
Kinara duduk gelisah menunggu sang Ayah pulang,Fikri dan Vina yang kebetulan lewat sehabis membeli gado-gado di sebrang jalan menghampirinya.
"Kak Ara ngapain duduk diluar,bahaya kak"Tanya Vina khawatir takut kejadian pemuda mabuk yang melecehkan Ara terulang lagi.
"Kak Ara merasa cemas Vin,Ayahku belum pulang"Raut wajah Ara tak bisa menyembunyikan kecemasan hatinya merasa tak tenang saat ini.Ayahnya selalu akan menyempatkan pulang makan siang bersamanya.
"Mungkin saja orderan mobilnya lagi rame Ra,dan Ayahmu sedikit telat pulang"Fikri mencoba menenangkan Ara dengan perkataannya.
"Iya semoga ya Fik"
"Kak Ara udah makan belom,ini ada gado-gado bule Yati buat kak Ara makan"
"Makasih Vin,tapi Kak Ara nungguin Ayah pulang dulu,pasti dia membawa makanan untuk Ara".Tolak Ara halus
"Pokoknya ini buat kak Ara,makan sama paman nanti ya"Vina meletakan bungkusan Gado-gado ditangan Ara."Rezeki ini kak Ara gak boleh Nolak"kata Vina lagi.
__ADS_1
"Kalian baik sekali padaku"Ara terharu merasa keluarga Bu RT juga anak-anaknya selalu selalu membantu nya saat Ara dalam kesulitan.
"Gimana aku harus membalas kebaikan kalian semua"air mata Ara lolos membasahi pipinya.
"Kak Ara tidak perlu membalas apapun kami semua ikhlas membantu Kak Ara.Vina hanya minta satu pada kak Ara tetap semangat dan tersenyum,karena melihat senyum Kak Ara itu membuat hati damai"
"Tumben otak lu waras dan perkataan kamu bijak Dek"Fikri mengerjai adiknya karena dibalik sikap bar-bar adiknya ada sisi baiknya juga ternyata pikir Fikri.
"emang kenapa dengan otak ku!!!!"Vina menatap tajam Kakak fikrinya.
"Ohhhhh terus apa bedanya sama Kak Fikri diam-diam menyukai Kak A,,,"Belum sempat Vina melanjutkan Perkataannya dengan cepat Fikri membungkam mulut Vina dengan telapak tangannya.
dan memberi kode diam pada Adiknya itu,gawat kalo Vina sampai keceplosan ngomong.Fikri memang menyimpan rasa pada Ara ia tak berani mengatakannya langsung bukan karena dia pengecut hanya saja lebih memilih persahabatannya,tak mau merusak momen indah selama ini.belum tentu saat Fikri mengungkapkan isi hatinya Ara menerima cintanya dan itu akan membuat hubungan pertemanan mereka menjadi canggung.
"Fikri menyukai seseorang,ceritain ke Ara donk".Ara terlihat bahagia mendengarnya.
__ADS_1
Berbeda dengan Fikri sedikit kecewa melihat ekspresi Ara,berharap ada kecemburuan dimata Ara namun ternyata tidak.
Ara malah ingin dikenalkan pada gadis yang dimaksud Vina.
Melihat wajah sedih Fikri menatap wajah Ara,Vina merasa bersalah dengan kata-katanya.Vina tau kakaknya itu sudah lama menyimpan rasa pada Ara,namun Ara tak pernah mengetahuinya.Tapi bisa Vina pastikan Ara tak memiliki perasaan apapun Pada Kak Fikri nya.
"Kak maaf,,,,,"Vina berkata pelan.
Fikri mengusap kepala Vina lembut bagaimanapun Fikri juga yang memulai nya lebih dulu tadi.
"Apa aku mengenal gadis itu?"Tanya Ara memecah keheningan beberapa menit
"Gadis itu kamu Kinara"ingin sekali Fikri mengatakannya langsung.
"Enggak kak,,Kak Ara ga mengenalnya"Vina terpaksa berbohong.dan Fikri tersenyum penuh arti pada Vina.
__ADS_1