Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 182


__ADS_3

Tanpa terasa seminggu berlalu Gibran dan Laura sudah kembali pulang,dengan membawa banyak oleh-oleh untuk keluarganya semua.dan yang paling banyak mendapatkan hadiah adalah Zain.Laura membelikan banyak baju dan mainan Untuk keponakan gantengnya.


Gibran hanya menjadi pendamping setia istrinya berbelanja.dan Gibran tak pernah merasa keberatan selama itu membuat istrinya bahagia.


Kedatangan mereka hanya disambut Tante Ina dan supir pribadi keluarga Laura.


Laura tau kabar Tania saat ia menelpon untuk mengobrol seru pada sahabatnya.


"Kita pulang kerumah mama dulu ya baru kita sama-sama pergi kerumah Keluarga mahardika"


Gibran dan Laura mengangguk setuju


"Astaga Laura hampir semua barang di Paris kamu borong ya" mamanya membelalakan matanya karena begitu banyak koper yang ia bawa.


Laura hanya tersenyum pada mamanya


"Ini semua mau Laura bagikan pada keluarga ma"ucap Laura santai mama Ina hanya menggelengkan kepalanya."Sejak kapan kamu seboros ini???"


"Sejak menjadi istri seorang Calon CEO perusahaan Papa"Ucap Laura lantang


Gibran dan Tante Ina melongo mendengar ucapan Laura barusan

__ADS_1


"Hehehehe santai aja,Laura janji gak bakal seboros ini lagi,ayo Let's go pulang Aku lapar"Laura merangkul tangan mamanya


Setelah semua barang dimasukkan kedalam mobil mereka semua segera meninggalkan bandara.


Dirumah keluarga Mahardika


"Kakek senang kamu mau memiliki anak lagi Tania,rumah akan makin rame dengan kehadiran anak-anakmu".ucap kakek dengan mata berkaca-kaca terharu


"Iya kek,Zain sangat senang mendengar ia akan memiliki adik bayi".


"Jaga kesehatanmu,kakek lihat kamu nampak pucat"


"Bawa istrimu kedokter Varo,konsultasikan pada Dokter kandungan apa ada obat mengurangi muntah"


"Rencana hari ini Varo bawa Tania Kek,dan pekerjaan dikantor Varo minta sama ayah Denian handel dulu"


"Ya sudah sebaiknya bawa Tania beristirahat dulu"ucap kakek


Varo membaringkan istrinya lembut memusut bagian kepala Tania.


"Benar kata kakek istriku pucat sekali,tapi dia tetap terlihat manis"

__ADS_1



Tania merasa tak enak badan,namun berusaha tetap tersenyum saat suaminya memandanginya dengan tatapan penuh perhatiannya.


"Sayang jangan terlalu khawatir padaku,nanti aku usahakan makan lebih banyak,walaupun pagi sekali harus aku muntahkannya lagi" Tania menghibur suaminya


"iya sayang,nanti kita konsultasikan lagi sama dokter,sebaiknya istirahat dulu tidurlah aku akan menemanimu disini sampai kamu tertidur".Tania merasa Varo semakin ekstra menjaganya saat hamil


"Zain mana???"Tanya Tania sebelum ia ingin tertidur


"Main Sama Bunda Bella,nanti aku akan menemui putra kita"Varo pun ikut berbaring disamping istrinya


"Peluk"pinta Tania manja


Varo pun dengan senang hati memeluk istri tersayang nya dan berkali-kali mendaratkan ciuman hangat dikening dan kepala Tania.


Hampir setengah jam Varo menunggu istrinya tertidur dalam pelukannya.akhirnya Tania tertidur sangat pulas.Varo dengan pelan melepaskan pelukannya agar Tania tak terbangun karena pergerakannya.


Varo membetulkan selimut dan menariknya hingga menutupi sebagian tubuh istrinya.Dan ia pun keluar kamar ingin menemui putranya untuk mengajaknya bermain karena tadi ia sudah berjanji akan menemani Zain.ia berusaha memenuhi tanggung jawabnua sebagai Ayah dan Suami sekaligus.


Kebahagiaanya terasa lengkap sekarang.Varo kadang sering merindukan Sosok Ibunya,sudah lama ia tak mengunjungi makam Rosi.

__ADS_1


__ADS_2