
Diapartemen Sarah
Sarah Memeriksa Ponsel peninggalan Viona ia mencoba memasukan sandi namun gagal.
"Ahhhh Kak Viona pake sandi apa sih!!!!"gumam Sarah ia hampir Putus asa
"Susah sekali mencari Identitas Istri Varo,harapan nya hanya satu yaitu isi ponsel Viona".
"Ah apa mungkin tanggal jadian Kak Viona dan kak Varo ya"Pikir Sarah "Tapi kapan ya mereka jadiannya,ahhhh kepalaku terasa sakit"Sarah menekan kepalanya dan Mulai putus asa.
"mengapa kamu Sar"Rini yang baru datang melihat Sarah yang uring-uringan.
"Nih aku mau buka ponsel Kak Viona,tapi gak tau kata sandinya"Gumam Sarah
"Kak Viona pasti menyimpan Foto Istri kak Varo,Aku harus menyerahkan fotonya pada pembunuh bayaran nanti".
"Ohhh,coba kamu cari di tempat kak Viona menaruh barang pentingnya siapa tau ada catatan yang ia tinggalkan".Saran Rini
"Ah kenapa gak kepikiran dari tadi,bodohnya aku"Sarah menepuk jidatnya
"Sejak kapan kamu pintar"Ejek Rini
"Sia..n"umpat Sarah dan melempar sahabatnya dengan bantal kursi.
"Hahahahaha"Rini tertawa kencang
"Sar,pembunuh bayaran Itu meminta Dp tinggi"
"Aissssss,,tawar donk"Protes Sarah
"Temui saja dia kamu bisa ajukan Tawar-menawar,aku mah ogah liat nya aja serem"Rini bergidik ngeri.
"Iya,,aku harus cari foto dulu habis itu kita temuin mereka"Sarah membuka beberapa laci .
"Ahaaaaaaa,,,,,!!!!!!"Sorak Sarah
"Apaan sih"Kaget Rini
"Aku menemukan harta Karun"Sarah mengambil Amplop betuliskan kalimat Target pembunuhan
__ADS_1
"Aku yakin menemukan sesuatu disini"sorak Sarah
"Buka dulu siapa tau dalamnya Zonk"ucap Rini datar
"Bawel"ucap Sarah ia memilih duduk dan membuka amplop Peninggalan Viona.
Sarah mengerutkan keningnya "Wanita ini"Pekiknya membuat Rini kaget dan menghampiri Sarah
"Kamu ini bisa buat aku jantungan Lama-lama"Rini memukul pelan pundak Sarah
"Lihat ini pasti istri Varo"Menunjukan sebuah foto pada Rini
"kenapa kamu terkejut,apa kamu mengenalnya"Tanya Rini
Sarah mengangguk"aku pernah bertemu dengan nya di toko Roti"
"Terus"
"Apalagi jalan kan misi"Sarah tersenyum devil
"Ayo Rin,tunggu apalagi temenin aku"Teriak Sarah Pada Rini yang masih tertegun
"Aku takut sar"Lirihnya
Sarah sedikit emosi dengan sikap Rini
"Berikan padaku Nomor ponsel pembunuh itu,biar aku yang akan menemui Mereka sendiri"
Rini memberi kan nomor ponsel para pembunuh bayaran itu.
"Kamu jagain apartemen ku ya"Sarah pun berlalu
"Kak Viona,aku akan Membalas dendam mu pada keluarga itu,terutama wanita ini"Janji Sarah
Disebuah gudang tua para pembunuh yang sudah dihubungi oleh Sarah sudah berkumpul menunggu kedatangan Sarah.
Sarah memilih tempat yang jauh dari pemukiman penduduk agar tidak ada yang mencurigainya.
__ADS_1
Kesan pertama Sarah merasa Takut melihat satu persatu tampang Mereka."Benar kata Rini mereka semua seram"Sarah bergidik
Ada lima orang saat ini Sarah temui
Suasana hening seketika,sampai salah satu dari kelompok mereka membuka suara
"Apa kita akan terus berdiam diri!!!!"Suaranya terdengar lantang
"eh,,,,"Sarah terkejut
"Emmmmmm,,,Ini..."Menyerahkan foto Tania
Salah satu pembunuh Mengambil dengan kasar "Berapa bayaran yang kami terima"Tanyanya datar dan masih dengan Wajah Sangar nya.
"Sesuai kerja kalian,kalo berhasil aku akan memberi bonus lebih,namun kalau Gak berhasil aku tidak akan membayar sisa nya"Sarah berucap dengan penuh keberanian
"Kamu meragukan kemampuan kami Gadis licik"Mereka mengangkat wajah Sarah
"Lepasin sakit"Berontak Sarah "Aku yakin pada kalian"
"Bagus!!!!!,Berikan Dp nya sekarang!!!"Perintah seseorang yang dari tadi hanya diam memperhatikan semua dan dia adalah Bos mereka.
"DP 100 juta"ucapnya
Mata Sarah membelalak sempurna "Sial ini namanya ngerampok,tapi aku bisa apa"Rutuk Sarah dalam hati.dan dengan terpaksa ia menyetujuinya dan mentransfer hampir setengah isi tabungannya.
"Kapan kalian mulai"Tanya Sarah meyakinkan
"Secepatnya,Cepatlah pergi dari sini.Sebelum kami berubah pikiran,untuk bermain denganmu"Seseorang mendekati Sarah dan memegang pipi Sarah lembut
Menyadari bahaya Sarah cepat angkat kaki dan meninggalkan mereka.
"Bos apa yang kita rencanakan untuk wanita cantik ini".Menggoyang kan foto Tania.
"Sayang sekali kalau dia harus mati"Celetuk dari salah satu dari mereka yang berambut panjang.
"Tapi wanita itu sumber keuangan kita,bekerja lah jangan membuang waktu,kita gunakan senjata,bukankah keahlian menembakmu sudah semakin bagus Ronal"Ucap Bos mereka"Ini saat yang tepat untuk menunjukannya padaku.hahahahhahaha"
"Aku siap Bos,Tangan ini sudah sangat sangat untuk mencoba".
__ADS_1
"Bersiaplah Tania,kamu akan segera mati menggenaskan"tertawa devil