Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 129


__ADS_3

Setelah mendapat kabar dari Gibran,


Dikediaman Mahardika sedang sibuk menyiapkan sesuatu untuk pemakaman Rosi.hanya keluarga Mahardika yang Rosi punya saat ini dan dengan tangan terbuka Kakek Royan menunggu kedatangan mayat Rosi Mantan menantunya itu.gak ada rasa dendam dihati mereka semua.


Varo menyuruh Gibran pulang lebih dulu mengantar Tania dan Zain.dis akan segera menyusul saat mobil ambulance sudah tiba.


Sebelum Tania masuk didalam mobil Varo memegang tangan istrinya.


"Sayang tunggu aku dirumah"Varo menciun kening Tania


Tania mengangguk Sebenarnya ia ingin sekali menemanin suaminya tapi Tania mempertimbangkan anaknya Zain yang harus dibawa pulang.


Sampai dirumah Bella menyambut Tania


"Naiklah dulu ke atas bawa Zain"Ucap Bella


Tania melihat di ruang tamu sudah banyak orang dan para keluarga berkumpul menunggu mayat Rosi tiba.


Zain sedikit rewel hari ini tidak mau minum susu dan gak mau tidur.Tania menjadi gelisah.


Suara ambulance terdengar para petugas medis membawa masuk mayat Rosi.


Papa Rendi mencoba menahan tangis,namun tidak bisa menutup raut kesedihannya.

__ADS_1


"Varo,,,,"Panggil Rendi lirih saat melihat Varo turun dari ambulance.


"Pa,,,"Varo memeluk Papa nya erat


Rendi hanya membalas pelukan Varo erat tanpa bisa berkata-kata.


Semua prosesi sudah dilakukan tinggal mengantar Rosi ke peristirahatan terakhirnya.


Tania meminta untuk ikut kepemakaman dan Zain diasuh oleh bibi Rumi.


Semua pelayat satu persatu meninggalkan Pemakaman hanya tinggal Varo,Tania,papa Rendi yang masih bertahan.


Bunda Bella memilih pulang karena khawatir dengan Zain.


Hujan gerimis mulai turun membasahi bumi,Varo mencari tempat berteduh melihat kesekeliling ada sebuah pandopo kecil tempat penggali kubur kadang beristirahat.


"Pa,Tania kita berteduh disana dulu"Ajak Varo pada papa dan istrinya.


Sebelum hujan bertambah deras mereka bertiga pun beranjak dari makam Rosi.


"Apa ada peran terakhir mamamu Varo?"Tanya Rendi


"Hmmmm mama mengatakan jaga Zain dengan baik,jangan terlalu sibuk oleh pekerjaan sehingga Varo lupa memberi kasih sayang sama Zain".lirih varo

__ADS_1


Mendengar ucapan Varo.papa Rendi teringat saat anaknya masih kecil kasih sayang nya sangat terbatas untuk Varo,karena sibuk untuk membangun bisnis besar.


"Maafin papa Ya Varo...."


"Untuk apa papa minta maaf?"Varo terheran


"Dari kamu kecil hingga sekarang hanya Kakek dan Bella yang memberikan kasih sayang penuh padamu,papa rasa sangat bersalah padamu".Ada raut penyesalan di wajah papa Rendi.


"Pa,,itu masa lalu,dan Varo mengerti keadaan saat itu,karena kerja keras papa juga perusahaan udah semakin maju pesat".


"Iya pa,kita gak bisa mengulang masa lalu namun kita bisa memperbaiki masa depan"Tania berucap


"Kalian benar,terima kasih sudah mengerti papa ya Varo dan Tania,Mulai saat ini papa ingin sering menghabiskan waktu bersama Zain cucu papa".


Varo dan Tania tersenyum bahagia mendengar ucapan papa Rendi.


"Teduh hujan kita pulang ya,papa sudah mengikhlaskan kepergian Rosi.bagaimanapun dia menyakiti hati papa,dia adalah wanita pertama yang membuat papa Jatuh cinta."papa Rendi berucap penuh haru


"Iya pa,Varo juga sudah ikhlas dengan segala perbuatan mama"Varo merangkul bahu papanya.


hujan mulai berhenti dan mereka bertiga beranjak untuk pulang.


Varo menggenggam tangan Tania,varo sangat bersyukur memiliki istri yang menyayanginya dan lengkap lah kebahagiannya dengan kehadiran Putranya Zain.

__ADS_1


__ADS_2