Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 200 (Ctb)


__ADS_3

Author : happy Reading ya


Sekarang kita lanjut kisah anak-anak Varo dan Tania.


"Cinta Tak Bersyarat"



Kinara Seorang gadis buta yang putus asa dan hampir menyerah untuk hidup karena peristiwa kecelakaan mobil beruntun yang dialaminya menyebabkan kedua matanya buta dan kehilangan orang yang sangat disayanginya yaitu ibunya.sampai bertemu seseorang yang menerima segala kekurangannya,Pria bernama Zain yang tak lain adalah sahabatnya saat disekolah dulu.Kinara merasa ragu apakah Cinta Zain itu tulus padanya atau hanya simpati dan rasa kasihan semata.yuks ikuti terus perjalan kisah cinta Kinara dan Zain.


Apakah Zain bisa meyakinkan Kinara bahwa cintanya Tulus.....???karena Kirana menjadi gadis yang sangat keras kepala sekarang,sejak kecelakaan itu.


Semoga ceritanya bisa menghibur ya para reader kuh


Hari dan bulan berlalu tahun juga sudah berganti kini Zain sudah tumbuh menjadi sosok yang Sangat dewasa kini ia sudah menyelesaikan kuliahnya Di LA setelah 3 tahun lamanya.


"Papa,Mama,Zio dan Zia,Oma Bella,Opa Denian dan Opa Rendi,Oma Alira Abang Zain pulang,aku sudah tidak sabar menemui kalian semua"Zain menatap layar ponsel yang terpampang foto semua keluarganya.


Walau keluarganya kadang datang berkunjung ke LA menemuinya namun kehangatan dan kasih sayang semua keluarganya selalu ia rindukan setiap saat momen-momen menyenangkan bersama keluarganya.


Zain sudah berada dalam Taksi bandara,ia sengaja tak mengabari semua keluarganya bahwa akan pulang hari ini,Zain ingin membuat kejutan pada keluarga besarnya.


Menyusuri setiap jalan Kota kelahirannya tidak banyak yang berubah kemacetan kendaraan masih terlihat sama.

__ADS_1


Zain teringat sahabat Saat SMA nya bernama Kinara.


"Hmmmmmm apa kabar gadis itu ya sekarang,sudah lama aku los kontak dengannya setelah kepergian ku Ke LA".Kata Zain pelan berbicara pada dirinya sendiri,Zain pernah menghubunginya namun nomor ponsel Kinara tidak aktif.


Zain sesekali meregangkan otot tangannya,perjalanan yang cukup lama membuat nya sedikit lelah.


"Tuan gak dijemput sama keluarga??"Supir taksi itu bertanya karena dia bisa menebak dari Tampilan Zain bukan orang biasa apalagi setelah Zain menyebutkan tempat tinggalnya yang merupakan alamat rumah-rumah orang berada.


"Mau buat Kejutan untuk keluarga pak,sengaja gak ngabarin kalau udah pulang"Zain menjelaskan


"Tuan dari mana emangnya"Tanya supir itu lagi.


"Baru selesai kuliah di LA pak"Kata Zain jujur


."Wah,,Udah sarjana ya Tuan"


"iya,bapak panggil Nak Zain ya"kata Bapak supir taksi yang Zain lihat hampir sebaya dengan Papanya.


"Iya,boleh Pak"Zain tersenyum mendengar kata Nak Zain,udah seperti panggilan Ibu Kinara Padanya dulu.


"Bapak juga punya anak perempuan seperti nya kalian seumuran".Wajah Pak supir itu tiba-tiba berubah menjadi sendu mengingat kondisi putrinya sekarang.


Zain yang memang selalu peka terhadap perasaan orang lain,pun menjadi bertanya-tanya didalam hatinya.dan memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu terjadi padanya pak,maaf kalau perkataan saya menyingung Bapak"kata Zain hati-hati.


"Gak,apa-apa Nak Zain,setiap mengingat putriku,aku selalu merasa bersalah padanya"


"Kenapa seperti itu pak"entah kenapa Zain semakin penasaran


"Putriku Ara harus mengalami kebutaan setelah mengalami kecelakaan bersama Ibunya,dan kecelakaan itu merenggut nyawa Ibunya"ada suara bergetar dalam perkataan pak supir itu.


Supir itu bernafas panjang baru kali ini ia bercerita dengan orang asing tentang kecelakaan Istri dan anaknya.ia hanya ingin berbagi sedikit dukanya yang selama ini hanya tersimpan didalam hatinya.


"Pasti Ia sangat terpukul atas kejadian Itu ya Pak"Zain bisa membayangkan bagaimana mental Gadis itu sekarang.


"Iya,,,kamu benar Nak,,sampai sekarang Bapak juga bingung Ara kehilangan semua semangat hidupnya,dan bapak selalu menyalahkan diri bapak" kata pria paruh baya itu dan terus membendung Air matanya yang ingin keluar dari matanya.


"Bapak yang sabar ya,Oia Nama Bapak siapa ya,jadi Zain lebih enak manggilnya"Zain memasukan ponselnya dan lebih fokus mendengar cerita Pak Supir yang berada disampingnya sekarang.


"Panggil aja Bapak Toni Nak,maaf Bapak jadi curhat".katanya Lirih.


"Gak,apa-apa Pak Toni,,kalau boleh Zain tau apa Putri bapak sudah pernah berobat untuk matanya"Zain merasa tertarik dengan Cerita Pak Toni tentang putrinya.


"Sudah Nak,tapi,,,,,,"pak Toni terdiam karena ia malu bila harus bilang pada orang asing bahwa ia tidak punya biaya untuk pengobatan lanjutan setelah ia mengeluarkan banyak uang untuk pengobatan Putrinya awal kecelakaannya.


"Apa masih ada harapan sembuh???"Zain bertanya lagi saat Pak Toni masih terdiam.

__ADS_1


"Ada Nak,,tapi Ara di anjurkan harus berobat keluar negeri,tapi bapak tidak punya Biaya untuk berobat kesana".Akhirnya Pak Toni harus jujur juga.


"Ara"Lirih Varo seperti tak asing dengan nama itu.


__ADS_2