
Selesai makan malam Varo mengajak Tania untuk segera beristirahat.Sebelum itu Tania mengantar Zain menuju kamarnya.
Tania dan Varo tidur disamping kiri dan kanan Zain.Tania mengalunkan lagu merdu pengantar tidur untuk putranya bukan saja Zain yang tertidur,Varo pun ikut terhanyut dan memejamkan matanya perlahan.
Tania yang merasa sangat mengantuk ikut tertidur.hingga pagi hari menjelang Tania bangun lebih dulu dan melihat dua lelaki kesayangannya masih tertidur pulas.Tania tak membangunkan Varo karena ini hari Minggu Varo tak pergi kekantor.Tania mengerti akhir-akhir ini suaminya bekerja keras dan kadang juga lembur.
Sebelum pergi Tania menyempatkan mencium Varo dan Zain bergantian.
dan Tania segera kembali kekamarnya untuk mandi.
Didalam kamar mandi Tania merasa tak nyaman pada perutnya ada rasa mual dan kepalanya pusing.pandangan nya mulai kabur dan akhirnya pingsan.cukup lama Tania pingsan dan tidak ada yang mengetahuinya.
Varo terbangun dan mencari keberadaan istrinya,menuruni tangga dan memanggil istrinya.
"Tania,,,"
Bunda yang menikmati teh bersama ayah Denian memanggil Varo.
"Tania belum ada terlihat turun,bunda kira dia masih tidur".
"Apa dia mandi ya bunda???"
"La kamu kan dari kamarmu pasti kalau mandi pasti terdengar"
"Kami tadi malam tertidur dikamar Zain Bun"
"Oh ,,coba cari istrimu dikamar kalian"
"Iya Bun"Varo kembali menaiki tangga menuju kamarnya
__ADS_1
"Tania,,,Sayang kamu didalam"hati Varo merasa gelisah beberapa kali mengetuk pintu kamar mandi tak ada jawaban
"Pintunya terkunci"Pekik Varo
"Sayang,sayang buka pintunya"Varo semakin panik tak ada jawaban dari Tania.
Dengan sekuat tenaga Varo mendobrak pintu hasilnya Nihil "Ya tuhan jangan terjadi apapun pada istriku"
Varo berlari kencang mencari benda yang bisa ia pakai buat menghancurkan pintunya.
"Varo apa yang terjadi"Tanya Bunda Bella ikut panik melihat Varo berlari kencang
"Bunda Tania tak menjawab panggilanku dikamar mandi,Varo gak bisa mendobraknya"
"Apa,Mas ayo kita keatas,Aku takut Terjadi apa-apa sama Tania"
"Tenangkan dirimu Sayang"Denian mencoba menenangkan Istrinya."Ayo kita lihat lihat ke atas".
"Kok bengong sih,ayo kita liat keadaan Tania"ucap Bella kesal pada Suami dan kakaknya yang masih berdiri diam.
"Ada apa dengan Tania???"
"Udah Jangan banyak tanya mas Rendi "Bella bertambah kesal "Buruan liat keadaan Tania"
Rendi yang belum sepenuhnya mengerti keadaan langsung ikut Bella berlari menuju tangga.
Varo sudah menemukan alat yang bisa ia pakai untuk mendobrak pintu.
Didalam kamar Tania mulai siuman dan perlahan bangkit mengumpulkan tenaganya.
__ADS_1
"Apa aku pingsan"Tania sadar dirinya masih dikamar mandi.
"perihnya keningku"Tania melihat darah di pelipis nya ia terbentur sedikit tadi saat jatuh pingsan.Tania mencoba berdiri pelan untuk membuka pintu.terdengar suara gaduh dari luar.
Varo siap mendobrak dan merusak pintu ceklek pintu terbuka dan Tania terhunyung hampir jatuh lagi dengan sigap Varo menahannya tubuh istrinya agar tak terjatuh.
"Sayang buka matamu,apa yang terjadi".
Tania hanya membuka sedikit matanya kepalanya terasa berputar.
"Pusing"lirihnya
"Varo angkat istrimu kekasur baringkan dia"perintah Bunda Bella
Varo pun langsung menggendong Tania dan membaringakannya pelan Varo melihat luka dipelipis keningnya.
"Bun,tania terluka"Varo sedih melihat keadaan Tania istrinya.
"Mas Denian panggil dokter Jessica"
"Ini mas udah hubungi,namun tak ada jawaban"
"Mas Rendi cepat juga hubungi Dokter Rian"
"Buat apa menghubunginya????"Rendi merasa heran
"Ya untuk mengobati Tania,Kenapa pagi ini pikiran semua orang pada geser sih"
"Enak aja bilangin otak mas geser,Yang ada kamu Bel"Protes Rendi awalnya juga sempat khawatir akan keadaan Tania tapi yang benar saja "apa hubungan nya dengan dokter Rian,Dia kan dokter gigi".sambung Rendi lagi
__ADS_1
"Hah,,astaga aku pikun"Bella menepuk jidatnya merasa bersalah "hubungi dokter siapapun sekarang"Desak Bella lagi.