
Sudah sebulan waktu berlalu,Rendi juga sudah benar-benar pulih tapi tidak pada Tania,Yang masih setia dengan peralatan medis yang terpasang dibadannya.
"Sayang,,Cepatlah sadar,aku sangat merindukanmu.Bisik Varo yang tidak pernah bosan setiap hari dia lakukan.
"Kamu tau sekarang semua para penjahat itu sudah menerima segala hukuman atas kejahatannya,Walau aku sedih melihat wajah mama yang penuh dengan penyesalan.Cepatlah bangun sayang aku sangat tersiksa melihatmu masih diam seperti ini.Varo mengelus tangan istrinya lembut.
"Aku selalu kepikiran kamu,Tidak pernah konsentrasi kerja,semua nya berantakan dan kamu tau sayang,papa bilang lebih baik Gibran aja yang kerja.Aku benar-benar kacau lihat tubuh ku tidak atletis lagi seperti dulu,liat mataku yang kurang tidur.Varo terus berbicara pada istrinya dia Tidak sadar kalau istrinya bisa mendengar semua perkataannya.
"Oia sayang,aku minta maaf belum bisa menemukan keluargamu,aku ingin memberi tau kabar mu kepada mereka tapi ternyata Mereka sudah pindah entah kemana,Tapi aku tetap akan mencari informasi dimana mereka tinggal sekarang.Varo terus saja berbicara seakan istrinya itu sudah sadarkan diri.
Varo menatap Tania,dimata varo terlihat gurat kesedihan yang mendalam.
"Varo,,ternyata kamu udah datang nak,Bunda Bella menepuk pelan punggung Varo.
"Iya Varo merindukan Tania,,Menggenggam erat tangan istrinya.
Bella mengerti perasaan keponakannya itu.dan memberi dukungan agar terus berdoa untuk kesembuhan Tania.
"Besok istrimu sudah boleh dibawa pulang kerumah,kita rawat dia sama-sama,dan kakek sudah menyiapkan beberapa perawat yang akan siap sedia bila ada yang dibutuhkan untuk perawatan penting Tania".
__ADS_1
"Iya,makasih Bunda Bella.selama ini menjaga Tania saat aku tidak disampingnya.ucap varo
"Tania itu anak Bunda juga varo,Bella sedikit kesal mendengar ucapan Varo.dan mengacak rambut varo pelan.
"Iya,,Bunda aku bukan anak kecil lagi selalu diacakin rambut ya!!!
"Bagi bunda kamu itu masih bayi,walau sekarang sudah bucin sama istrinya hahahahahaha.Bella tertawa senang setelah mengerjai Varo.
"Varo aku juga merindukan mu,aku ingin bangun tapi mata dan tubuhku tidak bisa bergerak".bathin Tania
Keesokan hari Tania sudah siap untuk dibawa pulang.
"Sayang selamat datang dikamar kita kembali".Sambut Varo saat istrinya sudah baring diatas Ranjang mereka.
"Aku ingin sadar secepatnya,Tania merasa ada dorongan kuat agar dia bisa bangun dan sadar kembali.suamiku membutuhkan aku dia mungkin terlihat tegar tapi sebenarnya dihatinya rapuh dan kesepian,Aku bisa merasakan setiap nada bicaranya padaku.Air mata Tania tidak terasa keluar membasahi sudut matanya.
Kakek Royan mengetuk pintu kamar Varo ingin melihat keadaan Tania.
Varo segera membuka pintu dan menyambut kehadiran kakeknya.
__ADS_1
"Suster sebentar lagi akan tiba untuk memeriksa keadaan Tania,ada beberapa infus yang harus diganti.
Varo mengangguk mendengar ucapan kakeknya.
"Kakek sudah memberitahu papamu untuk memberimu libur kerja dulu beberapa hari,karena kakek mengerti perasaanmu".
"Terima kasih kakek,Varo merasa sangat senang
Walau sebenarnya Rendi sangat tidak setuju kalau varo harus menunda masuk kerja lagi karena alasan istrinya.sifat Rendi berubah lebih dingin setelah dia merasa dikecewakan dan dikhianati orang yang dia cintai dan bahkan dia berpikiran semua wanita sama hanya mau harta.jadi dia tidak mau anaknya mengalami nasib sepertinya,terlalu mencintai seorang wanita yang kelak akan meninggalkan rasa sakit yang mendalam.
Padahal tidak semua seperti itu penilaian Rendi pada Tania salah besar.
Author:
Terima kasih atas semua dukungan
Reader kuh makasih untuk like dan vote nya.dan yang selalu setia menunggu up dari author yang kadang lama tapi author akan selalu berusaha bisa up cepat ya.
dan author masih bingung dibab 51 Harus direvisi lagi😭 mungkin harus rombak total ya
__ADS_1
Terima kasih yang masih setia dengan kisah Varo dan Tania😍