Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.57


__ADS_3

Cukup lama Tania tertidur.Varo masih duduk dibalkon hotel menunggu istrinya bangun.


Saat Tania bangun dia mencari sosok suaminya.


bibirnya menyunggingkan senyum saat melihat sosok pria sedang duduk dibalik kaca jendela Kamar hotel.


Tania menghampir suaminya dan melingkarkan tangannya kepundak varo.


"Sudah bangun sayang,varo mengelus tangan Tania lembut.


"Duduk lah disini,menunjuk bangku disamping kanannya.


Tania pun melepas pelukannya dan duduk disamping suaminya.


"Kamu pasti lapar kan,tanya Varo melihat istrinya sedang mengelus perutnya.


"Iya sesekali kita makan direstaurant hotel ya,gak mau didalam kamar.pinta Tania manja


"Baiklah Tania,ayo kita pergi ke restaurant diatas.Ajak varo


"Makasih suamiku,Tania mencium lembut pipi suaminya


"Sayang kamu sedang menggoda suamimu ini ya,Senyum smirik varo mengembang.


"Itu hanya tanda terima kasih dariku.Tania mengelak


"Oke,terus lah berterima kasih padaku seperti itu,aku menyukainya.Varo tersenyum penuh arti


"Kyaaa sepertinya aku salah bicara,Tania menyesal melakukannya.


"Bersiaplah" perintah Varo.


Tania pun mengambil Tas dan memasukan ponselnya.


Varo dan Tania segera keluar untuk menuju lantai atas untuk makan siang.


Beberapa bodiguard yang menyamar pun dengan hati-hati mengikuti mereka.


Tiga orang pria dari kamar sebelah pun yang sudah menunggu kesempatan ini mengikuti langkah mereka.


Keluar lift dilantai 4


"Perut ku sakit,Ringis Tania tiba-tiba


"Apa yang terjadi,Varo terlihat panik


"Aku harus kekamar kecil,Suara Tania terdengar lemah.


"Kita kembali kekamar Tania.

__ADS_1


"Tidak perlu,cari kamar kecil terdekat.


"Aku akan mengantar mu.


"Kesempatan bagus" para pria itu memberi kode pada seorang wanita yang baru memasuki lift bersama mereka.wanita itu salah satu rekan mereka.


Para bodiguard tidak nyaman harus mengikuti Tuan dan nona mudanya kekamar kecil wanita


"Tuan muda juga bersama nona,dan kita terus mengawasi Tiga pria ini saja,bisik salah seorang bodiguard


Varo pun mengantar Tania kekamar kecil dan menunggu nya sedikit menjauh karena ini khusus wanita.ada rasa khawatir pada dirinya.


Seorang wanita juga masuk kedalam kamar kecil.Dia adalah pembunuh bayaran yang sudah membunuh beberapa kali targetnya dan tidak pernah ada yang bisa selamat darinya.


Varo tidak memperhatikan wajah wanita itu dan tidak menaruh curiga.karena pikirannya khawatir dengan istrinya.


Tania segera masuk ke salah satu bilik,setelah selesai dia berniat merapikan rambutnya


Dia melihat sekilas wanita yang asik bercermin


"Wanita yang berkelas dan cantik"Pikir Tania didalam hatinya.tanpa menaruh curiga sedikitpun.


Tanpa sengaja Tania tertuju pada sebuah pisau yang tersembunyi dibalik pakaian yang dipakai wanita itu.


Hati Tania sedikit was-was dengan perlahan Tania mengambil langkah mundur


Wanita itu segera menangkap Tania belum sempat dia berteriak dengan cepat wanita itu membungkam Tania dengan tangannya.


Tania merasa hampir kehilangan nafas karena wanita itu membungkam mulut dan tangannya.


"Pergi ke pintu bersikap biasa saja,cari alasan pada suamimu agar dia meninggalkan mu.


"Kalau berani macam-macam tanpa segan aku akan menusukmu" .Ancam wanita itu lagi yang sudah menyodorkan pisau dibelakang Tania.


Tania tidak bisa berpikir panjang lagi dia sedang terancam saat ini.


Dengan langkah gemetar Tania membuka pintu.


"Varo,,,panggilnya mencoba bersikap tenang


"Aku bisa minta tolong,aku sedang datang bulan pembalutku ada dikamar.


"Aku tidak mau meninggalkan mu,biar ku telpon pak Darko saja untuk mengambilnya".Tolak varo


Pisau di belakang Tania semakin mendekat kepunggungnya.


"Varo itu memalukan buatku,alasan Tania dia semakin terdesak tapi harus tetap bersikap tenang.


"Aku akan baik-baik saja varo,cepatlah.Tania memohon.

__ADS_1


"Dimana kamu meletakkannya,aku akan dengan cepat mengambil ya.


"Aku menaruhnya didalam koper.


"Cepatlah varo,sudah semangkin,,,,, Tania tidak melanjutkan ucapannya


Dengan berat hati varo meninggalkan istrinya karena terdesak.


"Gadis pintar,bisik wanita itu ditelinga Tania


"Sekarang ikut aku kearah tangga jangan berani bertidak bodoh,kamu tau akibatnya.wanita itu tersenyum menyeringai.


"Awww sakit,,,rintih Tania saat wanita itu memulas tanganya sedikit terkilir.


"Berjalan seperti biasa jangan sampai ada yang mencurigai kita.perintah wanita itu


"Aku bisa saja membunuhmu sekarang,tapi nyonya Besar menginginkan aku membawamu hidup-hidup".jelasnya.


"Ya Tuhan lindungi aku,semoga saja ada yang menolongku saat ini"doa Tania didalam hatinya


mereka pun menyusuri tangga darurat .


wanita itu berpikir adalah ide cemerlang tanpa dia ketahui seseorang sedang menunggu nya disana.


"Kemana para bodiguard itu,gumam Varo tidak melihat beberapa orang yang berjaga".


Karena para bodiguard terus mengikuti pria yang mencurigakan.


Hatinya semakin gelisah tapi dia harus bergegas.dengan berlari varo menuju kamarnya.setelah mendapatkan diapun langsung kembali ketempat Tania.


"Tania,,,Tania panggilnya dari luar tidak ada jawaban dari istrinya.


Tanpa berpikir lagi varo memasuki bilik wanita itu.dan tidak menemukan Tania hanya tas milik Tania yang tertinggal.


"Tania,,,,,,varo mengacak rambutnya keras


Dengan cepat menghubungi Pak Darko


"Halo aku meninggalkan istriku sebentar, tapi dia menghilang,sesorang pasti membawanya. cepat suruh semua pengamanan berjaga pasti dia masih ada disekitaran hotel".Suara varo terdengar sangat marah


Mendengar itu pak Darko tercengang ,kenapa ada kecerobohan pada pengawasannya.


"Baik tuan muda saya akan segera laksanakan".


Saat dia berlari keluar mendengar teriakan dari arah bawah tangga darurat


"Itu suara Tania,Dengan cepat Varo menuju tangga berlari sekuat mungkin dia takut terjadi apa-apa pada istrinya.


Tania sudah terduduk lemas saat darah mengalir deras ditangannya Tuan Bangun lah seorang pria tertusuk pisau tepat diperutnya dan mengeluarkan darah saat menolong Tania dari serangan wanita pembunuh bayaran.

__ADS_1


Mendengar ada orang lain datang wanita itu segera lari meninggalkan mereka karena tidak mau tertangkap,baru kali ini dia bertindak sangat tidak propesional."Seharusnya aku membunuhnya dari awal" bathin wanita itu.


__ADS_2