
Karena dirasa keamanan tidak memungkinkan para bodi guard dan pak Darko mendekati Varo dan Tania.
"Lha pak Darko ngapain disini?tanya Varo heran
"Maaf tuan muda bila mengganggu anda,tapi keselamatan Tuan dan Nona muda sedang terancam saat ini.
"Kenapa bisa seperti itu apa ada yang ingin mencelakai kami".
"Lihat arah pukul 9 dan arah pukul 12 mereka menunggu kalian berdua lengah,saya belum tau pasti alasan mereka mengikuti Tuan muda dan siapa dalang dibalik ini semua.
Para bodiguard kita juga sedang berjaga agar tidak di curigai saya menyuruh mereka seperti layaknya pengunjung ,saya terpaksa harus memberi tahu tuan dan nona,demi keselamatan.
Varo menatap sekilas arah yang diucapkan Darko.
Terlihat beberapa orang bersembunyi
"Baiklah kita ikuti rencana mereka,kalian lindungi Nona muda.Anggap saja kita tidak mengetahui keberadaan mereka".Varo berusaha setenang mungkin tapi tidak Tania dia merasa takut saat mendengar penuturan pak Darko.
"Tania tetap disampingku,aku akan tetap mengambil beberapa foto untukmu agar mereka tidak menaruh curiga.bersikaplah biasa".
Tania pun berusaha tenang,Darko menjaga jarak tidak terlalu jauh agar bisa terus mengawasi Varo dan Tania.
Tania tetap tersenyum saat Varo mulai mengambil gambarnya.
"Seharus nya ini momen yang menyenangkan, bagi istrinya harus diganti momen menegangkan" gumam Varo kesal
Dia bisa melihat ekspresi khawatir pada istrinya walau Tania mencoba tersenyum.
__ADS_1
Setelah merasa cukup Tania pun ngajak Varo untuk kembali kehotel.saat ini hatinya sedang dilanda kecemasan.
Karena tidak ada celah untuk menyerang para pengintai itu pun segera pergi meninggalkan target mereka.
Atas perintah nyonya besar mereka kembali kemarkas.
Sangat berbahaya bagi Nyonya besar mereka kalau sampai ada anak buahnya tertangkap karena dia baru menyadari bahwa Varo dan Tania dijaga ketat atas perintah Kakek Royan.
Dia terlihat geram saat laporan dari anak buahnya mengatakan Sulit untuk mencari celah mencelakai Tania karena Varo selalu disampingnya.
"Varo,,bisik Tania
"Penjahatnya udah pada kabur belum
"Sepertinya sudah sayang,mereka mana berani padaku".
"Apa kamu sudah terbiasa menghadapi seperti mereka".Tanya Tania pada varo yang terlihat sangat santai sekali
Tania menarik nafas panjang "Aku mengerti sekarang kenapa kakek tidak mengumumkan pernikahan kita dan hanya orang terdekat yang mengetahui".
"Kakek ingin menjaga keselamatanmu,tapi dia sangat menyayangimu sehingga menikahkan kamu dengan ku".
"Kalo kakek Royan menyayangiku,kenapa aku harus menikah dengan orang yang menimbulkan bahaya itu?????
"Kamu menyesal menikah denganku? Varo sedikit kesal mendengar ucapan Tania.
"Mungkin sedikit menyesal,Tania sengaja membuat suaminya marah
__ADS_1
"Tania,,,Varo mencium pipi tania.bukannya marah memaki varo malah memberi ciuman mendadak.
"Aku Tania Laraswati tidak pernah menyesal menikah dengan Alvaro Mahardika,apa kau puas sekarang Tuan muda.
Mendengar ucapan istrinya membuat varo makin gemas dan mendaratkan berkali-kali ciuman dipipi istrinya.
Pak Darko yang melihat tinggkah mereka hanya tersenyum kaku.
"Heii hentikan lihat banyak yang melihat kita,Tania tersadar mereka sedang ditempat umum.
"Orang sini mah cuek sayang,,,,
"Tetap aja aku malu varo,apalagi masih ada pak Darko.
"Oke aku mengerti tapi nanti lanjut dirumah ya,bisik Varo.
"Dasar pria mesum ini dalam keadaan seperti ini masih aja ingat enak-enak"Tania mencubit paha suaminya.
"Tania kamu punya hobi baru lagi!!!
"Tidak ada hobi baru,elak tania
"Hobi mencubitku,
"Itu bukan hobi tapi kebiasaan,protes Tania.
"kau sungguh membuatku gemas Tania,ingin aku mencium mu"
__ADS_1
Taniapun berlari dan dikejar oleh varo
"Awas aja kalo ku tangkap !!!! ancam varo.