
Seminggu berlalu Ayah Kinara sudah diterbangkan kerumah sakit Singapura.Orang tua Zain dan keluarga besarnya mendukung semua keputusan Zain yang akan menanggung semua biaya pengobatan Pak Toni.apalagi saat Tania tau Pak Toni adalah Ayah dari Kinara,gadis yang sangat Tania sayangi.
Bahkan Tania mempunyai keinginan untuk menjadikan Kinara Menantunya kelak,apapun kekurangan dari Kinara tak menjadi masalah baginya.
Saat melihat kedekatan putranya Zain,Tania semakin yakin untuk mendekatkan hubungan mereka berdua,Dan Tania bisa melihat bahwa Zain memiliki rasa Sama Kinara.Namun Tania tak mau egois,dia akan tetap meminta persetujuan anak-anaknya dan juga Kinara.
"Apa ayah akan baik-baik aja disana,Aku khawatir Za"Ara memikirkan siapa yang akan merawat Ayahnya sedangkan dirinya tidak diperbolehkan untuk ikut.
"Kamu tenang aja Ra,,Papa ku sudah mengurus semuanya,pelayan dan perawat sudah siap melayani semua keperluan Ayahmu disana"Zain memberanikan mengusap air mata Kinara yang tergenang di pelupuk matanya.
"Za,,,kenapa dulu kamu menyembunyikan identitas keluarga mu"Tanya kinara penasaran setelah mengetahui dan menurunkan tangan Zain yang mengusap air matanya.
"Aku punya Alasan Ra,,,,"
"Dan aku tak pernah menyangka kamu adalah putra dari Nyonya Tania,aku pengagum sosok beliau walau tak bisa melihatnya aku yakin Nyonya Tania pasti sangat cantik".
"Ehemmmmmmmm,,lagi ngomongin mama ya"Tania sengaja menggoda Kinara
"Eh,,,nyonya"Kinara mencoba tersenyum walau ia tak tau diarah Mana Tania berada.
"Bawa dulu Kinara Masuk Nak,Oma Bella sudah menyiapkan makan Siang untuk kalian semua".
"Kinara jadi ngerepotin Nyonya lagi"
__ADS_1
"Ra,,,,bisa jangan panggil saya Nyonya,panggil aja Tante Tania atau mama seperti Zain memanggilku"Tania sengaja berkata seperti ini.
"Kinara panggil Tante Tania aja kalo seperti itu"
"Tante boleh peluk Kinara sebentar aja"Entah bagaimana Kinara tiba-tiba ingin sekali memeluk Tania.
"Tentu boleh sayang"Tania memeluk gadis berambut panjang itu.
Tangis nya pecah dipelukan Tania.Kinara membayangkan Tania adalah Ibunya yang sudah pergi meninggalkannya rasa hangat pelukannya sama.
Zain terharu melihat momen didepan matanya kini.
Tania mengelus lembut"Kamu merindukan mendiang Ibu mu??"Tanya Tania.
Tania bisa merasakan kesedihan gadis dalam pelukannya.
"Mulai sekarang anggap aku adalah Ibumu"Tania melepas pelukannya dan menghapus air mata Kinara.
Kinara masih diam ia belum bisa menjawab permintaan Tania.
Tania tersenyum melihat keraguan diwajah Kinara.
"Ayo kita masuk kedalam pasti semua mereka menunggu kita"Ajak Tania
__ADS_1
"Za,,,Ara malu dan takut"Kinara mengingat dirinya tidak sebanding dengan keluarga Zain.Kinara berpikir takut keluarga Zain menganggap dirinya aji mumpung.
"Untuk apa malu????"Tanaya Zain heran
"Aku,,,"Kinara tertunduk dan meremas pelan ujung tangannya.
"Saat kamu sudah mengenal semua keluargaku,pasti kamu sangat menyukai mereka"Zain memegang tangan Ara dan menggandeng nya masuk kedalam rumah.
Kinara pun berusaha membuang ketakutan dan rasa malunya.
Tania melihat Zain yang sangat perhatian terhadap Kinara sangat senang.
"Kak Ara"Zia berlari memeluk Kinara
"Zia,,,,apa kabarmu?????"
"Baik kak,Ayo sini kak Ara kita makan sama-sama"Zia ikut menuntun tangan Kinara.
setelah sampai dimeja makan mempersilahkan Ara duduk.
"Siapa gadis cantik ini????"Tanya bunda Bella ramah
"Kak Oma ku sedang bertanya padamu"Zia berbisik pelan pada Kinara
__ADS_1
"Kinara ,,,,,Oma"Jawab Ara pelan
"Apa kamu pacar Zain cucu Oma???????",Tanya Oma Bella langsung membuat Zain dan Zia ternganga kaget begitu juga Kinara.