
"Bagaimana keadaan putraku Dokter"Tanya seorang ibu paruh baya yang baru saja sampai dirumah sakit setelah mendapat kabar dari asisten pribadi anaknya.
"Masih dalam proses operasi,ibu sebaiknya menunggu dulu,kami akan beri kabar selanjutnya"Ucap dokter Juna.
Ibu itu mengangguk mengerti dan memilih untuk duduk di sebuah kursi di depan ruang operasi.
Vina keluar setelah mendapat penangangan dari suster Fifi dan melihat Ibu dari sang kekasih sedang duduk dengan wajah cemas.
Vina ingin segera bersembunyi jangan sampai Ibu Nora melihat nya namun langkahnya kalah cepat,Ibu Nora sudah melihatnya.
"Vina!!!!!!!",Teriaknya
Vina harus menghentikan langkahnya,jantungnya berdetak kencang sekarang.
"Apa kabar Tante Lora"Vina tersenyum berbasa-basi
"Jangan dikira aku tidak tau kamu ikut jadi korban kecelakaan ini,saksi mata melihat Yudis bersama mu,Tante tidak habis pikir kamu masih saja mengganggu dan menggoda Yudis putraku!!!!!"Ibu Lora sangat emosi
"Tante kami saling mencintai,kenapa Tante egois dan mengorbankan perasaan kami"Vina juga tersulut emosi.
"Yudis memang belum menerima perjodohannya,tapi bagaimanapun ia sudah memiliki anak dari Felisha".Bu Lora mengingatkan Vina
"Anak itu hasil kesalahan Tante,,Yudis melakukannya dalam keadaan mabuk saat itu"Vina terus melawan
"Vina sebaiknya kamu jangan memperkeruh suasana,lebih baik kamu pulang"Ucap asisten pribadi Yudis.
"Hasil kesalahan katamu,asal kamu tau Yudis sudah seperti kehilangan arah saat tau Istri dan anaknya menghilang,Tante yakin Yudis sudah mulai menerima keberadaan istrinya".Bu Lora menatap tajam kearah Vina
Vina tak mengelak,ia bertengkar tadi karena Yudis ingin mengakhiri hubungan mereka.Vina tak terima.dan karena kecerobohannya Yudis hilang kendali dan membanting stirnya keras dan membuat mobil ringsek dan Yudis mengalami luka berat.
__ADS_1
"Maaf bukan saya mau ikut campur,tapi ini rumah sakit mohon jangan bertengkar".Suster Fifi terpaksa menghampiri karena mendengar dua wanita ini beradu mulut.
"Maaf suster,tapi wanita ini benar-benar membuatku kesal"Bu Lora menunjuk Vina dengan tatapan penuh kebencian.
"Kalau sampai terjadi sesuatu pada putraku,aku akan menuntut mu".Ancam Bu Lora membuat Vina bergidik ngeri.
Dari kejauhan Felisha sedang membawa Sakka,hari ini ia akan mengambil beberapa resep obat untuk Sakka.Tak menyangka ia akan bertemu keluarga suaminya.
Ia tak memperhatikan jika ada beberapa orang yang mengenalnya sedang memperhatikannya.
"Felisha,,,,,"Bu Lora langsung menghampiri Menantunya.
"Ibu"Felisha kaget karena harus bertemu dengan mertuanya itu.
"Kemana saja kamu Nak,,ibu merindukan kalian berdua".
"Apa yang terjadi Bu,kenapa Ibu berada disini???".
"Sus aku mau mengambil resep obat untuk Sakka,,,"Ucap Felisha saat Suster Fifi mendekatinya
Suster Fifi sedikit mengerti situasi sekarang yang dimaksud Vina istri dari Pak Yudis adalah Felisha.
"Biar aku yang membawanya dan mengambil resep obat untuk Sakka "Suster Fifi mengambil Sakka dari gendongan Felisha.
"Maaf merepotkan mu Sus,aku ucapkan terima kasih"ucap Felisha
Suster Fifi mengangguk dan segera membawa Sakka pergi.
"Yudis,,Fel".Ucap Bu Lora masih terus memeluk Felisha
__ADS_1
"Ada apa dengan Mas Yudis Bu???"Tanya Felisha khawatir.
"Yudis kecelakaan,dan ini semua wanita itu penyebabnya"Tunjuk Bu Lora pada Vina yang masih berdiri mematung melihat Kehadiran Felisha.
"Bukan aku penyebab kecelakaan ini Tante,ini semua murni kelalaian Yudis".Ucap Vina berbohong.
Bu Lora tetap tak memperdulikan ucapan Vina ia yakin kecelakaan ini Vina terlibat.
"Gimana keadaan Mas Yudis Bu??"Bagaimanapun Felisha masih istri Yudis dan masih memiliki rasa cinta pada suaminya itu walau suaminya sering menyakiti bahkan tega berselingkuh dibelakangnya.
"Masih belum ada kabar"Lirih Bu Lora
"Kenapa kamu pergi dari rumah Feli??,kamu tau betapa khawatir nya ibu".
"Felisha belum bisa menceritakan sekarang Bu,,kalau begitu aku harus menemui putra ku Sakka dulu".Felisha ingin meninggalkan ibu mertuanya namun pintu ruang operasi terbuka dan seorang Suster memanggil keluarga Yudis.
"Pasien kehilangan banyak darah,,segera cari donor darah,Golongan darahnya tidak tersedia disini".
Bu Lora tentu saja panik,hanya Suaminya yang mempunyai golongan darah yang sama dengan putranya,sedang kan suaminya baru perjalanan pulang dari Kanada saat mendengar kabar putranya mengalami kecelakaan.
"Bu ambil darah ku saja,kebetulan golongan darahku sama dengan Mas Yudis Bu".Ucap Felisha
"Benarkah Feli??"Tanya Bu Lora
"Iya Bu,,,suster tolong ambil darahku saja,Golongan darah kami kebetulan sama".ucap Felisha
Bu Lora merasa lega setelah tau Felisha bisa memberikan darahnya untuk suaminya.
"Kami akan memeriksa anda lebih dulu"Suster itu pun membawa Felisha
__ADS_1
Vina terlihat kesal mana sekarang ia merasa lapar sekali,Tas dan uangnya masih tertinggal di mobil.Selain itu Vina memilih tak lagi berdebat dengan Bu Lora,karena tak akan ada habisnya keduanya akan terus berargumen da bertengkar.
Bu Lora juga lebih memilih Fokus untuk menunggu kabar putranya.