Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 141


__ADS_3

Tania membalas pesan chat dari nomor asing itu.


"Sayang biar aku yang membalas pesannya"Varo memberi tawaran dan Tania mengangguk setuju.


"Ini siapa???apa maksud kamu mengirim foto sedang berpelukan dengan suamiku???"


chat terkirim


Sarah melihat arah ponselnya ada chat masuk dan membaca pesan dari Tania.


"Tidak perlu tau siapa aku,intinya sekarang suamimu sedang berselingkuh dengan wanita itu" Balas Sarah ia menyamar sebagai orang lain.dan Sarah juga gak tau kalau yang membalas pesannya adalah Varo.


"Apa hanya itu bukti yang bisa kamu perlihatkan kepadaku"tantang Varo


"huhhhh ternyata gak semudah yang ku bayangkan"Gumam Sarah membaca balasan pesan Tania.


Sarah terus berpikir mencari kata yang tepat untuk membalas pesan Tania.


"Aku akan memberikan bukti yang lain,tapi gak sekarang"Sarah sedikit putus asa


"Aku tunggu !!!!!!"Varo mengetik dengan penuh emosi.


Varo memberikan ponsel Tania kembali

__ADS_1


Tania membaca setiap pesan yang dikirim suaminya lalu ia pun tertawa.


Varo merasa heran"Apa ada yang lucu sayang ??"tanyanya pada Tania


Tania membalas hanya dengan menggelengkan kepalanya ia hanya merasa sangat bahagia karena sekarang suaminya lebih terbuka dan berkata jujur.


Tania langsung berdiri dan berpamitan pada Varo meninggalkan ruang kerja suaminya.


"Mau kemana???"


"Aku ingin menengok Zain,Baru aja sebentar ga lihat udah sangat rindu"


"Ayahnya gak dirinduin ya" Varo memasang wajah manyun "Kan baru sebentar kamu kesini"Sambung Varo lagi ia hanya sedikit ingin menggoda istrinya.


"Sedikit cemburu"Canda Varo lagi


"Ga kebalik ya,harusnya aku yang cemburu setiap pulang kerja yang dicari juga Zain dulu bukan mamanya"Balas Tania mengerjai suaminya kembali.


''Aku bercanda sayang"Varo memeluk istrinya


"Ayo kita sama-sama liatin Zain"Varo melepas pelukannya dan menggenggam tangan Tania.


Diruang keluarga

__ADS_1


Zain sedang asik bermain keretanya ditemanin ayah Denian,papa Rendi dan bunda Bella.Zain tumbuh semakin pintar dan menggemaskan semua kasih sayang keluarga padanya sangat besar.


Varo duduk disamping Papanya dan memperhatikan putranya yang sudah semakin aktif.


Tania memilih duduk disamping Bunda Bella.


"Varo,melihat Zain setiap hari makin pintar dan papa selalu merindukannya saat bekerja dikantor, menjadi kebahagian tersendiri buat papa".Ucap papa Rendi


Semua keluarga merasa terharu.


"Varo juga seperti itu pa,ada waktu senggang sempatin Video call melihat perkembangannya".


"Papa bangga sama kamu Varo,Maaf kan papa dulu gak bisa melakukan itu padamu".lirih papa Rendi


"Varo juga bangga sama papa,bukankah papa bekerja juga untuk Kesuksesan keluarga kita terutama buat Varo kan".Varo tidak mau membuat Papanya merasa bersalah dan Varo sangat mengerti kesibukan papanya saat itu.


"Bunda Bella juga sangat bersyukur bisa merawat Varo dan juga Zain seperti anak bunda sendiri,tapi bunda masih berharap sebuah keajaiban bisa memiliki anak lagi"Bunda Bella berucap lirih.


Tania langsung memeluk Bunda Bella memberi dukungan.Denian menatap penuh haru pada Istrinya.ia sangat tahu perasaan rapuh hati Bella dan terus merasa bersalah pada suaminya,walau Denian gak pernah sedikitpun merasa kecewa pada Bella.ia mencintai Bella setulus hatinya.sudah berulang kali Bella meminta suaminya untuk menikah lagi dengan tegas Denian menolaknya.


Kakek Royan yang baru saja datang merasa heran melihat semua orang menangis"Apa terjadi sesuatu????"kakek bertanya meminta penjelasan.


dengan kompak semua menggelengkan kepalanya.membuat Kakek Royan makin penasaran dengan tingkah anak,cucu dan menantunya itu.

__ADS_1


__ADS_2