Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 133


__ADS_3

Dirumah Laura


"Bisa kah kamu pikirkan lagi untuk bekerja di perusahaan lain Laura??"Ayah mencoba berdebat lagi dengan Laura


"Kan kita sudah bahas ini tadi malam Yah,dan ayah sudah setuju kan???"Laura menatap Ayahnya heran.


"Ayah sebenarnya terpaksa"Ucap Ayahnya jujur


"Ini hanya 3 bulan Yah,pengganti sementara sekretaris mereka yang cuti.itupun kalau Laura diterima,pasti banyak yang menginginkan pekerjaan ini kan".


Ayah Laura hanya mebuang nafas nya pelan


"Biar dia cari pengalaman Yah,kita dukung keputusannya"Ibu Laura membuka suara nya yang dari tadi hanya memperhatikan Perdebatan Suami dan putri kesayangannya itu.


Akhirnya Ayah Laura pun menyerah dan mengizinkan putrinya.


"Ayah antar kamu"tawar Ayahnya


"Laura naik Bus aja Ya yah"tolak Laura dan berpamitan pada kedua orangtuanya.


"anak keras kepala"Gumam ayahnya


"Sama sepertimu....."ucap ibu dengan wajah polosnya


Ayah Laura hanya tertawa kecil.


Laura sengaja hanya pergi mengendarai bus, sementara ia menyembunyikan identitas nya dulu.


Setelah samapai di PT king grup Laura dengan cepat melangkahkan kaki karena ia sedikit terlambat.


"Permisi Nona,ada yang bisa kami bantu"Sapa seorang Wanita ramah pada Laura.


"Iya,aku Laura mau tes wawancara hari ini,ruangan nya dimana ya?"


"Mari Ikut aku Laura,ruangan Nya ada disana,sebenarnya kamu agak terlambat"


"Hehehehe iya mba,maaf tadi ada sedikit halangan"Laura menyadari kesalahannya.

__ADS_1


"Ini ruanganya,silahkan langsung masuk"Wanita itu membuka pintu untuk Laura


"Terima kasih mba"Ucap Laura


Dan dibalas wanita itu dengan tersenyum ramah.


Telihat beberapa calon sedang duduk santai.


"Kenapa kamu terlambat!!!!!"Suara marah seseorang mengagetkan Laura.suara besar berasal dari seorang wanita paruh baya yang berdiri tepat dibelakangnya.


"Maaf Bu,tadi sedikit ada keterlambatan"Laura merasa tak nyaman.


"Ah tau gini aku tadi gak nolak ajakan ayah untuk ngantar"Bathin Laura


"Baru wawancara sudah telat,gimana kalo nanti kedepannya"Memandang sinis kearah Laura.


"Sabar Laura,kalo wanita ini bawahan Ayah sudah aku suruh ayah Pecat aja".gumam Laura.


"kenapa bengong cepat duduk!!!"


"Kita menunggu pak Gibran yang akan mewawancarai kalian semua".ucapnya dengan wajah sombongnya.


Tidak beberapa lama kemudian Gibran sudah tiba diruangan Laura tidak terlalu fokus kedatangan Gibran.ia masih merasa kesal dengan wanita galak itu.


"Selamat datang Semua,selamat pagi Bu Amanda"sapa Gibran


"Pagi pak Gibran"sahutnya.


Wajah wanita galak itu berubah ramah seketika.


Gibran melihat semua yang hadir senyum terkembang dibibirnya.


"Laura........."panggilnya


Merasa nama nya disebut Laura menatap kearah Gibran.


"Ehhhhhh kamu......"Laura masih mengingat wajah Gibran

__ADS_1


"Yang sopan ya kalo ngomong sama pak Gibran"Tegur Bu Amanda.


"ah salah lagi"bathin Laura


"Ga apa-apa Bu,aku tidak keberatan"bela Gibran untuk Laura.


Bu Amanda jelas tidak suka.


"Oke kita mulai wawancara nya"Gibran pun mulai menyeleksi satu-satu dari mereka.tiba saat Laura dihadapannya.


"Apa kabar mu?"Gibran bertanya pada Laura


Laura sedikit kaget akan pertanyaan Gibran.


"Kabar ku baik"jawab Laura


"Lama gak bertemu kamu makin cantik"suara Gibran pelan namun jelas didengar oleh Laura.


"Kamu masih gak berubah ya tukang Gombal"Laura membalas ucapan Gibran


Gibran tertawa kecil ia sangat rindu ekspresi gadis di depannya saat ini,bila sedang kesal.


"Kalo kamu diterima kerja,traktir aku makan ya"


"Woi,,aku aja belum dapat gaji udah minta traktir aja"protes Laura masih dengan suara pelan


Gibran kembali terkekeh.


"Oke wawancara selesai"Seru Gibran


Alhasil membuat Laura membelalakan matanya dia merasa belum diwawancara kerja sama sekali.


Sadar akan kebingungan Laura,Gibran mendekati Laura dan berbisik.


"Kamu udah aku terima"lalu berjalan menuju pintu dan meninggalkan ruangan.


"Dia masih menyebalkan,apa semudah ini ya masuk kerja"Laura bertanya-tanya

__ADS_1


__ADS_2