Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.106


__ADS_3

Varo menurunkan koper pakaian yang akan dia bawa untuk liburannya disana nanti,hanya satu koper cukup buat dia dan Tania,pak Romi supir pribadi keluarga Mahardika pun membantu Varo untuk meletakkan Kopernya didalam bagasi mobil.


Tania sudah siap dengan pakaian casualnya celana hitam,baju putih bercorak gambar,tas kuning kesayangannya,sepatu hitam tak lupa Tania menggulung rambutnya keatas.terlihat fresh dan manis dia memilih pakaian yang santai dan enak dipakai saat berpergian jauh,apalagi perjalanan kini menggunakan Mobil.


Varo juga mengenakan baju yang senada dengan Tania,istrinya ingin mereka Couple lagi.dan varo tidak pernah keberatan akan hal itu karena,Varo bukan tipe cowok yang terlalu pemilih dalam mengenakan baju.asal cocok dan nyaman dipake.apalagi ini adalah pilihan sang istri yang membuat dia merasa senang.


"Sayang kamu sudah siap,Tanya Varo melihat istrinya sedang memakai sepatunya.


"Sudah,ini tinggal pake sepatu.jawab Tania


"Kamera jangan terlupa ya,pasti disana banyak tempat foto menarik buat diabadikan.


"Sudah saya siapkan nyonya Alvaro Mahardika,nanti siap jadi model ya sayang semua akan suami mu ini abadikan".


"Yee,,,,Tania memeluk Suaminya


"Terima kasih Varo,Tania reflek mencium pipi suaminya.


"Wah,bakalan jadi obat nyamuk nih Nanti aku,Gibran datang dan sudah siap membawa segala keperluannya.


"Hehehehehe,mangkanya cepat sana cari pasangan buat bisa sayang-sayangan.Varo sengaja memanasi Gibran.dengan mencium lagi pipi Tania.


"Aku harus bersabar menunggu bidadari hatiku,yang sedang jauh disana.Ucap Gibran cuek dan berlalu meninggalkan Varo dan Tania yang memang sengaja mengerjainya.


Bunda Bella menghampiri mereka dan memberikan beberapa bungkusan ditangannya pada Tania.


"Apa ini bunda???tanya Tania heran


"Beberapa bekal untuk kalian makan diperjalanan,Selalu berhati - hari ya dalam berkendaranya,pesan Bunda Bella.


"Jaga istrimu dengan baik,pesan papa Rendi pada Varo,ingat habis liburan tugas kantor Kamu dab Gibran numpuk.Papa Rendi berkata sambil tersenyum dan Memukul Pelan pundak anaknya.

__ADS_1


"Siap pa,,Ada Gibran yang akan siap siaga membatu Varo untuk tugas kantor.iya kan bro!!!


"Bulan depan aku minta naik gaji pokoknya,sahut Gibran.


"Kalo urusan naik gaji,minta sama tuan besar,sahut Varo


"Aku minta dari kamu,bukan dari kakek,protes Gibran.


Bunda Bella hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan Dua anak nya itu.


"Kalau kerja yang bener nanti gaji bakalan kakek Naik kan.Kakek menghampiri mereka semua.


"Cuma bercanda kek,Ucap Gibran karena gaji nya,sudah merasa lebih dari cukup ditambah diberikan tempat tinggal dirumah kakek.


"Sampaikan salam kakek pada pak Miko sahabat kakek ya disana sudah lama tidak bertemu beliau.


"Baik kek,Nanti Varo sampaikan


Denian dan Rendi pun berpamitan pada semua keluarganya untuk pergi bekerja.


Kini Giliran Varo dan Tania yang segera Berpamitan.dan memasuki mobil mereka.


"Dah Bunda Bella,dah kakek,,sapa Tania dari dalam mobil".semua pengawal juga masuk kemobil dibelakang Varo.


"Dah sayang,Ingat pesan Bunda jaga diri kalian baik-baik ya.


"Iya bunda,,,balas Tania.mobilpun perlahan meninggalkan halaman rumah besar itu.


Sepanjang perjalanan Varo dan Tania asik bercerita,Gibran yang ada di depan hanya tertawa saat mereka asik membahas tentang rencana punya anak berapa.


"Aku beharap kalau hamil ingin anak kembar,harap Tania

__ADS_1


dirinya sudah membayangkan betapa menyenangkan bila dikarunia sepasang anak kembar.


"Sayang aku menginginkan anak sepuluh ya"ucap varo dengan santainya.


"Apa??? tanya Tania dengan keterkejutannya.


"Kenapa gak sebelas sekalian bikin club sepak bola,celetuk Gibran.


"Mau nya sih gitu,boleh ya sayang.bujuk varo pada istrinya.


"Selama aku masih sanggup melahirkan nya,Ucap Tania


"Yes,,,makasih sayang varo memeluk istrinya.


"Untuk apa terima kasih,


"Mau melahirkan 10 anak untuk ku.


"Itu kalau aku sanggup ya,gak janji Tania tertawa melihat tingkah suaminya saat ini.


"Aku ingin foto di situ tunjuk Tania,boleh kah kita berhenti sebentar".tanya nya pada suaminya


"Apa yang tidak boleh untuk istriku tercinta.Gibran parkirkan sebentar mobil


"Tapi hanya satu kali jepret ya,karena tidak enak sayang terlalu lama parkir disini.


Tania mengangguk setuju dan memberikan ponselnya pada Varo.


satu dua tiga cekrek


hasil yang sempurna dan sangat cantik decak Varo.

__ADS_1



__ADS_2