Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.77


__ADS_3

Setelah semua keluarga menyelesaikan makan malam Kakek memberi tahu semua nya untuk berkumpul diruang keluarga ada sesuatu hal yang harus dia sampaikan pada semua.


Varo menatap tajam ke arah mamanya yang terlihat santai dan tanpa beban,padahal Rosi sudah sangat gelisah hanya saja bakat aktingnya yang sudah mendarah daging menutupinya.


"Kenapa mama harus melakukan ini pada keluarga kita ma,varo membathin dan merasa kecewa pada sosok mamanya.


Bella mengajak Tania untuk segera menuju ruang keluarga disusul sama yang lainnya.


"Sarko ambilkan semua berkas diruangan kerjaku ada yang harus aku sampaikan.


Sarko segera menuju ruang kerja Tuan besarnya.


Kakek mulai bercerita secara detail dari rencana pembunuhan Tania,sehingga menyebabkan Gibran terluka,Nyonya Rs sebagai tersangka bukti yang bisa di ambil malah menghembuskan nafas terakhirnya,karena mengalami luka tembak dari kakek,kejadian saat diluar negeri semua merasa sangat kaget.


"Orang-orang yang aku percaya selama bertahun-tahun sudah aku pecat,sekarang Sarko sedang mencari seseorang yang benar akan bekerja dengan maksimal".kakek menekan kata-katanya.


"Papa aku punya kenalan detektif yang bisa papa andalkan,ucap Bellaa


"Siapa dia??


"Nanti Bella akan menghubunginya setelah ini.

__ADS_1


"Kenapa baru memberitahu papa sekarang Bella


"Bukan kah papa dulu memilih pilihan mba Rosi dan menolak usulan ku dengan Sarko.


"Owhhh iya itu benar,kakek menyadari kesalahannya.


"Heiiii aku juga merekomendasi mereka,karena percaya dengan temanku saat itu mereka penyelidik hebat".Rosi tersinggung dengan ucapan Bella.


"Berhenti berdebat,Entah kenapa papa punya firasat orang yang melakukan ini semua adalah orang terdekat!!!!Kakek berkata lantang.


Mendengar penuturan kakek membuat semua terkejut tapi tidak dengan Varo.


"Bagaimana papa bisa berkata seperti itu???Tanya Rendi heran


deg deg deg jantung Rosi berdetak


"Sarko,Bella segera hubungi detektif itu pastikan dia memang handal seperti ucapan kalian".


"Sial!!!!!!!!!"umpat Rosi didalam hatinya


"Aku harus memikirkan cara,apa harus membunuh papa atau detektif itu,seharusnya sudah lama aku menyingkirkan kakek tua ini

__ADS_1


"*Siapa orang yang harus aku kambing hitam kan,Rosi terlihat berpikir keras rencana yang sudah berjalan mulus harus hancur ditengah jalan.


"Hei bukankah varo memiliki kekasih bernama viona,Rosi bersorak didalam hatinya mendapat angin segar.


"Aku harus bisa menjebaknya dalam perangkapku.Rosi menyunggingkan senyum dibibirnya tanpa dia ketahui varo sedang memperhatikan gerak geriknya.


"Rencana apalagi kali ini ma,sampai mama nekad berbuat sesuatu pada istri dan keluarga kita varo gak akan tinggal diam,varo masih berharap mama sadar akan perbuatan mama*.


"Sekarang keamanan akan papa perketat,Varo Gibran akan menemani pekerjaan mu sekarang dan menjadi asisten pribadi mu dikantor ".


"Kakek aku tidak setuju,,protes varo


"Setuju atau tidak,kakek yang menentukan.kakek mulai berdiri dari duduknya


"Sarko bawa aku keruang kerja,Kakek merasa tidak nyaman pada dadanya.


"Kenapa sekarang kakek menjadi keras kepala,Varo sedikit merasa kesal harus bekerja dengan Gibran.


Sarko memperhatikan wajah varo menahan kesal


"Tuan besar apa sebaiknya sudah saat nya memberi penjelasan kesalah pahaman mereka,agar tuan muda varo tidak benci kepada Gibran,Sarko memberi saran

__ADS_1


Kakek hanya menganggukan kepalanya.


"Besok saja aku memberitahunya".


__ADS_2