
Yang mendengar syarat yang diajukan oleh Om Bran membuat Tania berinisiatif untuk menjodohkan Gibran dan Laura
Tania berbisik pada Tante Ina,Dan Tante Ina tentu sangat setuju usulan Tania namun tetap meminta persetujuan Laura
"Sayang,gimana kalau kita jodohkan anak kita,kebetulan momy udah punya calon Buat Laura"Tante Ina sengaja berbicara seperti ini dia ingin melihat reaksi Gibran atas ucapannya.dan benar saja wajah Gibran terlihat lemas.
"Nah,,,bagus itu sayang,siapa calon itu kamu gak pernah membicarakan ini sebelumnya".ucap Om Bran bingung
"Ini juga dadakan aku nemuin calonnya"Tante Ina melirik kearah Gibran
"Gak bisa gitu sayang,aku harus tau latar belakang Lelaki yang akan menikahi Putriku satu-satunya"Protes Om Bran pada istrinya.
Laura yang dari tadi hanya memilih diam akhirany buka suara lagi
"Mommy dan Daddy ngapain sih,Laura gak mau menikah dengan orang yang gak Laura kenal,lagi pula Laura masih sakit eh bahas nikah aja".Laura memasang wajah cemberut
"Iya benar kata Laura Tan,Dia harus kenal Dulu"Gibran membela Laura.
"Laura sudah kenal kok"Tante Ina tersenyum pada Gibran.
"gak perlu saling mengenal,perkenalan dan pacaran setelah menikah gak kalah indah kok,iya kan sayang"Tania menyenggol tangan Varo karena mereka berdua dulunya adalah orang asing yang tidak saling mengenal,perasaan cinta berkembang dengan berjalannya waktu.
__ADS_1
"Nah kan,mommy gak bakal salah pilih calon" walau baru pertama kali ketemu Gibran Tante Ina yakin Gibran cocok dengan Putrinya.
"Mom,please Laura mau istirahat"Laura sangat malas membahas pernikahan karena perasaanya sekarang ini terfokus pada Gibran.entah kenapa hatinya merasa tak nyaman membahas pernikahan yang sangat mendadak ini.
"Sayang,beritahu kan Daddy siapa calonnya,Setelah Laura pulih Daddy ingin ia segera menikah,aku sangat ingin memiliki cucu juga seperti Zain"Om Bran menggendong Zain dan mencium Pipinya lembut "Panggil Om dengan sebutan Kakek ya Nak"ucapnya pada Zain
Zain pun mengangguk "kakek Aunty"ucapnya polos
"Anak pintar''Puji om Bran lagi "Laura ingat Daddy juga mau nimang cucu"mengingat kan Laura lagi untuk memikirkan pernikahannya.
"Ahhhh Daddy menyebalkan"pekik Laura dalam hatinya.
"Sayang siapa calon yang dimaksud Tante Ina"bisik Varo pelan
"Nanti juga kamu tau,masih rahasia"Balas Tania berbisik
Varo sedikit kesal karena istrinya main rahasiaan padanya.Tania tertawa melihat muka kesal suaminya.
Perasaan Gibran sangat sakit mendengar orang ia cintai dan ditunggu bertahun - tahun harus menikah dengan orang lain,dan sialnya disaat hatinya sudah siap memantapkan diri mengatakan bahwa dia mencintai Laura pada saat Laura sudah pulih nanti.
Namun suatu saat bila Laura menerima perjodohannya Gibran akan berusaha mengikhlaskannya.
__ADS_1
"Aku suapin bubur lagi ya"Gibran mengambil mangkuk Bubur yang ada dimeja
Laura mengangguk Malu,jujur Laura menjadi seperti bergantung pada Gibran saat sakit karena sering kali Mommy nya sengaja memberi ruang untuk Putrinya dan Gibran.
Om Bran memperhatikan putrinya dengan seorang Pria yang dengan sabar memberi suapan bubur pada Laura.
Om Bran memberi kode mata pada istrinya menunjuk kearah gibran meminta penjelasan.
Tau akan maksud suaminya Tante Ina hanya mengangguk dan memberikan senyum penuh arti.
"Nanti aku jelasasin semua mas"ayo kita keluar dulu berikan waktu mereka berdua
Om Bran ingin bertanya lagi,dengan cepat Tante Ina segera mengajaknya keluar.lalu Tante Ina memberi kode mata buat Tania.
"Sayang aku lapar,kita cari makan keluar dulu ya"Tania beralasan
"Bukan kah kita sudah sarapan tadi sayang"
tanya Varo heran
"Ehhh,,,,Sttttt aku hanya alasan,ayo kita keluar jangan ganggu kesenangan mereka berdua"desis Tania di telinga suaminya dan Varo akhirnya mengerti.
__ADS_1