Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.103


__ADS_3

Setelah selesai sarapan mVaro,Tania dan Gibran berpamitan dan sudah siap pergi menjenguk mama Rosi.


Dimobil varo merasa gelisah,Dia takut tidak bisa mengendalikan Emosinya,Tania memegang tangan suaminya memberi semangat.


Varo menatap wajah istrinya didalam pikiran ya "Sungguh beruntung dia mendapatkan seorang Istri yang sabar seperti Tania,makasih kek udah memilihkan istri sebaik Tania".


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam mobil sudah sampai di halaman penjara.


Gibran masuk menemui petugas dan menyampaikan tujuan mereka ingin membesuk Tante Rosi.


Mereka pun dipersilahkan untuk menunggu.


Varo tercengang saat melihat keadaan mamanya,yang sangat memprihatinkan


Taniapun menjatuhkan air mata nya,mertua yang dilihat nya selalu tampil cantik dan sehat,sekarang sangat terlihat terpuruk dengan keadaannya.


"Ma,,Tania datang,Tania mendekati mertuanya dengan penuh rasa haru.


"Aku tidak mengharapkan kedatangan mu!!!!! aku hanya ingin anakku,Ucap Rosi ketus


"Varo bebasin mama!!!!mama janji tidak akan berbuat kesalahan lagi,mama mohon lepasin mama.Rosi menangis dan mengacak-ngacak Rambutnya


"Ma,,Tenanglah.Varo kembali menenangkan Mamanya.

__ADS_1


"Kamu tidak membenci mama kan Varo.kamu anak mama kenapa membenci mama


mama tidak terima itu!!!!!!ucapnya Rosi marah.


"Apa Tante Rosi mengalami gangguan kejiwaan,pikir Gibran karena sikapnya yang berubah-ubah


"Varo kesini bukan untuk bebasin mama,hanya karena ingin menjenguk dan tau kabar mama,ucap varo jujur


"Dasar anak tidak tau diuntung,hahahahahahahaha kamu lebih senang lihat mama mati disini,Rosi terlihat marah


Rosi melihat kearah Tania dan menarik rambut Tania dibalik kaca penghalang mereka dan membenturkannya kuat.


"Akhhhhhh"Teriak Tania merasa kesakitan,dan kaget


"Ma,lepaskan Tania,,,Varo mencoba melepaskan jambakan tangan mamanya.


Tania meringis kesakitan,ada sedikit darah keluar dipelipisnya karena benturan Rosi


Petugas yang berjaga juga mencoba.setelah lepas Petugas segera menarik Rosi keruangan nya kembali.


"Awas kamu Tania!!!!!!aku membencimu,anakku lebih memilihmu dari pada aku mamanya,Dan kakek tua itu bahkan ingin menyerahkan Warisan kepadamu aku tidak bisa terima itu!!!!!!!!sampai mati aku mengutuk kalian semua.hahahahahhahahahahahahahahaha suara Rosi terdengar mengerikan


Varo merasa marah akan sikap mamanya tadi,

__ADS_1


sempat-sempatnya ingin mencelakai Tania.


"Sayang itu pasti sakit sekali,Ayo Gibran kita kedokter,


"Apa yang terjadi dengan nya?Tanya Gibran pada salah satu petugas melihat keanehan pada tingkah Tante Rosi.


"Sejak keputusan sidang dia di tuntut hukuman mati,Kejiwaannya mulai sedikit terganggu.Petugas itu memberi


"Kenapa tidak bilang sejak awal,Seharusnya kami bisa antisipasi,lihat apa yang terjadi Tante Rosi hampir mencelakai menantunya.


"Maafkan kami,Saya tadi berpikir dia akan baik-baik saja karena yang menemuinya adalah anaknya".petugas itu merasa bersalah.


"Ayo Gibran sebaiknya kita periksa keadaan Tania,lebih cepat kita meninggalkan tempat ini lebih baik,Aku tidak akan mau menjenguknya lagi.tekad Varo


Gibran dan Varo pun meninggalkan penjara dengan cepat.langsung memasuki mobil.


"Varo aku baik-baik saja,Tidak perlu kedokter kita obatin dirumah saja ya.pinta Tania


"Tania,sekecil apapun lukamu aku akan serius untuk mengobatinya,aku akan merasa tenang bila Dokter yang mengatakannya sendiri bahwa kamu baik-baik saja".


Tania pun menuruti perkataan suaminya.


''Ma,Padahal varo datang untuk membuka hati memaafkan kesalahan mama,tapi varo kecewa melihat sikap mama yang semakin tidak terkontrol.bahkan saat seperti ini masih memikirkan melenyapkan Tania.Dimana hati nurani dan rasa penyesalan mama".Varo bergumam dihatinya.kekecewaan dia rasakan sangat besar pada mamanya.

__ADS_1


__ADS_2