Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 181


__ADS_3

Masih dalam suasana panik


Varo mengambil air putih untuk istrinya.Tania meminumnya hanya sedikit.


Bella melihat luka Tania yang darahnya mulai mengering.


"Varo ambil kotak P3k bersihkan darah kering dikeningnya"Perintah Bella


"Iya Bun"Varo bergegas dan mengambil kotak P3k dan membersihkan sisa darah dikening Istrinya.


Denian menghampiri Bunda Bella "sebentar dokter Jesika akan segera kesini"


"Ya ,syukurlah "Sekarang kepanikan Mulai mereda Tania bisa membuka matanya walau masih terasa berputar.


Zain yang sudah bangun mencari keberadaan Mama dan papanya.


"Mama Zain cakit ya pa"Tanyanya setelah masuk kekamar dan melihat mamanya terbaring lemah"Mama juga luka"Tunjuknya pada perban yang terbalut dikening Tania.


"Sini peluk mama,Biar mama Zain cepat sembuh"Bunda Bella menyuruh Zain untuk mendekat


Zain pun dengan semangat memeluk mamanya.

__ADS_1


"Anak pintar"Varo mengusap rambut putranya.


Tak lama kemudian Dokter Jesika sudah berada di ruang kamar Tania.


"Kalian semua bisa agak menjauh sedikit,aku ingin periksa keadaan Nona Tania"Dokter Jesika memberi perintah melihat semua keluarga mengerumuni Tania.


Dengan patuh semuanya pun menjauh,Zain langsung digenllldong papanya.


Dokter Jesika mulai memeriksa Tania Dari tekanan darah,mata,dan memeriksa perut Tania dan denyut nadi,setelah memastikan dengan benar Dokter Jesika tersenyum senang"Nona Tania saat ini sedang hamil muda"Ucap Jesika membuat semua orang merasa senang termasuk Tania dia mengeluarkan air mata bahagia.


"Sayang kamu hamil"Varo mencium kening istrinya lembut


"Zain mau punya adik"Varo juga mencium anaknya berulang-ulang


"Masih lama sayang,Zain harus bantu jagain mama dan calon adik bayinya ya"Ucap bunda Bella yang juga merasa bahagia mendengar kabar gembira ini.


Zain kembali mengangguk antusias.


"Untuk memastikan berapa Minggu kehamilan sebaiknya bawa istrimu kedokter kandungan bila keadaannya sudah mulai stabil"Pesan dokter Jesika"ini aku hanya memberinya Vitamin saja"


"Iya dok,terima kasih"ucap Varo

__ADS_1


"Kalau begitu saya pulang dulu"pamit Dokter Jesika setelah Memeriksa Keadaan Tania


"Biar bunda Bella Antar Dokter Jesika ya kedepan"Jesika mengangguk


"Selamat ya Varo dan Tania"Ayah Denian memberi selamat pada anaknya dan menyusul istrinya mengantar dokter Jesika pulang.


"Rumah ini akan terasa ramai,dan suara bayi akan ada lagi,selamat ya Nak"Rendi terharu


"Jaga kesehatan mu dan calon bayimu nak"Pesan papa Rendi


"Iya pa,Varo akan lebih memperhatikan asupan gizi buat Calon Anakku".


"Ya sudah papa tinggal dulu ya,mau memberitahu kakek mu,dia pasti sangat bahagia mendengar ini"ucap papa Rendi


"Zain mau ikut sama kakek"


"Zain boleh ikut sama kakek Pa"tanya nya pada Varo


"Boleh,ikutlah dengan kakek"Varo memberi izin anaknya dan Zain pun mengangguk dan langsung menggandeng tangan Kakeknya.


"Sayang"mata Varo berkaca-kaca saat melihat Tania "Anak kita akhirnya louncing juga"Varo terus mencium Tania

__ADS_1


"iya sayang,aku berharap anak kita kembar"Doa Tania


"Kembar atau tidak aku sudah tak memikirkanya sayang,asal kamu dan calon bayi kita selalu sehat dan melahirkan lancar itu sudah membuatku merasa tenang dan bahagia".Varo memeluk istrinya


__ADS_2