Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.124


__ADS_3

Bella masuk kedalam kamar Tania.Bella langsung menghambur pelukan bahagianya ke Tania.


"Selamat sayang ku,Bunda sangat bahagia.akhirnya suara bayi akan terdengar lagi dirumah ini,Kakek dan semua keluarga pasti bahagia mendengar ini".


"Iya Bunda"Tania memeluk erat Bella yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.


"Kakek dan Papa mana ya bunda?Tanya Varo menyadari Kakek tidak terlihat.


"Mereka berkunjung ke perusahaan cabang sedikit ada masalah."


"Kakek tidak memberi kabar padaku"


"Iya kakek tidak mau mengganggu bulan madu kalian,Dan akhirnya dapat kabar baik ini kan".


"Oh iya bumil mau makan apa,nanti bunda masakin yang spesial"


"Tania ko pengen makan gado-gado yang pedes Bun"pinta Tania suaranya sedikit manja


"Apa boleh makan pedes ya Bun",Varo agak khawatir dengan permintaan istrinya.


"Sebaiknya jangan makan pedes,Bunda juga khawatir apalagi kehamilan Tania masih sangat muda,Bunda gak mau ambil resiko"Tolak Bella


"Ya sudah tetap pake Lombok ya dikit aja",pinta Tania memelas


"Hmmmmmmm oke,tunggulah disini Bunda buatkan ya",Bella pun meninggalkan kamar Varo dan menuju dapur untuk membuatkan Tania Gado-gado.


"Aku mau mandi"Celetuk Tania badannya terasa gerah perlahan turun dari ranjang.mungkin dengan mandi bisa mengurangi sakit dikepalanya dan membuat badannya sedikit fit lagi.

__ADS_1


Varo dengan cepat menuntun Istrinya kekamar mandi dan membantu Tania mempersiapkan semua.


Bi Rumi pun memberitahu Tania gado-gadonya udah siap.


Varo menuntun Tania turun kebawah dimeja makan sudah ada Ayah,Bunda dan Gibran.


"Ayah senang mendengar kabar kamu hamil Tania,Selamat ya Varo"Ucap ayah Denian ketika Varo dan Tania sudah duduk dimeja makan.


"Makasih yah,ucap Tania


Denian mengangguk dan mempersilahkan semua makan.


"Akhirnya kehadiran calon bayi itu bisa menyelesaikan masalah Varo dan Tania juga,Wajah mereka berdua terlihat bahagia"bathin Varo ia merasa lega.


"Gibran bisakah hari ini kamu bantuin kerjaan ayah Dikantor,ada beberapa meeting penting yang harus dihadiri."Denian Membuka suara lagi.


Varo perlahan menyuapi Tania,istrinya sangat lahap menyantap gado-gado buatan Bunda Bella.


"Pelan-pelan makannya",Varo mengelap pinggir bibir Tania ada bumbu kacang yang menempel.


"Jiwa jombloku meronta,"Gibran berucap


"Bunda juga mau disuapin Mas Denian,"pinta Bella pada suaminya


Denian pun dengan segera menyuapi istrinya itu.


"Ya,,,benar-benar kalian semua ya,"Gibran berpura-pura marah dan bersiap berangkat kekantor bersama Denian.

__ADS_1


Semua tertawa "Cepatlah menikah"usul Varo


"Ya,doain aja Semoga gadis itu mau menerima ku,"Gibran menepuk bahu Varo.


"Apa Tuan CEO muda ini masih cuti kerja ?"sambung Gibran lagi


"Cuti dua hari ya,aku masih khawatir keadaan istriku,"Varo memberi alasan.


"Oke alasan diterima,kamu harus memberiku uang kerja lembur lebih banyak lagi",canda Gibran


"Mintalah pada kakekku,aku harus berhemat untuk persiapan untuk persalinan istriku"balas Varo bercanda.


"Dasar tuan muda pelit!!!!"Olok Gibran


"Kalo gak pelit mah,gak kaya".


"Hahhaahahaha"semua serempak kembali tertawa.


"Sudah bersiaplah kalian kekantor,"Ucap Bunda Bella


Setelah berpamitan Denian dan Gibran langsung menuju halaman depan menaiki mobil yang sudah menunggu mereka.


"Varo boleh kita bicara,aku masih kepikiran dan penasaran kenapa kemaren kamu marah dan cuekin aku,"Tanya Tania saat Varo menuntunnya menaiki tangga menuju kamarnya untuk beristirahat.


"Itu,,gak perlu dibahas dulu sayang,aku lebih mementingkan kondisimu saat ini,jangan banyak pikiran".


Tania masih ingin protes tapi ia tau varo pasti bersikeras tidak mengatakannya,Tania pun pasrah dan memilih waktu yang tepat lagi untuk membahas ini.

__ADS_1


__ADS_2