tania dan Varo hadir dalam acara kelulusan Anak kembarnya.Kinara juga tak melewatkan Hadir untuk Adik-adik ipar kesayangannya walau ia sejak pagi merasa tak enak badan.
Beberapa momen foto-foto tak mereka lewatkan.
Acara telah selesai,Dan Mereka semua memilih segera pulang kerumah.
Dalam perjalanan pulang Kinara merasa tak perutnya mual kepalanya juga terasa sangat sakit.
"Kak Ara,,mukanya kok pucat ma"Zia yang duduk disamping Ara merasa panik
"Ara,kamu kenapa sayang.Mas Varo tepikan mobil dulu"Tania meminta suaminya untuk berhenti menyetir.
Varo pun langsung menepi kepinggir jalan
"Ma,,Ara mau muntah"Kinara langsung menutup mulutnya.
"Ayo kita keluar dulu Sayang"Tania dengan cepat membawa Ara keluar dari mobil
Tak bisa menahan lagi,Kinara langsung memuntahkan hampir semua isi perutnya pada parit Pinggir jalan.dan tubuhnya merasa lemas untung Tania cepat menyambut nya sebelum Ara jatuh tersungkur ketanah.
"Zia ambil air mineral untuk kak Ara mu"
Zia pun mengambil Air mineral didekat pintu mobil dan memberikannya pada Mamanya.
"Kita pergi kerumah sakit".Kata Varo
__ADS_1
Zio membantu memapah Kinara kembali masuk kedalam mobil
"Zio telpon Bang Zain mu,Segera menyusul kerumah sakit".Kata Varo
"Baik pa,,,".
Zia menangis melihat kondisi Ara yang mendadak drop
"Hiks,,hikss,,Kak Ara"Zia mengusap punggung tangan Kinara
"Ma,,Kak Ara akan baik-baik aja kan".Zia menatap Tania yang juga terlihat tegang.
"Berdoa lah sayang,semoga Kak Ara baik-baik aja".
Varo melajukan mobilnya kencang agar secepatnya sampai dirumah sakit,Varo tak mau terjadi seusatu pada Kinara.
Kinara langsung dibawa keruang perawatan.
Dan dalam penanganan Dokter.
Zain berlari kearah Tania dan Varo yang sedang berdiri cemas menunggu kabar dari dokter.
"Pa,,,ma,,gimana keadaan Kinara".Zain berusaha setenang mungkin walau hatinya sangat dipenuhi kekhawatiran.
"Masih menunggu kabar dari dokter Nak"Kata Tania
"Dari pagi ia sudah merasa tak enak badan ma,namun ia ingin sekali menghadiri acara perpisahan Zia dan Zio.Jadi aku memberinya izin".
__ADS_1
"Kenapa gak bilang sama mama Zain".
"Kinara meyakinkan aku ia tak baik-baik aja ma".
"Jangan memberitahu Toni dulu,Kondisi kesehatan nya juga tidak stabil,papa takut ia khawatir mendengar kabar putrinya".
"Iya pa,,Semoga aja Kinara baik-baik aja".
Varo pun menepuk pundak Putra sulungnya itu memberi dukungan.
"Keluarga Nyonya Kinara"Panggil seorang suster yang keluar dari ruang perawatan
"Iya suster kami semua keluarganya"Tania mendekat kearah Suster"Gimana kondisi Menantu ku Sus".
"Sekarang kondisi pasien stabil,Tekanan darahnya rendah,untung saja kalian cepat membawanya kemari,kalau tidak akan membahayakan Janin dan ibunya".Suster secara tidak langsung mengatakan bahwa Kinara sedang hamil.
"Apa istriku hamil Suster???"Zain meyakinkan lagi pendengarannya sangat senang mendengar perkataan Suster
"Iya,Nyonya Kinara sedang hamil sekarang".
"Selamat Bang Zain"Zio memeluk Zain memberikan selamat
"Yeeee,,Zia mau jadi Onti"Zia yang dari tadi diam karena cemas akhirnya membuka suaranya.
Tania memeluk Varo tanda bahagia mendengar kabar yang sangat menggembirakan "Kita mau jadi Kakek Nenek Mas"Kata Tania
Zain sudah tak dapat berkata-kata lagi rasa haru dan sedih bercampur menjadi satu.
__ADS_1