
Tangan Gibran mulai sedikit ada pergerakan Varo yang menyaksikan itu segera membangunkan Tania
"Sayang bangun,apa aku salah lihat tangan Gibran bergerak.Tunjuk varo pada Gibran yang sedang terbaring diranjang.
Tania mengucek matanya lalu mengangkat kepalanya melihat apa yang sedang suaminya tunjukan padanya.Tania pun melihat pergerakan itu.
Dengan segera menyuruh suaminya
"Varo cepat panggil dokter.
Setelah menekan tombol tidak berapa lama para dokter dan team medis sudah datang keruangan.
Varo dan Tania menunggu dengan cemas diluar ruangan.
Selang beberapa lama dokter pun keluar dan menyampaikan kabar baik.
"Tuan Gibran kondisinya mulai membaik dan ada perubahan yang sangat bagus,tapi masih perlu pengawasan.semoga dia secepatnya bisa pulih dan sadarkan diri".
Mendengar penjelasan dokter Varo merasa lega.
"Terima kasih Dokter,Ucap varo.
"Saya juga berterima kasih anda sangat cepat menghubungi kami.
"Kami permisi dulu Tuan dan Nona,pamit Dokter
__ADS_1
"Iya dok,sahut Varo dan Tania bersamaan.
Pak Darko datang dengan tergesa - gesa menghampiri Varo memberikan kabar dari para 3 orang pria yang sekarang ditahan.
"Tuan muda gimana kondisi Gibran?
Tanyanya setelah memasuki ruangan rumah sakit.
"Kondisinya mulai stabil hanya perlu menunggu kapan dia sadar"Jawab varo.
"Apa ada kabar dari tiga pria itu siapa yang menyuruh mereka????
"Sebaiknya kita berbicara ditempat lain Tuan,Pak Darko berbisik pada Varo
"Soalnya saya tidak mau membuat Nona muda tambah khawatir,ini menyangkut dirinya juga.Pak Darko memberi alasannya karena dia tahu varo pasti enggan meninggalkan Istrinya saat ini apalagi setelah peristiwa yang baru dialaminya.
"Oke kita berbicara diluar" varo akhirnya setuju
"Sayang aku keluar sebentar tetap lah disini ada yang ingin aku bicarakan pada pak Darko".pesan Varo pada istrinya
Tania pun mengerti dan mengangguk setuju
Setelah mencari tempat aman dan masih bisa memantau ruangan Gibran dan para bodiguard sudah ditambah lagi.Varo sedikit merasa lega.
Pak Darko memulai bicaranya
__ADS_1
"Mereka hanya menyebut Wanita yang berhasil kabur itu tapi mereka tidak tau nama sebenarnya hanya inisial Rs,dan nama Nyonya besar walau sudah didesak mereka tidak mau buka mulut dan bahkan rela mati".Ucap Darko dengan nada kekecewaan.
"Terus ambil informasi,kita perlu menangkap wanita itu.dia sangat berbahaya.Varo terlihat sangat khawatir saat ini
"Apa tujuan mereka sebenarnya,dan kenapa harus Tania sasaran mereka mengapa bukan aku,varo berpikir keras
"Mungkin saja Nona dijadikan bahan umpan mencari titik kelemahan Tuan muda,selama ini mereka sudah mengawasi kalian berdua"
"Jaga terus pengamanan,desak terus 3 pria itu mereka pasti punya banyak anggota lainnya".
"Aku tidak bisa pulang kembali besok pagi,sebelum Gibran benar pulih,cari alasan buat kakekku dan keluargaku aku memperpanjang Bulan Madu,Agar mereka tidak khawatir.
"Siap tuan muda,Saya akan menambah beberapa keamanan dirumah sakit ini dan besok saya harus kembali kekakantor polisi untuk introgasi lagi".
"Kamu juga harus menjaga diri dan berhati-hati Pak Darko".
Mendengar perhatian tuan muda nya Pak Darko merasa senang.
"Saya pamit Tuan muda,,
"Aku akan kembali keruangan saat ini.Aku tidak bisa lepas pengawasan nyawa istriku sedang terancam,Varo pun kembali menemui istrinya.
Dia melihat Tania sudah tertidur di sofa ruangan.Meringkuk kedinginan
Varo berjalan mendekati istrinya dan membenarkan posisi tidurnya lalu menyelimuti Tania.memberi kecupan hangat dikening istrinya.
__ADS_1
"Selamat malam sayang,istrirahatlah aku akan menjaga mu disini".tangan varo mengusap kepala Tania lembut.