Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.47


__ADS_3

prov.Laura


Setelah meminta seseorang menyelidiki keberadaan Tania apa sahabatnya baik-baik saja.Laura duduk dibalkon apertemennya


Airmata nya jatuh membasahi pipinya saat mendapatkan semua informasi tentang Tania.


"Aku tidak ada disamping mu saat pernikahan mu Tania,Semoga saja benar kata mereka suamimu orang yang baik.Tahukah kamu aku sangat mengkhawatirkan mu mengetahui kamu menikah dengan keluarga Mahardika.


"Paman dan Bibimu benar-benar orang yang tidak punya hati mengorbankan masa depan mu demi uang".


"aku hanya bisa berdoa untukmu semoga kamu bahagia sahabatku,aku ingin sekali bertemu dengan mu saat ini,tapi bagaimana aku menghubungimu,nomor ponselmu tidak pernah aktif begitu juga Arka.


Lamunan laura menerawang jauh


Sampai sebuah suara membuyarkan lamunannya


"Siang-siang kok nangis,sapa seseorang dari samping.


Laura menatap pria itu dengan tatapan tidak suka.dan cepat menghapus air matanya


"Namaku Gibran,siapa namamu siapa tau kita bisa jadi teman.


"Aku tidak mau berteman dengan orang asing".jawab Laura ketus.


"Wah galak sekali,Kalo tidak mau santai saja Nona.Gibran sedikit kaget dengan sikap Laura.


Malas menanggapi omongan Gibran Laura memilih masuk ke dalam apertemennya.


"Pria menyebalkan,mengganggu saja.gumam Laura

__ADS_1


Tanggapan Laura tentang Gibran


berbeda dengan Gibran


"Gadis yang menarik".


Laura sibuk menyiapkan beberapa keperluan buat hari pertamanya besok kekampus semoga suasana kampus nya nyaman harus menyesuaikan lagi dengan lingkungan dan orang-orang baru.


Setelah semua beres Laura segera menuju kamar mandi membersihkan badannya yang terasa lengket dengan keringatnya.


selesai mandi perutnya terasa lapar aku akan memasak yang praktis aja mie dan telor membuka kulkas mengambil mie goreng dan mulai memasaknya dengan cepat.


"Taraaaaa mie goreng telor ceplok ku sudah jadi,aku ingin memakannya dibalkon aja Laura sangat suka berlama-lama diluar melihat suasana sekitar apertemennya.


Lalu mengambil jus jeruk yang udah dia buat dan ditaruh dikulkasnya.siap membawanya keluar.


cuaca tidak terlalu panas membuat Laura senang sekali menaruh mie goreng dan jus nya membuka ponselnya mendengarkan lagu-lagu koleksinya.


hufttttttt ternyata mie buatan ku pedes juga dengan cepat Laura menghirup jus nya dengan tergesa-gesa membuatnya terbatuk


"uhukkkkkkk,uhukkkkkkk


"Bisakah kalo makan dan minum lebih berhati-hati Nona teriak seseorang,dia sedikit khawatir melihat keadaan Laura.


Laura mengangkat kepalanya sekilas melihat siapa yang sedang berbicara.


Setelah batuknya reda Laura bernafas lega.


"Apa kamu baik-baik saja,Tanya Gibran khawatir

__ADS_1


Laura hanya mengangkat tangan dan memberi kode 👌bahwa dia baik-baik saja.


Gibran senang dengan tanggapan Laura walau hanya isyarat jarinya.


"Berhentilah makan siap saji itu tidak baik buat kesehatanmu,ucap gibran melihat apa yang dimakan Laura.


"Pria ini terasa seperti mamaku yang sangat cerewet kali menyangkut makanan sehat".bathin Laura


"Aku menyukai nya,hanya saja aku masak terlalu pedas tadi,lagi pula hanya ini yang bisa ku masak,ucap Laura lepas dari mulutnya.


Ehhh Laura menutup mulutnya,


"kenapa juga harus menjelaskan nya pada pria asing ini".


"Aku punya makanan sehat,kebetulan aku memasak banyak mau kah kamu menerimanya".Gibran memberikan makanan yang sudah ada ditangannya dia memamg sengaja membuat banyak untuk membaginya pada Laura.


"Tidak perlu repot-repot tolak Laura.


"Ambillah tidak ada racun didalamnya"ucap Gibran membuat Laura merasa tak nyaman.


Dengan terpaksa Laura mengambil makanan


"Terima kasih"Ucap Laura lirih


"Awal yang baik,gadis jutek ini bisa mengucapkan terima kasih juga,


"Beri tahu aku siapa namamu".


"Panggil saja Laura,kalo sudah tidak ada yang penting aku tinggal kedalam ya".

__ADS_1


"Jangan lupa dimakan ya,Semoga suka masakan ku ya.


Laura hanya menarik nafasnya dalam.


__ADS_2